
Ketika Suster Vina dan Bianca akan bertemu dengan Suster Zivanna, di tempat yang lain Maudy yang ingin bertemu dengan Samuel.
Maudy merasa sangat marah sekali dengan Samuel ketika dirinya yang tidak di perbolehkan untuk bertemu dengan Bianca.
" Apa maksud dari Samuel, kenapa dia menjadi seperti ini."
Maudy begitu sangat nafsu sekali dia ingin secepatnya bertemu dengan Samuel.
Sampai akhirnya Maudy di kantor Samuel, dus pun langsung turun dari mobil nya dan berjalan menuju ke dalam kantor Samuel.
Dengan tatapan mata yang tajam, Maudy terus saja berjalan tanpa melihat kiri dan kanan.
Sesilia yang sedang berada di luar ruangan dua begitu sangat panik sekali ketika melihat kedatangan Maudy.
" Mau apa dia ke sini yaa, sangat membuat aku hawatir. Apakah Maudy memanfaatkan kesempatan ini agar bisa dekat dengan Samuel kembali, tidak bisa aku biarkan itu terjadi."
Sesilia mengikuti Maudy yang pasti akan bertemu dengan Samuel, bahkan Maudy pun tidak mengetuk pintu terlebih dahulu dia langsung masuk ke dalam ruangan Samuel.
__ADS_1
Samuel yang sedang fokus bekerja dia pun langsung berdiri dari tempat duduk nya melihat Maudy yang datang dengan cara yang tidak sopan.
" Bisakah kamu mengetuk pintu terlebih dahulu,? kamu adalah tamu."
Maudy sudah tidak bersikap manis di hadapan Samuel.
" Kenapa kamu melarang aku untuk bisa bertemu dengan Bianca,? di saat Zivanna sudah tidak ada di rumah. Aku hanya ingin dekat dengan Bianca, aku ingin berhubungan baik dengan Bianca kenapa harus kamu larang Samuel."
Sesilia diam di depan pintu dia mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
" Untuk apa kamu ingin dekat dengan Bianca,? setidaknya Bianca sudah mengetahui jika kamu itu adalah ibu kandung nya itu sudah cukup untuk Bianca."
" Kamu benar-benar tidak bisa melupakan masa lalu ya, kamu masih saja menyimpan rasa dendam kepada ku. Sampai kapan kamu harus seperti ini Samuel, aku ingin menembus semua yang pernah aku lakukan pada masa lalu."
Samuel tersenyum tipis kepada Maudy.
" Semua tidak bisa di tebus, Bianca tidak pernah akan baik dengan mu. Karena kamu pun tidak tulus sayang kepada Bianca, aku tidak tahu apa yang sebenarnya akan kamu lakukan sekarang setelah Bianca baik dengan kamu."
__ADS_1
Maudy benar-benar merasa kecewa dengan Samuel.
" Aku benar-benar merasa sangat kecewa sekali dengan mu Samuel, kenapa kamu sampai seperti ini. Sikap mu menjadi berubah, apakah ini karena Zivanna,? kamu mempunyai perasaan terhadap Zivanna yang jelas-jelas wanita murahan simpanan Dokter Richard. Seperti nya kamu cinta dengan Zivanna, sehingga kamu tidak mengijinkan aku untuk bisa dekat dengan Bianca bahkan untuk masuk ke dalam rumah pun aku di larang.*
Samuel terdiam ketika Maudy mengatakan hal tersebut.
" Jawab Samuel Mahendra, apakah kamu mencintai Zivanna???."
Teriak Maudy dengan suara lantang nya.
" Ya, aku mencintai Zivanna."
Maudy pun langsung menangis ketika mendengar pengakuan Samuel.
Sesilia memilih untuk pergi masuk ke dalam ruangan nya.
" Kenapa kamu harus menangis ketika aku bilang jika aku mencintai Zivanna, bukan kamu sudah mempunyai Sebastian. Lelaki yang lebih banyak harta kekayaan dari pada aku, sekarang lebih baik kamu pergi jangan pernah menganggu lagi kehidupan ku."
__ADS_1
Samuel berjalan menuju ke pintu ruangan nya dia sampai membukakan pintu agar Maudy secepatnya keluar dari ruangan nya.