
Maudy merasa sangat bahagia sekali akhirnya dia bisa merasakan momen bersama dengan Bianca yang sejak dulu dia impikan.
Maudy dan Bianca menikmati makanan pinggir sekolah.
" Bianca bagaimana tadi malam,? apakah kamu berhasil memisahkan Papa dan Mommy Zivanna untuk tidak tidur bersama?."
Bianca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Aku tidur bersama dengan Papa dan Mommy di kamar Papa yang sangat nyaman sekali, tapi di saat aku masuk ke dalam Mommy Zivanna seperti sudah tidur dan ketika aku bangun tidur Mommy Zivanna sudah tidak ada di kamar dia seperti nya bekerja di Rumah Sakit."
Maudy tersenyum bahagia ketika mendengar perkataan Bianca yang berhasil tidur bersama dengan Samuel dan Zivanna.
Karena Maudy tidak mau melihat Samuel dan Zivanna berduaan dan saling menyayangi.
" Iya sayang bagus sekali, pokoknya jangan pernah biarkan mereka berduaan yaa. Harus bersama dengan Bianca, karena Papa Samuel itu milik Bianca selamanya."
Bianca menganggukkan kepalanya dan Maudy merasa sangat puas sekali akhirnya apa yang dia inginkan bisa di balaskan oleh Bianca.
" Sekarang kamu makan yang banyak yaa sayang, Mama ingin kamu sehat terus."
Setelah merasa puas makan Bianca pun berpamitan dengan Mama nya.
" Mama aku pulang dulu yaa, terimakasih dengan traktiran Mama."
__ADS_1
Maudy memegang kedua pipi chubby Bianca.
" Iya sayang kamu hati-hati yaa pulang nya."
Mereka berdua pun langsung berpelukan dan Bianca melambaikan tangan nya kepada Maudy.
Suster Vina berdiri dari tempat duduk nya ketika dia melihat Bianca yang sudah selesai makan dengan Mama nya.
Bianca langsung masuk ke dalam mobil dia tidak menghampiri Suster Vina terlebih dahulu.
" Yaa Tuhan, berikan aku kesabaran yang luar biasa agar aku tidak emosional terhadap Bianca."
Suster Vina pun langsung masuk ke dalam mobil dia memilih untuk diam tidak mau bertanya apapun kepada Bianca.
Bianca melihat ekpresi wajah Suster Vina yang cemberut membuat Bianca langsung memegang tangan Suster Vina.
Bianca menangis haru sehingga Suster Vina pun akhirnya luluh dengan Bianca.
" Kenapa Bianca tidak meminta ijin dulu kepada Papa Samuel,? Bianca langsung pergi begitu saja dan bagaimana jika Mama Maudy menculik Bianca kembali. Bianca yang tidak boleh kembali pulang ke rumah, Bianca yang harus terus bersama dengan Mama Maudy."
Suster Vina pun sampai meneteskan air mata nya karena dia yang merasa sangat kesal sekali dengan Bianca.
" Sekarang Suster Vina tanya yaa sama kamu, apakah sekarang kamu sudah tidak sayang dengan Mommy Zivanna? sekarang Bianca lebih sayang dengan Mama Maudy lalu kenapa Bianca yang dulu lebih memilih untuk menginginkan Mommy Zivanna untuk menikah dengan Papa, sekarang kasihan kan Mommy Zivanna."
__ADS_1
Bianca terdiam dia cemberut ketika mendengar perkataan dari Suster Vina.
" Nanti kalau Papa pulang kamu jelaskan yaa, Suster Vina sudah mengirimkan video ketika kamu bersama dengan Mama Maudy."
Bianca menganggukkan kepalanya, Bianca akan berkata jujur kepada Papa nya.
Mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah, Bianca langsung berlari ketika turun dari mobil.
Bianca masuk ke dalam kamar nya dan dia mengunci pintu kamar nya, Suster Vina hanya bisa menggelengkan kepalanya berkali-kali ketika melihat sikap Bianca.
" Sekarang Bianca seperti Mama nya dia sangat membuat aku harus ekstra sabar, ini bukan lagi Bianca yang manis seperti dulu."
Suster Vina menyiapkan makan siang untuk Bianca walau dia mengetahui jika Bianca yang sudah makan bersama dengan Maudy.
Di saat Suster Vina yang merasa kesal dengan pertemuan Bianca dan Maudy.
Di tempat lain Maudy begitu sangat bergembira sekali dia bisa bertemu dengan Bianca dan sampai mengobrol bareng.
" Lihat saja nanti Bianca akan memilih untuk tidak bersama dengan ku, bukan dengan Samuel. Bianca akan merasa nyaman bersama dengan ku, bukan bersama dengan Zivanna."
Maudy benar-benar merasa sangat puas sekali bahkan dia berencana untuk mendekorasi kamar baru di rumah nya untuk Bianca.
" Sebastian pasti akan sangat senang sekali jika dia mengetahui Bianca yang menjadi milik ku selamanya tanpa ada paksaan."
__ADS_1
Maudy pun memilih untuk pergi untuk mencari dekorasi untuk kamar anak perempuan.
Maudy merasa sangat percaya diri sekali jika dia bisa mendapatkan Bianca.