I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (63)


__ADS_3

Zivanna dan Bianca pun memakai baju piyama yang sama, Zivanna yang membelikan nya.


"Ahhh, lucu sekali yaa kita Suster Zi. Seperti kembar."


Bianca menyukai piyama pink yang bergambar bunga-bunga.


"Iyaa sayaang, nanti Suster belikan lagi yaa. Supaya kita bisa pakai baju samaan terus."


Mereka berdua pun keluar dari kamar dan ternyata Samuel dan Sesilia sudah pulang dari kantor.


Sesilia tersenyum gemas melihat baju piyama Bianca dan Zivanna yang sama.


"Astaga lucu sekali kalian berdua."


Melihat Bianca bisa tersenyum manis membuat Samuel seakan langsung melupakan apa yang sudah terjadi di kantor nya.


"Papa, coba lihat bagus sekali kan Pap. Suster Zivanna yang membelikan nya, baik sekali yaa."


Samuel menghampiri Bianca yang langsung memeluk erat tubuh nya.


"Kamu sangat cantik sekali sayang dan Papa senang jika melihat kamu tersenyum bahagia seperti ini."


Zivanna pun melihat kasih sayang yang sangat besar dari Samuel kepada Bianca.

__ADS_1


Samuel melepaskan pelukan erat nya dan dia pun menghampiri Zivanna.


"Terimakasih selalu bisa membuat Bianca tersenyum manis, kamu memang Suster yang terbaik untuk Bianca."


Zivanna pun tersenyum manis ketika Samuel mengucapkan terimakasih kepada nya.


"Sama-sama Pak Samuel, melihat Bianca bahagia itu juga yang membuat saya bahagia."


Sesilia begitu sangat yakin jika Zivanna memang yang terbaik untuk Bianca.


"Yasudah sekarang kita makan malam yaa, Bianca harus makan yang banyak yaa di temani oleh Suster Zivanna."


Bianca pun berteriak kencang dan langsung berlari menuju ke meja makan, Suster Zivanna menyiapkan makanan untuk Bianca tapi di saat Suster Zivanna mau menyuapi Bianca.


"Kamu makan yang banyak, Bianca biar saya saja yang menyuapinya."


Samuel ingin bisa lebih dekat dengan Bianca dan Zivanna pun mengambil makanan nya sendiri.


"Papa, kasihan yaa sama Suster Zivanna. Itu tandanya Papa sayang dengan Suster Zivanna."


Zivanna pun langsung terkejut ketika mendengar perkataan Bianca.


"Iya sayang Papa sayang dengan Suster Zivanna, kamu berdoa saja semoga Papa selalu sayang dengan Suster Zivanna."

__ADS_1


Sesilia selalu mendukung keinginan Bianca dan Samuel pun melirikan mata nya kepada Mama nya.


Selesai makan malam Bianca dan Zivanna pun langsung masuk ke kamar, Bianca dan Zivanna cuci muka dan sikat gigi sebelum tidur.


Zivanna selalu menemani Bianca, agar Bianca tidak pernah menolak perkataan nya.


"Suster Zi, jika Papa sayang Suster Zi apakah Suster Zi akan sayang Papa juga?."


Pertanyaan Bianca membuat Zivanna merasa bingung untuk menjawab nya, karena tidak mungkin dia mengatakan perasaan nya terhadap Bianca.


Jika kenyataan dirinya bukan hanya sayang kepada Papa tapi ingin bisa memiliki Papa nya seutuhnya.


"Sayang, Suster Zi sangat lelah sekali. Bagaimana jika kita langsung tidur saja yaa."


Zivanna mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka berdua, dia tidak mau Bianca yang membahas tentang Papa nya.


"Suster Zi lelah itu tandanya malam ini tidak ada yang membacakan buku cerita untuk aku."


Bianca kelihatan sangat sedih tapi karena Zivanna berhasil membuat Bianca melupakan pertanyaan nya.


Zivanna pun dengan semangat dia langsung mengambil dua buku cerita untuk nya.


"Dua buku cerita spesial untuk malam ini."

__ADS_1


Bianca terlihat sangat senang sekali dan Zivanna mulai membacakan buku cerita tersebut, baru saja membaca tiga halaman Bianca sudah tertidur pulas di pelukan Zivanna.


__ADS_2