I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (90)


__ADS_3

Lollyta dan Dokter Richard pergi sedangkan Zivanna dan Bianca berada di rumah.


Bianca terus saja memandangi rumah mewah milik Zivanna.


"Aku kaget sekali melihat rumah Suster Zi ini, sangat mewah sekali lebih bangus dari rumah ku di rumah."


Selesaikan sarapan Bianca pun turun dari kursi dan dia berjalan melihat keindahan rumah Zivanna.


"Kita keluar rumah yuu, di samping rumah Ibu menanam buah-buahan dan sayuran."


Bianca pun pergi bersama dengan Zivanna, Zivanna harus bisa membuat Bianca kembali tenang dan melupakan trauma yang di alami nya.


"Wah ada buah strawberry aku mau Suster Zi, bolehkah aku memetik nya?."


Zivanna pun menganggukkan kepalanya dan Bianca memetik buah strawberry tersebut.


"Rasa asam sekali tapi aku suka, di sini ada tomat juga yaa."


Bianca terlihat sangat bahagia sekali dan Bianca pun mencoba untuk menyiram buah-buahan tersebut.


"Aku sangat bahagia sekali Suster Zi."


Zivanna hanya bisa tersenyum ketika melihat Bianca yang bisa tersenyum kembali dia benar-benar merasa sangat bahagia sekali.


"Setelah kejadian ini Bianca pasti akan merasa trauma ketika dia bertemu dengan Mama nya, Bianca semakin tidak mau menerima kehadiran Mama nya."

__ADS_1


Zivanna menghampiri Bianca, dan Bianca memeluk Zivanna.


"Sayang apakah kamu merasa lebih tenang sekarang,? apakah masih ada perasaan takut yang kamu rasakan sekarang."


Bianca menggangukan kepalanya dengan wajah yang sedih.


"Aku masih merasa takut dan aku pun seperti tidak mau sekolah, aku ingin pindah sekolah. Aku takut Mama kembali datang dan membawa aku pergi jauh."


Bianca kembali menangis dan Zivanna mencoba untuk menenangkan perasaan Bianca.


"Memang tidak mudah untuk melupakan apa yang sudah terjadi, kamu anak yang hebat dan pemberani sekali. Malam-malam kamu naik taksi sendirian, sayaaaaang beruntung sekali tidak terjadi apa-apa dengan kamu."


Zivanna pun menangis dia merasa sangat tidak tega sekali untuk membayangkan nya.


Zivanna pun menghapus air mata nya dan mereka berdua pun melanjutkan untuk mengambil buah-buahan yang sudah matang serta banyak nya sayuran.


"Suster Zi, bagaimana jika kita memasak sayuran tersebut. Untuk makan siang kita berdua, makan sayuran itu kan sehat."


Zivanna terdiam bagaimana mungkin itu bisa terjadi sedangkan dirinya yang tidak bisa memasak, Zivanna bisa masak telor dadar itu karena Bianca yang mengajarinya.


Bianca melihat wajah Zivanna yang seperti kebingungan sekali.


"Suster Zi tidak usah hawatir kita bisa lihat cara masak nya di internet, jadi kita bisa mengikuti nya."


Zivanna merasa kalah oleh anak usia 5 tahun yang sudah sangat pintar sekali memasak sedangkan dirinya masih saja mengandalkan pegawai rumah nya.

__ADS_1


"Baiklah sayang, tapi maafkan Suster Zivanna jika hanya bisa mengawasi Bianca memasak saja. Karena Suster Zivanna tidak bisa masak, maafkan yaa sayang."


Zivanna benar-benar merasa sangat malu sekali.


"Tidak apa-apa jangan sedih seperti itu yaa, kita belajar masak bersama-sama. Aku belajar masak karena ingin masak untuk Papa, Papa pasti merasa sangat senang sekali jika memakan masakan aku."


Mendengar perkataan Bianca, Zivanna seketika dia pun langsung bersemangat sekali. Karena dia yang berhalusinasi bisa menikah dengan Samuel, itu tandanya Zivanna harus pintar memasak karena Samuel lebih suka masakan rumah.


"Ayo sayang bawa sayuran-sayuran nya, kita masak sekarang yaa. Harus semangat yaa, supaya bisa pintar memasak, untuk Papa Samuel."


Zivanna memetik sayur kangkung, sawi dan kol putih sampai wortel, Zivanna tidak tahu jika masakan ini akan menjadi apa.


"Sudah selesai sayang jangan banyak-banyak yaa, sekarang kita pergi ke dapur yaa."


Zivanna yang begitu sangat bersemangat sekali karena dia ingin menjadi istri Samuel.


Zivanna pun sudah membayangkan jika nanti dia menjadi istri Samuel dia sampai bisa masak bekal untuk di bawa ke kantor.


Zivanna tersenyum sendiri dan membuat Bianca merasa sangat aneh sekali melihat tingkah laku Suster nya tersebut.


Zivanna mengeluarkan handphone nya dan pun mulai mencari cara memasak.


"Seperti nya untuk wortel dan kol kita buat bakwan itu kelihatan sangat mudah sekali, sayuran di potong-potong dan di campur kan oleh tepung serbaguna dan langsung di goreng. Ohhhh rasanya pasti sangat enak sekali."


Zivanna begitu sangat bersemangat sekali.

__ADS_1


__ADS_2