I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (117)


__ADS_3

Bianca berlari mencari Omah nya dia begitu sangat bahagia sekali, ketika melihat Omah nya Bianca pun langsung mengatakan apa yang sudah dia dengar.


" Omah, tadi aku melihat Papa dan Suster Zivanna berdua di kamar aku, dan mereka berdua katanya akan pergi berduaan besok Omah."


Sesilia kelihatan sangat senang sekali ketika mendengar cerita dari Bianca.


" Benarkah itu sayang, itu tandanya kamu jangan menggangu mereka berdua yaa. Biarkan Papa dan Suster Zivanna pergi bersama, agar hubungan mereka berdua bisa semakin dekat."


Bianca mengerti dengan perkataan Omah nya.


" Baiklah Omah aku mengerti Omah."


Sesilia berharap jika Samuel dan Zivanna bisa segera bersama untuk pernikahan mereka berdua.


Bianca melihat Papa yang seperti sedang mencari Bianca, Bianca pun langsung berteriak kencang sekali.


" Papa aku di sini Papa."


Mendengar teriakkan Bianca membuat Samuel pun langsung menghampiri Bianca.


" Ternyata kamu di sini, Papa mencari kamu loh sayaaaaang."


Samuel memeluk erat Bianca dan Bianca pun tersenyum bahagia di pelukan Papa nya.


Zivanna ternyata mengikuti Samuel dari belakang, dia pun langsung menghampiri Samuel dan Bianca.


Samuel melepaskan pelukan erat nya.


" Sayang, besok Papa ingin membawa Suster Zivanna ke klinik kecantikan. Papa ingin luka yang ada di wajah Suster Zivanna hilang, karena Suster Zivanna sekarang kan adalah seorang model kosmetik."


Bianca berpikir jika Papa nya yang tidak akan memberitahu kan dia jika mereka berdua akan pergi bersama ternyata Papa nya sangat jujur sekali kepada nya.


" Tidak Papa, karena omah akan mengajak aku untuk menanam sayuran. Seperti di rumah Tante Lollyta yang cantik, di pinggir rumah nya itu banyak sekali sayuran-sayuran dan buah-buah yang di tanam."

__ADS_1


Sesilia memperhatikan Zivanna yang tidak seperti biasanya, Zivanna yang kelihatan diam saja seperti patung.


" Zivanna apakah kamu baik-baik saja,? kenapa kamu kelihatan tidak seperti biasanya."


Zivanna yang masih merasa tidak percaya jika dirinya akan pergi bersama dengan Samuel hanya berdua.


" Aku baik-baik saja, aku hanya merasa sedikit sakit di wajah ku ini. Mungkin efek dari salep dari klinik yang memberikan wajah ku ini menjadi perih, tapi tidak lama juga menghilang perih nya."


Bianca pun langsung menghampiri Zivanna.


" Kasihan sekali Suster Zivanna, semoga cepat sembuh kembali. Tapi wajah Suster Zivanna tetap cantik kok, walaupun memerah seperti ini."


Bianca memuji Suster Zivanna dan melirikkan mata nya kepada Papa nya.


" Iyakan Papa, Suster Zivanna itu sangat cantik sekali kan Papa."


Samuel pun langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis.


" Tuh kan, Papa bilang Suster Zivanna itu sangat cantik sekali. Jadi Suster Zivanna tidak usah sedih, karena ada Papa yang selalu setia memuji Suster Zivanna."


Sesilia dan Samuel memilih untuk tidak masuk kerja karena menghawatirkan Zivanna begitu juga dengan Bianca yang tidak masuk sekolah.


Mereka pun terlihat seperti keluarga, ketika Samuel dan Zivanna berjalan bertiga bersama dengan Bianca.


" Kalian berdua kelihatan seperti sebuah keluarga yang sangat bahagia sekali, keluarga bahagia yang baru saja mempunyai satu anak perempuan."


Bianca pun kelihatan sangat bahagia sekali dia terus saja memegang tangan Zivanna dan Papa nya.


" Aku berharap sekali kalian berdua bisa selalu bersama, Papa dan Suster Zivanna menjadi orang tua ku."


Zivanna begitu sangat bahagia sekali ketika Bianca mengatakan hal tersebut, karena dia memang begitu sangat mencintai Papa nya.


" Sudah yaa sayang, sekarang lebih baik kita makan siang yang banyak yaa. Setelah itu kamu tidur nyenyak yaa dan bangun tidur kita jalan-jalan yaa."

__ADS_1


Bianca pun mengikuti apa yang di katakan oleh Papa nya, dia begitu bersemangat sekali makan nya dan membuat Zivanna juga mengikuti Bianca dia makan dengan sangat lahap sekali.


Samuel mengeluarkan handphone nya dan dia melihat hasil pemotretan Maudy Larissa, Samuel merasa senang karena akhirnya Maudy sudah tidak despresi lagi.


Samuel seperti terpesona dengan melihat foto-foto Maudy, sampai dia melupakan apa yang sudah di lakukan Maudy terhadap Papa nya.


" Papa lagi liat apa sih,? liat handphone sampai senyum seperti itu. Papa lagi lihat Foto Suster Zivanna yaa, tidak lihat foto nya langsung saja lihat aslinya yang lebih cantik."


Samuel pun langsung menyimpan handphone nya.


" Papa kamu sedang melihat foto Mama kamu, karena hari ini adalah jadwal pemotretan nya."


Zivanna kelihatan sangat cemburu sekali dan setelah mengatakan hal tersebut, Zivanna pun langsung pergi ke dapur.


Sesilia merasa jika Suster Zivanna itu cemburu sekali dengan Samuel yang secara tidak langsung masih mengagumi mantan istri nya.


Bianca memilih untuk berlari mengejar Suster Zivanna, setelah melihat Bianca yang pergi barulah Sesilia berani bicara dengan Samuel.


" Samuel, untuk apa kamu masih bisa tersenyum melihat foto mantan istri mu yang sudah mempunyai suami. Di saat kamu berniat untuk mengajak seorang wanita untuk pergi berdua dengan kamu,? Mama curiga seperti nya kamu ini masih mempunyai perasaan terhadap Maudy?."


Samuel langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Tidak Mam, aku tidak mempunyai perasaan terhadap Maudy. Aku hanya sekedar mengagumi saja sudah, aku tidak mungkin sampai seperti itu."


Sesilia merasa tidak percaya dengan perkataan Samuel, dia pun merasa sangat kecewa sekali dan memilih untuk pergi meninggalkan Samuel sendirian di meja makan.


Sesilia memilih untuk mencari Bianca dan Suster Zivanna.


" Mereka berdua sedang berada di mana yaa, kasihan sekali Suster Zivanna."


Sesilia pun mencari dan akhirnya bertemu.


Sesilia melihat Suster Zivanna yang sedang menangis dan Bianca memegang tissue untuk Suster Zivanna.

__ADS_1


" Seperti nya aku yang terlalu berlebih-lebihan dalam berharap sesuatu, aku yang hanya di ajak pergi berdua tapi keinginan ku sudah sangat tinggi sekali. Sekarang aku seperti mengetahui jika Pak Samuel dia belum bisa melupakan mantan istri, yang masih cantik dan mempesona di hadapan nya."


Sesilia mengerti jika dirinya berada di posisi Suster Zivanna seperti apa.


__ADS_2