
Zivanna di tinggalkan oleh Samuel begitu saja, dan Zivanna merasa bingung dia harus bagaimana.
Samuel langsung pergi dan Zivanna pun berjalan keluar Restoran.
" Aku harus membawa mobil ku yang di simpan di kantor, aku harus menunggu taksi."
Zivanna memilih untuk tidak menikmati makan siang nya, dan dia pun menunggu taksi.
Zivanna melamun bagaimana dengan rencana nya nanti malam, Samuel tidak mungkin mau bersama dengan nya.
" Aku merasa sikap yang di takutkan oleh Ayah dan Ibu sekarang aku mulai merasakan nya, aku yang merasa tidak mau di ganggu di saat sedang bersama dengan Samuel."
Taksi pun akhirnya datang dan Zivanna pun masuk ke dalam taksi tersebut, Zivanna kelihatan sangat tidak senang di perjalanan dia yang hanya bisa melamun saja.
Zivanna akhirnya sampai di kantor Samuel, dia pun langsung mengeluarkan kunci mobil nya.
Zivanna memilih untuk pergi ke kantor Ibu nya, dia ingin menenangkan pikiran nya di sana.
" Aku tidak peduli jika kedatangan ku membuat Maudy terkejut dan berbicara negatif terhadap ku, aku lebih memilih untuk mengabaikan nya."
Zivanna merasa perut nya yang sangat lapar sekali dia berharap di kantor Ibu nya ada makanan untuk nya.
" Ahhhhhh, lapar sekali aku."
Zivanna memegang perut nya dan dia pun menahan rasa lapar karena dia merasa malas untuk memberhentikan mobilnya.
Zivanna melanjutkan perjalanan sampai akhirnya sampai di kantor Ibunya.
Zivanna keluar dari mobil nya sambil memegang perut nya dan Maudy melihat nya.
" Yaa Tuhan, wanita licik itu untuk apa sih ada di sini lagi. Dia benar-benar merendahkan harga diri Lollyta, tidak puas kah dia sudah mengambil Rumah Sakit Permata."
Zivanna melihat Maudy yang memperhatikan nya, dan dia pun merasa sangat emosional sekali dia langsung menghampiri Maudy sambil memegang perut nya.
" Ada apa yaa,? melihat ku sampai segitunya."
Cara bicara Zivanna terdengar sangat sinis sekali.
" Zivanna, kamu ini wanita yang terbuat dari apa? tidak mempunyai hati nurani sama sekali yaa."
__ADS_1
Maudy benar-benar di buat emosional oleh Zivanna.
" Lalu apa kamu merasa rugi,? ingat loh aku tidak menggoda suami mu yaa. Jadi seharusnya kamu jangan sampai memiliki sifat seperti ini yaa, apakah kamu mau suami mu aku goda dan kamu langsung menjadi miskin."
Zivanna langsung pergi meninggalkan Maudy, dia masuk ke dalam ruangan ibu nya begitu saja.
" Kasihan sekali Lollyta dia pasti sangat despresi sekali dengan Zivanna, tapi kenapa Zivanna selalu memegang perut nya yaa."
Maudy mulai berpikir negatif terhadap Zivanna.
" Astaga seperti nya Zivanna sedang hamil anak Dokter Richard, ini benar-benar sangat menyakitkan sekali."
Maudy pun memilih untuk pergi karena pekerjaan nya sudah selesai, dia berniat untuk membicarakan hal ini dengan suaminya di rumah.
Lollyta menghampiri Zivanna yang memegang perut nya.
" Zivanna kenapa dengan kamu,? kenapa dengan perut mu."
Lollyta merasa sangat hawatir sekali melihat nya.
" Aku lapar buuu, hmmmmm apakah ibu mempunyai makanan."
" Bagaimana mungkin kamu bisa kelaparan seperti ini Zivanna, kamu itu kan tidak pernah telat untuk makan."
Zivanna belum bisa bercerita kepada Ibu nya sebelum dia merasa sudah kenyang.
" Hmmmm, sebenarnya aku sedang berada di Restoran. Aku sudah mau makan dengan Pak Samuel, tapi tiba-tiba saja dia mendapatkan telephone dari Suster Vina dan pergi saja meninggalkan aku sendirian di Restoran. Aku yaa memilih untuk pergi saja, karena tidak mungkin aku makan sendiri."
Apa yang di takutkan oleh Lollyta pun sekarang terlihat dari Zivanna, Zivanna yang tidak mau di ganggu waktu kebersamaan nya bersama dengan Samuel.
" Zivanna, mungkin Bianca mendadak sakit sehingga dia langsung meninggalkan mu begitu saja."
Zivanna pun langsung memandangi wajah Ibunya.
" Lalu bagaimana dengan aku yang ada di hadapannya, tidak bisakah dia sedikit bicara dengan ku. Dia langsung pergi begitu saja, seperti tidak menghargai perasaan ku."
Lollyta memegang tangan Zivanna dia mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan Zivanna.
" Zivanna, kamu yang akan menikah dengan lelaki yang sudah mempunyai anak. Kamu pasti tidak akan mempunyai waktu kebersamaan yang panjang seperti yang kamu inginkan. Jika kamu ingin tidak mau di ganggu kebersamaan mu, menikah dengan lelaki sama-sama single."
__ADS_1
Zivanna langsung terdiam ketika mendengar perkataan Ibunya.
" Ini yang di maksud Ayah dan Ibu mu, kita tidak melarang kamu tapi kamu harus bisa menerima kenyataan seperti itu."
Zivanna berdiri dari tempat duduk nya.
" Kenapa yaa sikap ku sekarang menjadi cepat berubah seperti ini, dulu aku tidak pernah merasa tidak di pedulikan seperti ini aku merasa biasa saja tapi sekarang kenapa aku jadi sensitif sekali yaa."
Zivanna merasa tidak mengerti dengan perubahan sikap nya ini.
" Zivanna, kamu lebih baik memikirkan kembali dengan keputusan mu ini yaa. Jika kamu merasa tidak mampu untuk menjadi ibu sambung lebih baik kamu tidak bersama dengan Samuel."
Lollyta meninggalkan Zivanna sendirian di dalam ruangan nya, agar Zivanna bisa berpikir dalam kesendirian nya.
" Zivanna, jangan seperti ini selangkah lagi kamu bisa mendapatkan lelaki yang kamu inginkan. Jangan sampai kamu membuat semuanya menjadi berubah, ingat kamu dulu begitu tulus sayang Bianca dan sekarang kamu tidak perlu bersikap egois seperti ini."
Zivanna melihat handphone nya dia melihat tidak ada pesan masuk dari Samuel.
Sehingga Zivanna semakin merasa sangat kecewa sekali.
" Baiklah aku akan datang untuk bertemu dengan Felix sendirian di hotel, aku tidak mau rencana ku gagal hanya karena permasalahan seperti ini."
Zivanna memilih untuk pergi ke salon kecantikan dia ingin kelihatan sempurna di hadapan Felix.
Zivanna keluar dari ruangan Ibu nya, dia melihat tidak ada Maudy.
" Kemana yaa dia, seperti nya dia sudah pergi yaa. Astaga gosip apalagi yang akan dia katakan yaa, Maudy seperti nya dia sedang berhalusinasi sekarang."
Zivanna langsung masuk ke dalam mobil nya dia menyalakan mesin mobil nya.
" Aku sudah tidak merasakan kelaparan lagi, seperti nya aku harus sedia makanan banyak di dalam mobil."
Zivanna merasa tidak sabar karena dia juga merasa tubuh sudah lama tidak di manjakan.
" Sebenarnya aku melakukan ini bukan karena Felix, tapi memang aku harus menjaga kebersihan kulit ku setiap seminggu sekali. Aku harus melihat cantik dan bersih, dan juga wangi."
Zivanna terus-menerus memandangi handphone yang sunyi senyap seperti ada sinyal.
" Apakah dia benar-benar sudah melupakan ku, yasudahlah biarkan saja sesuatu dengan keinginan nya."
__ADS_1
Zivanna pun akhirnya sampai di salon kecantikan langganan nya, dia langsung ingin secepatnya di layani.