I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *198*


__ADS_3

Bianca sampai di rumah dia kelihatan sangat sedih sekali dan berlari masuk ke kamar nya, Suster Vina mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Samuel.


* Pak Samuel, Bianca menangis ingin sekali bertemu dengan Suster Zivanna. Tapi di saat saya mencoba untuk menghubungi Suster Zivanna, handphone nya tidak aktif dan akhirnya Bianca pun menangis*


Membaca pesan dari Suster Vina, Samuel pun merasa sangat panik sekali karena Zivanna yang tiba-tiba saja menonaktifkan handphone nya.


" Seperti Bianca merasakan apa yang terjadi dengan Zivanna, aku pun merasa sangat hawatir sekali dengan Zivanna di yang sekarang sedang berada di mana tinggal bersama dengan siapa."


Samuel terus saja memegang handphone nya, dia menunggu jika Zivanna sampai menghubungi nya tapi ternyata di saat banyak orang yang menghawatirkan Zivanna.


Zivanna sangat menikmati kesendirian nya, dia begitu sangat bahagia sekali.


" Aku berharap cepat mendapatkan pekerjaan, aku sangat nyaman sekali hidup dengan kesendirian ini dan berharap Ayah dan Ibu bisa mengerti jika aku ingin bahagia dengan cara ku sendiri."


Kepergian Zivanna untuk menghindari pertemuan nya dengan Felix, Zivanna yang tidak menyukai Felix.


" Aku merasa Felix itu bukan lelaki yang baik-baik tapi aku yang tidak bisa membuktikan kepada Ayah, karena Ayah memandang Felix dari pendidikan nya yang luar biasa."


Zivanna memilih untuk keluar dari Apartemen nya, dia ingin mengisi isi kulkas nya. Zivanna keluar dari kamar dia melihat ada wanita cantik dan seksi yang keluar dari kamar Apartemen sebelah nya, Zivanna tersenyum tapi wanita tersebut mengabaikan nya.


Zivanna pun mencoba untuk tetap sabar, tapi wanita tersebut langsung membalik badan nya dia kembali melihat wajah Zivanna.


Tapi Zivanna memilih untuk memakai masker hitam nya dan berjalan cepat.


" Seperti nya aku pernah melihat wanita itu di mana yaa, aku lupa tapi sepertinya dia itu model skincare kecantikan."


Wanita tersebut pun melupakan momen tersebut dan dia pun pergi karena mempunyai kesibukan masing-masing.

__ADS_1


Ketika Zivanna masuk ke supermarket yang jarak nya tidak jauh dari Apartemen nya, dia melihat anak perempuan yang seumuran dengan Bianca.


Zivanna tersenyum melihat anak perempuan tersebut.


" Kenapa aku tiba-tiba saja merindukan Bianca yaa, aku teringat Bianca di saat bertemu dengan anak perempuan itu."


Zivanna mengeluarkan handphone dia pun lupa jika dia menonaktifkan handphone nya.


" Bagaimana yaa ini jika aku aktifkan handphone nya, maka Ayah dan Ibu akan mencari ku dan dia pasti menyuruh ku untuk kembali ke rumah."


Zivanna seketika terdiam dan dia memikirkan apa yang harus dia lakukan, dan akhirnya Zivanna pun memilih untuk mengaktifkan handphone nya demi ingin menghubungi nomer handphone Suster Vina.


Zivanna yang sudah berbelanja banyak dia memasukkan dulu barang-barang yang dia beli ke bagasi mobil dan Zivanna pun mengendarai mobil nya kembali ke Apartemen.


Walaupun jarak nya dekat tapi Zivanna memakai mobil karena banyak sekali yang dia beli untuk stok nya.


Setelah sampai di Apartemen nya, Zivanna pun langsung menghubungi Suster Vina.


" Ahhhh, akhirnya Zivanna yang menelephone."


Suster Vina pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Zivanna, kenapa nomber handphone mu tiba-tiba saja nonaktifkan membuat Bianca menangis karena sangat menghawatirkan mu loh*


* Maafkan aku yaaa, sebenarnya aku menonaktifkan handphone karena aku yang sekarang sudah tidak lagi tinggal bersama dengan orang tua ku. Aku memilih untuk pergi dan tinggal di Apartemen, aku merasa tidak nyaman sekali diam di rumah karena sekarang Felix yang selalu datang ke rumah seperti nya Ayah dan Felix sedang merencanakan untuk perjodohan.*


* Astaga lalu bagaimana dengan Pak Samuel, apakah Felix itu lelaki yang baik-baik. Bianca pasti sangat sedih sekali jika sampai pernikahan kalian berdua tidak terjadi, Bianca pasti sangat kecewa*

__ADS_1


* Untuk saat ini yang mengetahui hubungan ku dengan Pak Samuel itu hanya Ibu saja, Ayah tidak mengetahui nya mungkin jika dia sampai mengetahui nya dia pasti akan lebih memilih Felix*


Suster Vina menelephone bersama dengan Zivanna di depan pintu kamar Bianca, dan Bianca seperti mendengar Suster Vina sedang mengobrol di telephone.


" Suster Vina sedang bicara dengan siapa ya di luar, seperti nya Mommy Zivanna deh."


Bianca beranjak dari tempat duduk nya dan dia pun langsung membuka pintu kamar nya.


" Suster Vina sedang mengobrol dengan siapa di telephone,? apakah dengan Mommy Zivanna."


Suster Vina langsung memberikan handphone nya kepada Bianca dan Zivanna pun mendengar suara Bianca.


* Hallo Mommy Zi*


* Bianca sayang, Mommy rindu sekali sayang*


* Iya Mommy aku juga ingin bertemu dengan Mommy*


* Nanti sore Mommy jemput ya, kita pergi berdua ya untuk jalan-jalan yaa. Nanti Mommy bilang sama Papa Sam, dan kita langsung pergi bersama*


* Yeee, aku senang sekali Mommy Zivanna*


* Yasudah yaa, sekarang Bianca tidur siang dulu ya setelah itu kita baru bertemu yaa nanti sore*


* Baiklah Mommy*


Bianca mengembalikan handphone nya kepada Suster Vina.

__ADS_1


" Aku di suruh tidur siang oleh Mommy Zi, setelah itu Mommy Zi akan menjemput ku dan kita pergi berdua saja."


Bianca pun langsung masuk kembali ke kamar nya, Zivanna tersenyum mendengar perkataan Bianca kepada Suster Vina dan Zivanna pun memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya.


__ADS_2