I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (131)


__ADS_3

Bianca menunggu kedatangan Suster Zivanna dan Papa nya, dia yang begitu sangat menghawatirkan Suster Zivanna.


" Yasudah Omah, aku ke sekolah dengan Omah saja, aku tidak mau Suster Zivanna menjadi sakit kembali. Suster Zivanna biarkan saja dia istrirahat dulu di rumah, aku tidak masalah kok."


Bianca yang begitu sangat perhatian sekali dengan Suster Zivanna, dia tidak mau Suster Zivanna sakit.


" Baiklah semoga Suster Zivanna baik-baik saja ya, Omah selalu meminta kesehatan dan keselamatan untuk semua orang-orang yang Omah sayangi termasuk Suster Zivanna."


Akhirnya yang di tunggu-tunggu pun tiba, Suster Zivanna datang dengan Papa nya dan membuat Zivanna sampai berteriak histeris.


Suster Zivanna yang masih merasa pusing dia pun memaksakan diri untuk berlari menghampiri Bianca.


" Aku bahagia sekali Suster Zivanna sudah sembuh sekarang, aku tidak mau Suster Zivanna sakit kembali. Aku ingin Suster Zivanna selalu sehat, agar bisa kembali bersenang-senang bersama aku."


Suster Zivanna memegang kedua pipi Bianca.


" Suster Zivanna akan selalu ada bersama dengan mu sayaaaaang, Suster Zivanna akan selalu semangat."


Bianca benar-benar melupakan Papa nya yang ada di belakang nya.


" Bianca apakah kamu sudah melupakan Papa,? di saat Suster Zivanna sakit. Papa yang merawat nya, sekarang Suster Zivanna sehat itu karena Papa."


Bianca pun langsung menghampiri Papa nya.

__ADS_1


" Maafkan aku ya Papa, aku benar-benar tidak menyadari kehadiran Papa karena aku yang fokus pada Suster Zivanna."


Samuel langsung mengendong Bianca.


" Iya sayang, Papa mengerti."


Tatapan mata Bianca fokus pada mobil Papa nya.


" Papa bawa apa di dalam mobil."


Samuel menurunkan Bianca karena dia yang ingin mengetahui apa yang di bawa oleh Papa nya.


Samuel pun langsung membuka pintu garasi mobil nya, dia memperlihatkan isi dari garasi mobil nya.


Samuel pun memperlihatkan macam-macam bunga yang akan di tanam nya, dia begitu sangat bahagia bersama.


" Nanti kita tanam yaa Pap, bunga-bunga, buah-buahan, sayur-mayur di pinggir rumah kita seperti rumah nya Suster Zivanna."


Suster Zivanna pun seketika langsung terkejut ketika Bianca bicara seperti itu kepada Samuel.


" Jadi begini Pak Samuel, saya memperlihatkan foto pinggir rumah saya kepada Bianca. Orang tua aku memang sangat menyukai bertanam, karena aku yang dari keluarga kampung."


Bianca pun lupa jika dia hampir saja membocorkan identitas keluarga Suster Zivanna kepada Papa nya.

__ADS_1


" Kalau begitu kamu dan Bianca bikin tanaman yaa, buat rumah kita ini seperti rumah mu."


Bianca yang belum membuka handphone nya sampai tidak tahu pemberitaan tentang Ibu nya di media sosial.


Sesilia pun juga tidak tahu karena lebih fokus pada Suster Zivanna yang sakit.


Samuel menyuruh para pegawai nya untuk membawa semua oleh-oleh nya ke dalam rumah nya.


Sesilia menemani Zivanna dia takut Zivanna yang tiba-tiba saja pingsan kembali.


Mereka pun duduk di ruangan keluarga dan Zivanna pun masih merasa sangat pusing sekali sehingga Sesilia meminta untuk di buatkan teh manis hangat untuk Zivanna.


Di saat mereka sedang serius melihat handphone tiba-tiba Sesilia mengatakan jika Lollyta Putri pemilik Skincare Beauty di temukan tidak sadarkan diri di dalam kantor nya, tapi beruntung sekali di temukan oleh suaminya.


Zivanna yang sedang minum dia langsung terdesak dan gelas nya pun terjatuh karena tangan nya yang bergetar hebat.


Bianca yang mengetahui apa yang di rasakan oleh Suster Zivanna dia langsung pindah dan memeluk erat Suster Zivanna.


" Papa ijinkan Suster Zivanna melihat Tante Lollyta yaa, karena mereka berdua sangat dekat sekali."


Bianca meminta Papa nya untuk mengijinkan Suster Zivanna bertemu dengan Lollyta di Rumah Sakit.


" Tapi tidak untuk sekarang sayang, Suster Zivanna kan masih sakit dia butuh istirahat. Papa tidak mau kondisi Suster Zivanna yang kembali seperti sebelum nya, kondisi itu sangat menghawatirkan sekali sayang."

__ADS_1


Mata Suster Zivanna sudah berkaca-kaca dia yang merasa sangat menghawatirkan kondisi Ibunya.


__ADS_2