I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 49.


__ADS_3

Sepulang dari acara tersebut membuat Bianca lebih banyak diam tidak banyak bicara di perjalanan menuju ke ke rumah nya.


Zivanna pun seakan tidak berani untuk bertanya kepada Bianca karena dia sudah tahu penyebab nya apa.


Sesilia terus saja memandangi wajah Bianca, dia merasa Bianca yang begitu sangat kecewa sekali terhadap Mama kandung nya.


"Untuk satu atau hari ke depan kita jangan bertanya apapun dengan Bianca, biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan."


Mereka akhirnya sampai di depan pintu gerbang dan mobil langsung di masukkan ke depan rumah.


Bianca membuka pintu mobil dia pun langsung berlari keluar menuju ke kamar nya.


Samuel membiarkan nya dan Zivanna pun menghampiri Samuel.


"Pak Sam, seperti nya malam ini saya tidur di kamar saya tidak bersama dengan Bianca."


Samuel menganggukkan kepalanya dan Zivanna pun langsung pergi ke kamar nya.


Tinggal Samuel dan juga Mama nya di luar, mereka berdua memilih untuk duduk sebentar di depan rumah.


"Maudy benar-benar sangat kelewatan sekali, tapi. sekarang Mama merasa sangat senang sekali. Akhirnya Bianca mengetahui siapa Mama nya dan bagaimana sikap aslinya."

__ADS_1


Hal ini sebenarnya sangat tidak di inginkan oleh Samuel, dia ingin Maudy bisa bersikap baik dengan Bianca.


"Sudahlah Mam, lebih baik sekarang kita istirahat saja besok kita banyak pekerjaan di kantor."


Samuel masuk ke dalam rumah nya dia menuju ke kamar nya, tapi dia juga menghampiri pintu kamar Bianca.


Samuel mendengar jelas suara tangisan Bianca yang sangat kencang sekali.


"Maafkan Papa sayaaaaang."


Samuel dengan langkah kaki yang berat dia pun langsung berjalan kembali ke kamar nya.


"Mama jahat sekali, dia seperti nya memang tidak menginginkan kehadiran ku di dunia ini. Sehingga itu menjadi alasan Mama yang tidak mau mengurus ku."


Zivanna yang berada di sebelah kamar Bianca dia pun merasa sangat menghawatirkan sekali kondisi Bianca.


"Aku harus bagaimana yaa, apakah aku harus masuk ke dalam kamar nya."


Zivanna mereka sangat kebingungan sekali dan akhirnya dia pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Bianca.


Bianca seketika dia langsung terdiam ketika melihat Suster Zivanna yang datang ke kamarnya

__ADS_1


"Sayaaaaang."


Suster Zivanna duduk di samping Bianca sambil membelai rambut panjang nya.


"Semua pasti sangat berat sekali, kamu yang masih sangat kecil tapi sudah harus merasakan kenyataan kehidupan yang seperti ini."


Suster Zivanna memegang tangan mungil yang bergetar hebat.


"Bianca anak yang kuat, Bianca pasti bisa melewati semuanya yaa sayang untuk sekarang dan nanti."


Suster Zivanna tidak berani memandangi wajah Bianca yang sedih dia lebih memilih untuk menundukkan kepalanya.


"Kenapa Mama seperti itu kepada ku, padahal aku sangat merindukan nya tapi ternyata dia tidak meninggalkan kehadiran ku di dunia ini."


Tangisan Bianca pun semakin pecah dan Suster Zivanna langsung memeluk nya.


"Mungkin Mama punya alasan yang tidak bisa di jelaskan sekarang sayang, lebih baik sekarang kamu tahan emosional kamu. Jangan dulu berpikiran negatif terhadap Mama yaa."


Suster Zivanna mencoba untuk menenangkan perasaan Bianca.


"Sekarang kita tidur yaa, besok sudah mulai sekolah. Bianca anak yang pintar di sekolah, harus fokus belajar nya yaa."

__ADS_1


Suster Zivanna mencoba melepaskan pelukan erat nya dan membiarkan Bianca untuk beristirahat.


__ADS_2