
Kedua orang tua Irene keluar dari ruangan dengan wajah yang merasa bersalah, dia ingin sekali Irene bisa kembali ke rumah nya.
Zivanna hanya bisa terdiam saja, dia tidak mau ikut campur dalam urusan keluarga ini.
" Ayah, kita harus mencari tahu siapa lelaki yang menghamili Irene dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya."
Wajah Ibu Irene kelihatan sangat marah dan kesal.
" Sekarang kita jangan dulu memikirkan tentang siapa lelaki itu, sekarang yang lebih baik kita pikirkan adalah di mana tempat tinggal Irene sekarang dan bagaimana caranya Irene mau kembali bersama dengan kita. Sekarang lebih baik kita pergi dulu, agar Irene merasa tenang dan nyaman."
Kedua orang tua Irene pergi, Zivanna kembali masuk ke dalam ruangan Irene.
Zivanna melihat Irene yang terus menerus menangis sambil mengendong bayi nya, Zivanna mengambil bayi Irene.
Zivanna hawatir Irene mengalami Babyblues Syndrom.
" Irene, kamu jangan seperti ini yaa. Sudah jangan menangis kasihan kondisi bayi mu, jika kamu seperti itu akan berpengaruh terhadap kondisi asi mu."
Irene seperti tidak bisa berhenti untuk menangis.
" Aku merasa marah, aku merasa sedih. Kenapa mereka hadir di saat aku yang sudah melahirkan anak pertama ku, selama ini mereka kemana saja hanya mempertahankan karir mereka saja."
__ADS_1
Zivanna merasa sangat kasihan melihat Irene, Zivanna memberanikan bayi tersebut kepada Suster.
" Maaf ibu Irene, apakah sudah di siapkan nama untuk bayi nya?."
Irene yang sedang menangis seketika dia langsung terdiam dan melirikan mata nya kepada Zivanna.
" Hmmm namanya, Ferell Putra Irene."
Zivanna tanpa berpikir panjang dan Irene setuju untuk nama tersebut, Suster membawa bayi nya.
Zivanna menghampiri Irene, Zivanna memegang tangan Irene.
" Sekarang kamu adalah adik perempuan ku, aku mengetahui umur mu yang di bawah umur ku. Kamu semangat untuk melakukan pemulihan agar bisa bekerja membawa Ferell, kamu buktikan jika kamu itu bisa hidup tanpa bantuan Felix."
" Dari mana kamu mengetahui tentang Felix,? apakah kamu mengenal Felix?."
Zivanna tersenyum tipis kepada Irene.
" Aku di jodohkan oleh Ayah ku dengan Felix, Ayah tidak setuju aku menikah dengan lelaki yang sudah mempunyai anak. Tapi ternyata aku melihat Felix yang sering membawa wanita ke Apartemen nya, sehingga membuat aku tidak jadi menikah dengan Felix."
Irene merasa tidak menyangka jika Zivanna yang sampai akan di jodohkan dengan Felix.
__ADS_1
" Tapi beruntung sekali yaa kamu tidak jadi dengan Felix, dan bersama dengan lelaki yang tepat sayang sekali dengan mu."
Zivanna tersenyum manis sambil mengelus perut besar nya.
Di tempat yang lain Sebastian masih saja memikirkan Irene, dia menjadi pendamping Irene.
" Apakah Felix itu adalah lelaki sesungguhnya, atau dia hanya lelaki yang sebenarnya perempuan. Sudah tidak mau bertanggung jawab, dia juga tidak mau mendampingi persalinan wanita yang sedang berjuang untuk melahirkan anak pertama nya."
Sebastian masih mengingat jelas wajah Irene yang seperti melas rasa sakit yang luar biasa.
" Setelah kelahiran anak pertama nya lelaki, apakah mungkin Maudy akan melahirkan anak kedua nya. Aku rasanya ingin secepatnya Maudy melahirkan, dan ingin langsung melakukan test DNA. Jika mungkin anak tersebut bukan anak Felix, tapi tetap saja aku tidak ingin lagi bersama dengan Maudy. Aku tidak mau tidur bersama dengan wanita yang sudah tidur dengan lelaki lain, itu sangat menyakitkan untuk ku."
Sebastian fokus kembali pada pekerjaan nya, dan sekertaris muda yang selalu membuat Maudy cemburu dia datang ke ruangan Sebastian.
" Pak Sebastian ini laporan yang bapak minta."
Sebastian memperhatikan pakaian sekretaris nya yang sangat seksi sekali.
" Bagaimana istri ku tidak cemburu melihat mu, sudah cantik dan seksi sekali."
Sekertaris tersebut merasa malu dengan perkataan Sebastian.
__ADS_1
" Saya minta maaf Pak Sebastian, lain kali saya akan berpenampilan lebih sopan."
Sekertaris itu merasa sangat malu sekali dan langsung pergi meninggalkan ruangan Sebastian.