
Bianca dan Suster Zivanna pun memilih untuk diam di dalam kamar nya, Suster Zivanna merasa kasihan dengan Bianca yang harus menghabiskan waktu nya hanya di rumah saja.
"Bianca, apakah kamu merasa bosan diam di rumah?. Apakah kamu punya keinginan ingin bermain-main bersama dengan teman-teman seusia mu ?."
Bianca mulai bisa meluapkan perasaan nya terhadap Suster Zivanna.
"Papa melarang aku untuk bersosialisasi dengan banyak orang, karena Papa bilang apapun yang aku inginkan pasti akan dia berikan. Tidak mempunyai teman pun tidak masalah asalkan kebutuhan ku terpenuhi, dan aku mengikuti apa yang di inginkan oleh Papa."
Suster Zivanna merasa sangat kasihan sekali melihat Bianca yang seperti ini, dia yang harus mengikuti keinginan Papa nya.
"Dan apa yang kamu rasakan ketika kita berdua bisa bertemu seperti ini,? apakah kamu bahagia? dengan kehadiran Suster Zivanna di sini?."
Bianca pun tersenyum lebar dia benar-benar mengungkapkan perasaan hati nya kepada Suster Zivanna.
"Aku merasa sangat bahagia sekali, Suster Zi membuat aku tidak kesepian. Suster Zi seperti menghadirkan aku teman yang bisa mengetahui apa yang aku inginkan."
Bianca terlihat sangat senang sekali begitu juga dengan Suster Zivanna yang begitu sangat beruntung sekali mendapatkan Bianca.
"Kita benar-benar di persatuan untuk bersama yaa."
__ADS_1
Setelah Suster Zivanna banyak bertanya kepada Bianca, sekarang giliran Bianca yang bertanya kepada Suster Zivanna.
"Apakah Suster Zivanna itu lebih beruntung daripada aku ?."
Suster Zivanna merasa sangat terkejut dengan pertanyaan Bianca kepada nya.
"Maksudnya bagaimana yaa sayang,? Suster Zi tidak mengerti."
Suster Zivanna memandangi wajah Bianca dengan sangat serius sekali.
"Suster Zivanna lebih kaya raya dari pada aku."
"Aku melihat pakaian Suster Zi yang sangat mahal-mahal sekali, dan Suster Zi pun tidak bisa masak bahkan untuk menyalakan kompor pun Suster Zi kebingungan."
Suster Zivanna merasa sangat malu sekali ketika dia mendengar perkataan Bianca tentang dirinya.
"Hmmmm, Suster Zi adalah anak tunggal. Ayah Suster seorang Dokter Specialis Anak dan Ibu Suster seorang pembisnis."
Suster Zivanna merasa sangat berat sekali untuk mengatakan semuanya kepada Bianca.
__ADS_1
"Kenapa Suster Zi, mengaku dari keluarga sederhana di hadapan Papa dan Omah. Apakah Suster Zi yang tidak mau sombong yaa."
Bianca semakin merasa tertarik membicarakan tentang kepribadian Suster Zivanna.
"Karena Suster Zi ingin merasakan di hargai, tidak untuk Papa dan Omah saja tapi Suster Zi hanya ingin kamu saja yang mengetahui semuanya."
Suster Zivanna pun akhirnya mengatakan semuanya kepada Bianca.
"Baiklah Suster Zi, aku tidak akan memberitahu siapa pun. Aku akan menjaga rahasia kita berdua ini."
Suster Zivanna sampai menghelakan nafas panjang nya dia tidak menyangka rahasia dengan mudah di katakan kepada Bianca.
"Baiklah Sayaaaaang, waktu nya kita berdua masak yaa dan makan dan selanjutnya tidur siang."
Suster Zivanna mengantikan baju seragam Bianca mereka berdua pun keluar dari kamar nya menuju ke dapur untuk memasak.
Suster Zivanna merasa jika dia banyak sekali perkembangan dirinya setelah menjadi Suster untuk Bianca, jika dia pulang nanti dia bisa membuatkan sarapan pagi untuk kedua orang tuanya.
"Terimakasih yaa koki kecil, karena kamu Suster jadi bisa memasak."
__ADS_1
Bianca tertawa mendengar perkataan Suster Zivanna kepada nya.