I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 347


__ADS_3

Felix berlari ketika dia keluar dari ruangan Dokter Richard, tapi di saat Felix berjalan menuju ke parkiran.


Sebastian berada di depan mobil nya, sambil memainkan handphone.


" Ahhh, kenapa dia harus berada di Rumah Sakit."


Felix merasa bingung dia harus bagaimana.


" Ok Felix, kamu harus bersikap seperti tidak terjadi apa-apa."


Felix berjalan santai menuju ke mobil nya, tapi pandangan mata Sebastian terus saja memandangi nya.


" Maudy sekarang sedang di rawat di sini, dia bilang ingin bertemu dengan mu. Maudy sekarang sedang hamil, apakah keinginan nya di nama kan ngidam?."


Felix di buat salah tingkah dengan perkataan Sebastian, dia merasa binggung kenapa Maudy harus membicarakan tentang dirinya kepada suaminya.


" Oh seperti itu yaa, tapi aku minta maaf tidak bisa bertemu dengan Maudy. Aku harus buru-buru ke kantor, maafkan yaa.'


Suara Felix terdengar sangat bergetar sekali sehingga membuat Sebastian semakin yakin dengan apa yang terjadi.


Felix membuka pintu mobil nya, dia dengan cepat menyalakan mesin mobil nya.


" Apakah kamu adalah Ayah dari anak yang di kandung oleh istri ku,? sebelum Masuk melahirkan aku belum bisa memberikan Maudy dan juga bayi nya, karena aku butuh tes DNA terlebih dahulu."


Sebastian kembar masuk ke ruangan Maudy dia membawa bucket bunga mawar merah untuk Maudy.


Sebastian merasa Maudy berhasil membuat nya patah hati, di awali pernikahan yang tanpa cinta, diam-diam masih menginginkan kembali dengan mantan suami dan sekarang. Berselingkuh dengan lelaki lain, sampai hamil."


Sebastian masuk ke dalam ruangan Maudy, dia menyimpan bucket bunga mawar tersebut.


Maudy merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Sebastian yang membawa bunga untuk nya.


" Wah, terimakasih banyak kamu membawakan bunga untuk ku."


Sebastian tersenyum tipis kepada Maudy.


" Bastian, bukan kah kamu berjanji akan memberikan aku uang 2 Milyar jika aku bisa hamil."


Maudy menagih janji Sebastian.


" Akan aku berikan uang 2 Milyar tersebut karena kamu berhasil hamil, tapi tadi aku bertemu dengan lelaki muda dan tampan. Dia bernama Felix Felio, dia bertanya tentang mu dan begitu sangat terkejut ketika mengetahui kamu yang sedang hamil."


Wajah Maudy seketika menjadi pucat ketika Sebastian bercerita tentang Felix.

__ADS_1


" Dia sangat tampan sekali yaa, masih muda sudah menjadi penguasa yang sukses. Beruntung sekali jika sampai ada wanita yang hamil anak nya, anak nya akan menjadi cucu pertama yang sangat di banggakan."


Maudy menundukkan kepalanya dia tidak tahu harus berkata apa kepada Sebastian.


" Maudy, kenapa wajah mu menjadi pucat sekali. Kamu kenapa Maudy, aku tak melihat wajah mu yang ceria dan cerah seperti awal masuk ke ruangan ini."


Maudy mencoba untuk tenang dia tidak mau Sebastian menjadi curiga terhadap nya.


" Aku memikirkan lebih baik tidak usah jadi memberikan uang 2 Milyar kepada ku, lebih baik uang jadi tabungan kita berdua saja yaa."


Ekpresi wajah Maudy yang kelihatan sangat ketakutan sekali.


" Tidak apa-apa, aku akan tetap memberikan uang itu."


Sebastian mengeluarkan handphone nya, dia langsung transfer uang ke rekening Maudy.


" Uang 2 Milyar tidak begitu besar untuk ku, jika di bandingkan dengan seluruh harta kekayaan ku."


Sebastian pun langsung pergi dari ruangan Maudy, Sebastian merasa sangat kecewa sekali dengan Maudy.


Melihat Sebastian pergi, Maudy pun memikirkan perkataan Sebastian.


" Apa maksud perkataan nya itu, apakah Sebastian tidak akan memberikan harta kekayaan untuk ku."


" Dan apa maksud nya Felix harus menanyakan ku, aku berharap Felix sudah tidak akan lagi mengenal ku lagi dan tidak menginginkan cinta satu malam itu."


Maudy harus bisa tenang dia tidak boleh sampai despresi pikiran nya, Maudy harus bisa menjaga kesehatan nya.


" Maudy kamu harus tetap sehat yaa, jangan banyak pikiran."


Maudy memilih untuk beristirahat dia memaksa untuk memejamkan mata nya.


***


Samuel memilih untuk pulang ke rumah nya, dia ingin bertemu dengan Bianca.


Sebelum masuk ke dalam kamar Bianca, Sesilia menghampiri nya.


" Sam, bagaimana dengan Zivanna?. Mama sangat merindukan Zivanna, bawa kembali Zivanna ke rumah ini."


Sesilia membawa Samuel ke ruangan keluarga.


" Bagaimana mungkin aku bisa membawa Zivanna pulang, sedangkan Bianca dia tidak bisa menerima kehadiran Zivanna yang sedang hamil. Sikap Zivanna pun sekarang mulai berubah, dia tidak seperti dulu lagi."

__ADS_1


Samuel menundukkan kepalanya dia kelihatan sangat lelah sekali.


" Yasudah, nanti Mama yang akan datang ke rumah Zivanna. Mama tidak mau terkesan cuek tidak perhatian dengan Zivanna, karena bagaimana pun juga Zivanna sekarang sedang hamil cucu Mama."


Bianca keluar dari kamar nya, dia melihat ada Papa nya.


" Itu Papa, akhirnya Papa pulang juga."


Bianca langsung berlari menuju ke Papa nya.


" Papa, kenapa Papa baru pulang?."


Bianca memperlihatkan ekspresi wajah yang kesal.


" Bianca, Papa mu harus memperhatikan Mommy Zivanna. Jika kamu tidak mau Papa tidak diam di rumah, biarkan Mommy Zivanna tinggal kembali di rumah kita."


Samuel sudah merasa sangat pusing sekali dengan sikap Bianca.


" Yasudah jika Mommy Zivanna mau tinggal di rumah ini silahkan saja, tapi awas saja jika dia hanya ingin berdua dengan Papa saja."


Samuel yang sudah tidak ingin berdebat dengan Bianca dia memilih untuk pergi ke kamar nya.


" Papa kok pergi sih, Papa kenapa tidak mau bicara sama aku."


Bianca mencoba untuk berlari menghampiri Papa nya, tapi Sesilia menahan nya.


" Biarkan Papa menyendiri, sudah lebih baik kamu bersama dengan Suster Vina saja."


Suster Vina menghampiri Bianca.


" Apakah Ibu Sesilia sudah mengetahui jika Bu Maudy sekarang sedang hingga juga."


Suster Vina sengaja memberitahu kepada Sesilia di hadapan Bianca.


" Wah, Bianca kamu ternyata akan membuat dua adik langsung yaa."


Bianca merasa tidak sudah dengan pembicaraan ini dia pun langsung pergi berlari menuju ke kamar nya.


" Semoga saja Bianca bisa berubah, karena saya merasa kasihan dengan Bu Zivanna."


Sesilia memiliki pemikiran yang sama.


" Maudy memang sangat keterlaluan sekali yaa, sekarang dia pun akhirnya hamil dan Bianca pun benci dengan nya."

__ADS_1


Suster Vina pun memilih untuk pergi ke kamar Bianca.


__ADS_2