
Lollyta sampai di kantor dia melihat Maudy yang tidak seperti biasanya, dia lebih diam dan tidak banyak bicara seperti biasanya.
Lollyta yang merasa penasaran dia pun langsung menghampiri Maudy, dia duduk di samping Maudy.
" Apakah kamu punya masalah pekerjaan,? aku melihat kamu yang lemas sekali tidak seperti biasanya."
Maudy merasa dia sekarang sedang berada di posisi sama seperti Maudy, dan tidak ada salahnya dia menceritakan semuanya kepada Maudy.
" Bagaimana rasanya ketika suami mu berselingkuh dengan wanita lain,? wanita yang masih muda dan cantik."
Lollyta tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut karena suaminya yang memang setia kepada nya, dan Maudy yang masih saja membahas tentang perselingkuhan sandiwara Zivanna dengan Ayah kandung nya.
Lollyta hanya bisa menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum tipis.
" Sekarang aku merasakan nya, aku begitu sangat ketakutan sekali suami berselingkuh dengan wanita cantik yaitu sekretaris nya sendiri dia begitu sangat dekat sekali dengan suami ku. Walaupun suami ku tidak membenarkan jika mereka berdua saling menyukai, tapi rasa itu pasti akan datang jika mereka berdua yang saling bertemu."
Lollyta merangkul Maudy, dia merasa sangat kasihan sekali melihat Maudy yang ketakutan kehilangan suaminya.
" Apakah rasa kepercayaan mu sudah hilang dengan suami mu,? bukan kah Sebastian itu sangat cinta kepada mu?. Kenapa kamu sekarang seperti sangat ketakutan kehilangan Sebastian, bukan kamu Ratu nya."
Maudy menyadari perkataan Lollyta, jika dia sekarang memang sangat ketakutan kehilangan Sebastian karena Zivanna yang dekat dengan Samuel.
__ADS_1
" Aku melihat kamu yang masih mempunyai perasaan terhadap Samuel,? aku merasa kamu yang ingin kembali dengan Samuel karena kamu yang merasa sangat menyesal meninggalkan Bianca hanya untuk menikah dengan Sebastian dan berharap jika kalian berdua langsung bisa mendapatkan kebahagiaan, tapi kenyataannya Tuhan itu tidak tidur."
Lollyta ingin memancing Maudy untuk bisa mengungkapkan perasaan hati nya, karena Lollyta mengetahui Zivanna yang sekarang sedang berkumpul agar bisa hidup bahagia bersama dengan Samuel.
" Kenapa aku bilang jika Tuhan itu tidak tidur, di saat kamu ingin mendapatkan keturunan dari Sebastian. Tapi di sisi lain kamu mengabaikan Bianca anak kandung mu, bagaimana kamu bisa mendapatkan kepercayaan untuk menjadi seorang ibu kembali."
Maudy merasa jika apa yang di katakan oleh Lollyta memang benar adanya, dia yang mengabaikan Buang sejak kecil dan sekarang dia yang menginginkan keturunan dari Sebastian.
" Terimakasih banyak atas pencerahannya, sekarang aku menjadi sadar diri."
Lollyta pun memilih untuk pergi ke ruangan nya kembali dan Maudy merasa Lollyta memang wanita yang luar biasa.
" Dia begitu sangat sabar sekali yaa, di saat dia mengetahui suaminya selingkuh. Dia malah memperkejakan selingkuh nya di kantor nya, cari ini agar Zivanna tidak mendekati lagi suaminya."
" Aku ingin menghirup udara segar terlebih dahulu, aku ingin lebih segar lagi."
Maudy masuk ke dalam mobil dia pun mencari tempat makan yang bisa membuat dia menenangkan diri nya.
" Kenapa yaa aku sampai sekarang masih saja memikirkan siapa lelaki tampan yang sedang bersama dengan Dokter Richard, dia yang begitu sangat tampan sekali yaa dan sampai berbicara serius."
Maudy merasa jika rasa ingin tahu nya yang selalu saja tinggi, dia pun memutuskan untuk pergi kembali ke Restoran tersebut.
__ADS_1
" Lebih baik sekarang aku kembali ke Restoran itu yaa, karena ketika aku makan di sana bersama dengan suami aku tidak merasa nikmat makanan di sana. Karena pikirkan ku yang hanya tertuju pada Veronica itu, hahhhh lihat saja yaa jika sampai Veronica itu mencoba untuk mendekati suami ku aku akan Jambak rambut panjang nya."
Maudy sudah merencanakan semuanya nya, dia merasa tidak terima jika suaminya sampai di goda oleh Veronica.
Maudy sampai di Restoran tersebut tepat jam 9 pagi, sedangkan Dokter Richard janjian dengan Felix jam 10.
Maudy turun dari mobil nya, dia pun langsung masuk ke dalam dia melihat Restoran tersebut yang sangat ramai sekali.
" Seperti nya ini adalah Restoran terfavorit yaa, banyak sekali yang datang."
Maudy memilih meja yang tidak banyak orang dia pun langsung duduk dan memesan makanan dan minuman.
Maudy mengeluarkan handphone nya, dia mengirimkan pesan kepada suaminya.
* Jangan lupa makan siang ya nanti, makan siang sendiri yaa tidak harus bersamaan dengan siapapun*
Maudy masih saja berpikir negatif terhadap suaminya
Sebastian yang masih bekerja dia tersenyum membaca pesan masuk dari istrinya dan membalas nya.
* Sekarang masih jam 9, waktu nya untuk bekerja bukan waktu nya makan siang*
__ADS_1
* Bekerja bersama dengan sekretaris cantik, yang membuat ingat memperpanjang waktu bekerja nya yaa*
Sebastian memilih untuk tidak meneruskan pesan nya karena pasti akan berujung perdebatan yang tidak akan ada habisnya.