
Samuel merasa sangat merindukan Zivanna tapi dia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 22:00.
" Aku hanya menganggu waktu Zivanna saja, dan juga orang-orang bisa berpikiran negatif terhadap terhadap kita berdua."
Samuel memilih untuk pulang ke rumah nya, dia merasa sangat senang sekali ketika sudah bertemu dan bicara dengan Felix.
" Semoga saja Felix, menyadari kesalahannya. Dia tidak bisa bersama dengan Zivanna, jika dia yang selalu ingin bersama dengan banyak wanita di sekeliling nya."
Samuel masuk ke dalam kamar Bianca, dia melihat Bianca yang sudah tertidur pulas.
" Kapan Papa bisa memberitahu hari kebahagiaan bersama dengan Mommy Zivanna, sekarang Papa harus bertemu dengan Ayah nya Mommy Zivanna dan Papa berharap dia mau merestui hubungan Papa dengan Mommy Zivanna."
Samuel mencium kening Zivanna dan dia pun keluar dari kamar tersebut.
Sesilia menghampiri Samuel dia ingin menanyakan tentang hubungan nya dengan Zivanna.
" Samuel bagaimana hubungan mu dengan Zivanna,? kamu sudah tidak pantas untuk berpacaran lagi lebih baik kamu langsung saja menikah dengan Zivanna."
Samuel menundukkan kepalanya ketika Mama nya yang mempertanyakan tentang hubungan nya.
__ADS_1
" Aku sudah bertemu dengan ibunya Zivanna, dan dia seperti nya merestui hubungan ku tapi aku belum bertemu dengan Dokter Richard dia seperti nya lebih suka Zivanna bersama dengan Felix walaupun aku mengetahui jika Felix itu tidak panas bersama dengan Zivanna."
Sesilia merasa sangat kasihan sekali melihat Samuel, dia sekarang sedang memperjuangkan cinta nya kepada Zivanna.
" Jika kamu memang benar-benar ingin bersama dengan Zivanna, besok kamu datangi Dokter Richard di Rumah Sakit. Kamu bicarakan semuanya jika kamu memang mempunyai perasaan cinta yang besar terhadap Zivanna, dan berjanji lah di depan dia jika kamu tidak akan pernah menyakiti hati Zivanna."
Samuel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis kepada Mama nya.
" Iya besok aku akan bertemu dengan Dokter Richard."
Mendengar suara Papa nya membuat Bianca terbangun dari tidurnya.
Bianca menyalakan lampu kamar nya dia langsung berlari membuka pintu kamar nya.
" Papa."
Bianca berteriak kencang kepada Papa nya.
" Bianca sayang, kenapa bangun nak ini kan masih malam sayang."
__ADS_1
Bianca memeluk erat tubuh Papa nya.
" Aku rindu sekali Papa, aku juga sekarang yang tidak pernah bertemu dengan Mommy Zivanna. Hubungan Papa dan Mommy Zivanna baik-baik saja kan,? aku tidak mau Papa dan Mommy Zivanna sampai harus berpisah."
Sesilia merasa tidak tega melihat Bianca yang sampai menangis di hadapan Samuel, dia memilih untuk masuk ke dalam kamar nya.
" Hubungan Papa dan Mommy Zivanna baik-baik saja sayang, sekarang Mommy Zivanna dia sudah bekerja kembali menjadi seorang Suster jadi Suster Zivanna sibuk sayang."
Bianca melepaskan pelukan erat dan Samuel pun mencium kening Bianca.
" Sekarang kita tidur kembali yaa sayang, bersama dengan Papa yaa."
Samuel memilih untuk tidur bersama dengan Bianca karena dia juga yang merasakan sangat merindukan Bianca.
" Kalau Papa mau tidur sama aku, Papa harus ganti baju dan cuci muka dan kaki yaa. Supaya kuman-kuman tidak menempel dan pergi begitu saja ya, ayo Papa ganti baju dulu sana."
Samuel mengikuti apa yang di katakan oleh Bianca dia tidak mau membuat Bianca marah kepada nya.
Melihat Papa nya sudah selesai, Bianca pun tersenyum dan dia meminta Papa nya untuk memeluk nya sampai tertidur pulas.
__ADS_1
Bianca dari sejak bayi dia tidak pernah merasakan hangatnya pelukan dari seorang ibu, Bianca yang selalu saja di peluk oleh Papa nya.