I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *154*


__ADS_3

Samuel yang seperti harus mempertanggung jawabkan perkataan kepada Maudy, dan Bianca pun ternyata bisa merasakan apa yang dia katakan kepada Mama nya.


" Kenapa Bianca sampai bisa berbicara seperti itu yaa, aku sangat terkejut sekali."


Samuel memang merasa sangat kehilangan sosok Suster Zivanna di rumah nya, walaupun Suster Zivanna yang hanya beberapa bulan saja berada di rumah nya.


" Zivanna apakah memang aku merasakan perasaan ini di saat kita berdua berada di hotel bersama, aku yang menemani mu semalam di saat kamu yang sedang sakit."


Samuel menghelakan nafas panjang nya, dia pun menjadi terus saja memikirkan Zivanna.


Sesilia masuk ke dalam ruangan Samuel dia melihat Samuel yang seperti sedang memikirkan sesuatu, Samuel yang sampai memejamkan mata nya.


" Kenapa dengan mu Samuel, siapa yang sekarang sedang kamu pikirkan? Maudy atau Zivanna?. Mereka berdua yang ada di pikiran mu, masa lalu dan masa depan tapi Mama ingin mendengar penjelasan dari Zivanna dengan dua yang harus menjadi wanita simpanan Dokter Richard, karena kita tidak tahu kan apa penyebab nya."


Samuel ntah mengapa dia tidak percaya dengan kabar tersebut apalagi datang nya dari Maudy yang jelas-jelas membenci Zivanna.


" Bianca semakin membenci Maudy, setelah dia melihat Maudy yang akan menampar wajah Suster Vina hanya karena Maudy tidak menerima jika Suster Zivanna bisa bertemu dengan Maudy sedangkan dirinya di larang."


Samuel seperti mengalihkan pembicaraan mereka berdua akan fokus pada Bianca, dan melupakan perkataan nya yang mempunyai perasaan terhadap Zivanna.


" Kenapa Maudy tidak bisa menahan emosi nya di hadapan Bianca, ini adalah kesalahan yang dia buat sendiri. Dia ingin bisa bersama dengan Bianca, tapi dia tidak mau memperlihatkan sisi terbaik nya untuk Bianca."


Sesilia merasa sangat bingung sekali.


" Dan apakah ini akan berefek pada Suster Zivanna,? jika terjadi sesuatu dengan Suster Zivanna dia yang melakukan semuanya."


Perkataan Samuel membuat Sesilia merasa sangat ketakutan sekali.


" Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan Zivanna, Mama hawatir Zivanna akan di bunuh orang Maudy."


Pikiran Sesilia ternyata lebih menakutkan dari Samuel.


" Jangan sampai terjadi seperti itu, itu sangat menakutkan sekali Mam."

__ADS_1


Sesilia yang berpikir jika Maudy yang pernah despresi, dia bisa melakukan apapun jika sudah tidak bisa mengendalikan emosi nya.


" Yasudah Samuel kembali ke pembicaraan awal kita yaa, jika kamu ingin serius dengan Zivanna. Besok Mama ingin berbicara dengan Zivanna, berbicara tentang kehidupan nya yang seperti apa."


Sesilia pun keluar dari ruangan Samuel sedangkan Samuel yang hanya bisa terdiam saja.


" Mungkin sudah saatnya aku mulai membuka hati ku ini, untuk kehadiran Zivanna."


Samuel sebenarnya merasa sangat ragu sekali tapi dia juga tidak mau Bianca yang selalu saja sendiri, Bianca yang harus tergantung oleh Suster.


Samuel mengeluarkan foto kebersamaan bersama dengan Maudy, foto yang diambil ketika mereka berdua baru saja mempunyai Bianca.


Samuel masih menyimpan foto kebersamaan tersebut di dalam laci kerja nya.


" Dulu aku pernah berpikir bisa mempunyai cinta pertama dan terakhir sampai menikah dan hanya takdir yang melepaskan kita berdua, tapi ternyata itu tidak dapat aku rasakan cinta pertama ku pergi bersama dengan lelaki pilihan nya."


Rasa kecewa Samuel kepada Maudy sangat besar sekali, sehingga dia selalu membenci Maudy setelah mengingat apa yang sudah terjadi dengan dirinya di masa lalu.


Samuel menyimpan kembali foto tersebut dan dia berdiri dari tempat duduk nya, Samuel memilih untuk keluar dari ruangan dia ingin makan siang di luar.


Sesilia memperhatikan Samuel yang kelihatan sangat kebingungan sekali, Samuel yang seperti masih ragu jika dia bisa bersama dengan Zivanna.


" Zivanna yang masih muda dan sangat cantik membuat Samuel merasa sangat ketakutan sekali untuk mendapatkan nya, Samuel takut jika Zivanna yang bisa meninggalkan seperti yang di lakukan oleh Maudy kepada nya."


Sesilia ingin sekali membuat Samuel bisa menutup kenangan masa lalu nya, dan membuka lembaran masa depan nya bersama dengan Zivanna.


Sesilia pun mengeluarkan handphone dia ingin mengirimkan pesan kepada Zivanna.


* Zivanna, besok saya ingin bertemu dengan mu. Maafkan saya yang langsung menyuruh mu pergi dari rumah tanpa mendengarkan penjelasan dari mu dulu*


Zivanna yang sedang berada di kantor Ibunya dia pun merasa sangat terkejut sekali ketika Sesilia ingin bertemu dengan nya.


" Bu Sedikit ingin meminta aku untuk menjelaskan semuanya, apa yang harus aku jelaskan yaa. Jika aku menjelaskan semuanya terbongkar semuanya jika aku ini adalah siapa, dan permainan ku dengan Maudy langsung berakhir."

__ADS_1


Zivanna memegang handphone dia kelihatan sangat kebingungan sekali, Lollyta masuk ke dalam ruangan dia kelihatan seperti sangat kesal sekali.


" Maudy Larissa, dia tidak profesional sekali ya dalam bekerja. Dia itu adalah Brand Ambassador tapi di saat di harus bekerja dia tiba-tiba saja menghilang begitu saja, pada nanti sore dia harus menyiapkan untuk menjelaskan skincare terbaru di sebuah stasiun televisi yang mengundang kita."


Zivanna yang mendengar perkataan Ibu nya dia merasa Maudy yang masih merasa kesal dengan kejadian tadi bersama dengan nya.


" Seperti nya Maudy masih kesal Bu, sudahlah tegur saja dia. Telephone dia Bu marahin saja dia sampai pingsan, aku semakin tidak menyukai nya."


Lollyta pun melihat Zivanna yang semakin mempunyai permasalahan besar dengan Maudy.


Lollyta pun langsung mengeluarkan handphone dia mencoba untuk menghubungi nomer handphone Maudy.


Tapi ternyata nomber handphone Maudy yang tidak aktif.


" Nomber handphone nya tidak aktif."


Lollyta merasa sangat kebingungan dia bisa rugi besar jika Maudy tidak mau tampil di televisi.


" Yasudah yaa Mama, aku pulang yaa tugas ku sudah selesai kan. Aku ingin beristirahat di rumah dan menikmati begitu indah nya dunia ku ini, dunia yang penuh dengan permasalahan kehidupan ku ini."


Zivanna keluar dari ruangan Lollyta, dan dia melihat Zivanna yang menatap mata dengan sangat tajam sekali.


Zivanna memilih untuk memakai kacamata hitam nya, dia tidak mau berdebat dengan Maudy.


Melihat Zivanna pergi, Maudy pun masuk ke dalam ruangan Lollyta dan Lollyta merasa sangat terkejut sekali dengan kedatangan Maudy.


" Tadi aku menghubungi nomer handphone mu, tapi tidak aktif. Kamu membuat ku kebingungan sekali karena nanti sore kamu harus menyiapkan tampil di acara televisi untuk mempromosikan produk skincare terbaru kita, aku berharap kamu bisa memberikan yang terbaik."


Maudy pun mengambil berkas-berkas yang harus dia hafalkan, Maudy merasa jika dirinya memang harus serius sekali dalam bekerja sekarang.


" Baiklah Bu Lollyta, saya akan mencoba memberikan yang terbaik."


Dengan ekpresi wajah yang datar Maudy pun langsung pergi dari ruangan Lollyta.

__ADS_1


__ADS_2