I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 402.


__ADS_3

Irene semakin yakin bisa mendapatkan Sebastian, tetapi di tempat yang lain Maudy sudah merencanakan sesuatu untuk Irene.


Maudy mengambil handphone nya, dia bicara dengan seseorang Maudy kelihatan sangat serius sekali.


Ketika sedang fokus menelephone tiba-tiba saja Mama nya masuk ke dalam kamar membuat Maudy mengakhiri panggilan telephone nya.


" Maudy, Mama akan datang ke rumah Sebastian. Mama masih tidak terima atas apa yang sudah dilakukan Sebastian kepada mu."


Maudy hanya bisa tersenyum saja dia tidak akan pernah melarang Mama nya, karena Maudy ingin melibatkan orang tua nya pada rencana nya


Mama Maudy keluar dari kamar, dia dengan penuh emosi akan pergi ke rumah Sebastian.


" Silahkan Mama caci maki dia, karena aku memang sudah tidak punya rasa cinta tapi aku tidak mau membiarkan Sebastian bahagia bersama dengan Irene."


Melihat Mama nya yang sudah pergi Maudy kembali membicarakan rencana nya dengan seseorang yang dia percaya.


Mama Maudy masuk ke dalam mobil nya, dia sebenarnya sangat merindukan Bianca tapi dia ingin bertemu dengan Sebastian dulu.


" Sebastian kamu tidak mempunyai perasaan, tega sekali kamu membuat anak perempuan seperti ini."

__ADS_1


Mama Maudy mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi dia ingin segera sampai di rumah Sebastian.


Seperti mempunyai sebuah pirasat Sebastian sudah sampai di rumah nya, dia pulang awal dan duduk di depan kursi rumah nya.


Ketika Sebastian sedang menikmati coffe, mobil pun datang dan masuk ke dalam halaman rumah nya.


Sebastian menyimpan kembali coffe nya, dia melihat ternyata Mama mertua nya yang datang.


" Sudah ku duga pasti akan datang, ntah apa yang di katakan oleh Maudy kepada Mama nya."


Sebastian berdiri dari tempat duduk nya, Mama mertua nya berjalan cepat menghampiri Sebastian.


Plaaaaakkk


" Tega yaa kamu Sebastian, kamu masukkan istri mu ke rumah sakit jiwa sedangkan kamu bersenang-senang bersama dengan wanita lain."


Sebastian memegang pipi nya, dia mencoba untuk tetap tenang.


" Maudy sudah sembuh,? Maudy sudah bisa mengarang cerita. Baguslah jika Maudy sudah sembuh, Mama bisa datang ke rumah selingkuhan Maudy untuk membawa anak lelaki nya."

__ADS_1


Plaaaaakkk


Sebastian di tampar kembali oleh Mama mertuanya.


" Kamu fitnah anak ku berselingkuh,? Padahal jelas-jelas kamu yang sedang bercinta dengan wanita lain. Sebastian, jika kamu sudah tidak punya perasaan terhadap Maudy kamu bisa kembalikan Maudy kepada saya bukan membuat Maudy seperti ini sampai dia despresi."


Sebastian merasa malas untuk berkata karena dia merasa Maudy sudah membuat cerita palsu dengan orang tuanya.


" Di mana cucu lelaki ku, aku akan mengambil nya begitu juga dengan Bianca dia akan ku ambil juga."


Sebastian memberikan alamat rumah Felix kepada Mama mertua nya, Sebastian memilih untuk masuk ke dalam rumah nya mengabaikan Mama mertua nya yang masih di luar rumah nya.


" Ahhhhhh, sakit sekali kedua pipi ku ini."


Sebastian pergi ke kamar nya, sedangkan Mama Maudy melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Felix.


Sebastian melihat mobil Mama mertua nya yang sudah pergi meninggalkan rumah nya.


" Maudy, kenapa despresi mu itu tidak bertahan lama. Semudah itu kah kamu mempermainkan nya, Maudy aku berharap kamu tidak sampai berbuat di luar batas."

__ADS_1


Sebastian mengompres kedua pipi nya, dia tidak mungkin pergi ke kantor dalam keadaan pipi yang seperti ini.


__ADS_2