I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *171*


__ADS_3

Zivanna mengawalinya hari nya dengan menjadi model untuk mengantuk Maudy untuk sementara, dia tidak menyangka dalam satu hari dia harus melayani pemotretan yang Lum menguras tenaga.


" Terkadang aku ingin bertanya kapan dia akan masuk kembali untuk bekerja, jika hanya untuk sebagai seorang pengantin aku merasa sangat malas sekali."


Zivanna mencoba untuk memberikan yang terbaik di saat ibu nya yang mencoba untuk menghampiri nya.


" Kenapa kamu seperti kurang semangat seperti ini, ayolah buktikan jika kamu itu yang terbaik lebih bagus dari Maudy."


Lollyta duduk di samping Zivanna yang masih menunggu.


" Sebenarnya apa sih alasan Ibu, memilih Maudy untuk menjadi Brand Ambassador produk milik ibu seperti tidak ada model yang lebih muda saja dia itu kan sangat licik loh Bu."


Zivanna kelihatan semakin benci Maudy di saat dia semakin cinta Samuel.


" Karena dia itu adalah seorang model yang terekam dulu nya sayang sebelum dia memperlakukan Bianca, dan dia bisa merawat kecantikan wajah nya sampe sekarang walaupun dia sudah memiliki anak."


Zivanna akhirnya mengetahui nya pantaslah dia sombong ternyata sudah senior.


" Oh seorang senior yaa sangat membanggakan sekali yaa dia, lalu sekarang bagaimana dengan kabar nya sampai kapan dia berada di rumah nya."


Zivanna kelihatan sangat malas sekali tidak seperti sebelumnya nya, mengantikan posisi Maudy seperti yang dia tunggu-tunggu.


" Kenapa sekarang kamu seperti tidak bersemangat untuk menjadi model pengganti Maudy,? bukan kah ini seperti menunjukkan jika kamu itu bisa mengantikan posisi nya."


Zivanna menggelengkan kepalanya.


" Tidak lebih baik aku menjadi model produk shampo saja, aku merasa sangat malas sekali dan berharap Maudy bisa secepatnya sembuh dari depresi nya."


Zivanna pun akhirnya memulai aktivitas nya dan Lollyta memilih kembali ke ruangan nya.


Lollyta di hampiri oleh salah satu pegawai nya yang membawakan bucket bunga dan bucket coklat.


" Bu, ini ada yang mengirimkan bucket bunga dan bucket coklat untuk Nona Zivanna dari Felix Felio."

__ADS_1


Lollyta pun langsung mengambil nya.


" Terimakasih banyak yaa."


Lollyta memasukkan bucket tersebut ke dalam ruangan nya.


" Felix seperti nya sudah mulai mau hadir di dalam hati Zivanna, dengan membawakan sesuatu yang membuat Zivanna senang."


Lollyta pun memikirkan bagaimana dengan Samuel.


" Samuel, aku susah untuk bisa menebak dia. Aku merasa jika dia yang terlalu diam dan cuek, Samuel akan kalah dengan Felix jika dia selalu datar dengan Zivanna."


Lollyta pun duduk dan memandangi bucket bunga dan coklat yang sangat mahal sekali, benar-benar menunjukkan jika Felix yang mempunyai perasaan terhadap Zivanna.


***


Di tempat yang lain Suster Vina begitu sangat menghawatirkan kedatangan Maudy yang secara tiba-tiba.


" Seperti nya Ibu Maudy memang sangat despresi sekali dia yang begitu ingin memiliki Bianca di saat Pak Samuel yang sudah mempunyai perasaan terhadap Zivanna, September itu yang membuat Bu Maudy despresi kembali memikirkan dua beban kehidupan nya."


Setelah menunggu akhirnya bell pulang pun berbunyi, Suster Vina mendekati gerbang dia yang ingin langsung membawa Bianca untuk langsung pulang.


Bianca pun akhirnya keluar dan Suster Vina langsung menarik tangan Bianca sedikit kasar.


" Ayo sayang kita harus langsung pun yaa."


Bianca merasa sangat binggung sekali ketika dia yang seperti di paksa untuk langsung masuk ke dalam mobil.


" Ada apa Suster Vina,? apakah Suster Vina melihat Mama Maudy?."


Suster Vina pun hanya terdiam terdiam saja dia binggung untuk menjawab apa.


" Jika ada Mama Maudy, aku akan berteriak kencang sekali, agar orang-orang yang ada di sekitar aku melihat nya."

__ADS_1


Suster Vina pun langsung memeluk Bianca, dia tidak mau jika Bianca sampai di perlakukan kasar oleh Maudy.


" Suster Vina sangat sayang Bianca, Suster Vina tidak mau Bianca sampai harus di sentuh oleh Mama Vina yaa."


Bianca merasakannya pelukan yang erat dan penuh cinta untuk dirinya yang di berikan oleh Suster Vina.


" Aku juga sangat sayang Suster Vina, walaupun sebenarnya lebih sayang Suster Zivanna."


Suster Vina tersenyum manis mendengar perkataan Bianca Kep nya.


" Karena Suster Zivanna itu adalah calon ibu untuk Bianca, makanya Bianca begitu sangat sayang sekali dengan Suster Zivanna."


Suster Vina melepaskan pelukan erat nya.


" Aku sangat tidak sabar sekali, aku ingin secepatnya Suster Zivanna menjadi Mommy ku. Aku tidak mau jika Papa kembali dengan Mama, Mama Maudy yang terlalu jahat untuk ku."


Bianca merasa sangat sedih sekali ketika Bianca yang harus mengetahui apa yang sudah di lakukan oleh Mama nya di masa lalu.


" Kita doakan saja yaa semoga Papa Sam, dia mau mengajak Suster Zivanna untuk segera menikah. Karena jika Suster Vina lihat, Papa Sam seperti malu-malu gitu dengan Suster Zivanna terlalu banyak diam nya."


Bianca pun menyadari hal yang karena sebelumnya dia pun pernah mendengar perkataan Papa nya yang tidak percaya diri dekat dengan Suster Zivanna karena Suster Zivanna yang terlalu cantik.


Bianca pun tidak akan pernah membiarkan semuanya terjadi.


" Seperti nya mereka berdua harus pergi bersama seperti waktu itu loh, supaya Papa merasa percaya diri bisa bersama dengan Suster Zivanna yang menurut Papa terlalu cantik untuk nya."


Sepanjang mengobrol akhirnya mereka berdua sampai di rumah, rasa tenang datang ketika sudah sampai rumah. Suster Vina yang selalu merasa hawatir dari awal perjalanan di sekolah menuju ke rumah, Suster Vina yang selalu berpikir negatif akan ada Maudy yang meminta mereka untuk keluar dari mobil nya dan membawa Bianca pergi bersama dengan nya.


Seperti biasanya setiap pintu mobil di buka Bianca langsung berlari menuju ke kamar nya, melupakan tas nya yang di bawa oleh Suster Vina.


Suster Vina berjalan cepat menuju ke kamar Bianca, dia pun menyimpan tas dan melihat Bianca yang sudah Menganti baju seragam nya.


Bianca begitu sangat pintar sekali dan mandiri dalam kepribadian nya.

__ADS_1


__ADS_2