
Samuel mulai mencari Bianca tapi dia tidak menemukan nya, dia merasa sangat gagal untuk bisa menjadi Papa yang baik untuk Bianca.
"Kamu sekarang dimana,? Papa sangat menghawatirkan mu Nak. Hanya kamu yang Papa punya, Papa mohon kembali pulang sayaaaaang."
Samuel semakin berpikiran negatif terhadap Bianca.
"Aku harus segera menemukan nya, Bianca harus segera ketemu."
Samuel keluar dari mobil dia bertanya sambil memberikan foto Bianca, Samuel benar-benar tidak tahu bagaimana lagi ketika tidak ada satu pun yang pernah melihat Bianca.
Sesilia merasa sangat bersalah sekali dia pun hanya bisa menagis karena ini semua karena kecerobohan dia.
"Bianca Maaf kan Omah sayaaaaang, semua kesalahan Omah."
Sesilia merasa sangat takut untuk menghubungi Samuel, karena Samuel pasti sangat marah sekali kepada nya.
"Semoga saja Samuel membawa kabar baik."
Samuel dia merasa sangat pusing sekali dia terpaksa pulang padahal baru jam 8 malam, tapi jika di paksakan maka dia takut terjadi sesuatu dengan nya.
__ADS_1
Melihat Samuel pulang sambil memegang kepalanya memberikan Sesilia merasa sangat takut sekali dia bertanya kepada Samuel.
Samuel pun mengabaikan Mama nya dia terus saja berjalan menuju ke kamar nya.
"Seperti nya penyakit vertigo Samuel kambuh, kalau begitu aku yang akan mencari Bianca."
Sesilia pun dia langsung keluar dan masuk ke dalam mobil nya, Sesilia harus bisa menemukan Bianca.
"Omah harus bisa menemukan mu Nak, karena semuanya kesalahan Omah."
Sesilia terus saja memandangi jalan dia lebih memilih mencari di dekat sekolah Bianca.
"Bianca sayaaaaang anak ku kamu di mana Nak, ayo cepat pulang sayang."
"Bagaimana ini tidak ada yang melihat Bianca, aku harus mencari Bianca ke mana lagi."
Sesilia mulai merasa putus asa tapi seketika dia pun merasa jika Maudy yang melakukan nya.
"Maudy, aku rasa dia yang melakukan nya. Maudy yang menculik Bianca."
__ADS_1
Sesilia langsung mengeluarkan handphone nya dia pun berniat untuk menghubungi Maudy.
Maudy yang merasa sangat ketakutan sekali dia melihat mendapatkan panggilan telephone masuk dari Sesilia.
"Ibu Sesilia, dia pasti bertanya tentang Bianca. Bagaimana ini, aku sangat takut sekali."
Maudy mengabaikan panggilan telephone tersebut, Maudy juga tidak datang ke kantor Lollyta karena dia merasa tidak akan bisa konsentrasi dalam bekerja.
Maudy hanya terdiam di kamar Apa nya, dia begitu sangat ketakutan sekali.
"Maudy seperti nya dia sengaja tidak mau menjawab panggilan telephone dari karena dia merasa sangat ketakutan sekali."
Sesilia pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Maudy.
*Maudy kamu pasti yang menculik Bianca, kembali kan Bianca sekarang juga jika tidak aku akan melaporkan mu ke kantor polisi dengan bukti besok aku akan melihat rekaman cctv di depan gerbang sekolah*
Membaca pesan dari Sesilia membuat Maudy semakin tidak bisa mengendalikan emosi nya.
"Aku tidak tahu Bianca ke mana pergi nya, aku juga sudah mencari nya tapi tidak juga ketemu. Ini semua bukan keinginan ku, aku tidak pernah menginginkan Bianca menghilang seperti ini."
__ADS_1
Maudy pun menangis histeris di dalam kamar nya sambil berteriak-teriak memanggil nama Bianca.
Maudy tidak mau jika dia sampai di laporkan ke pihak kepolisian karena memang akan ada rekaman cctv sebagai bukti yang kuat.