
Keesokan harinya, Zivanna melihat Samuel yang tidur di sofa sedangkan dirinya masih merasa sangat pusing sekali.
" Di tidak mencintai ku tapi dia yang begitu sangat perhatian dengan ku, Terimakasih banyak aku sangat bahagia sekali."
Zivanna tidak membangunkan Samuel dia menunggu Samuel bangun duluan.
" Aku ingin sekali menghubungi Ibu tapi bagaimana cara nya ya jika aku menelephone nya tidak akan bisa bebas dan di mana yaa handphone ku."
Zivanna mencari handphone nya tapi dia tidak menemukan nya dan akhirnya, Zivanna pun memaksakan diri untuk bangun dari tidur nya menghampiri Samuel yang sedang tertidur pulas di sofa.
Zivanna melihat handphone nya ternyata di pegang oleh Samuel, dan dia pun mencoba untuk mengambil nya tapi tidak bisa juga.
Dan akhirnya Zivanna pun terjatuh di pelukan Samuel dan membuat Samuel ls terbangun, Samuel begitu sangat terkejut sekali ketika Zivanna yang sudah berada di pelukan dirinya.
" Maafkan aku, aku hanya ingin mengambil handphone ku dan tidak membangunkan tapi kenapa jadi seperti ini yaa."
Zivanna kelihatan sangat malu sekali tapi dia belum juga terbangun dari atas badan Samuel.
Samuel pun mengambil handphone Zivanna, dan akhirnya Zivanna pun terbangun dan mengambil handphone nya.
" Ternyata banyak yaa."
Zivanna pun dengan perlahan dia berjalan menuju ke tempat tidur nya, Samuel merasa sangat senang sekali ternyata Zivanna yang sudah membaik kondisi nya.
" Zivanna aku mandi dulu ya, setelah itu aku akan mencari makanan untuk sarapan pagi mu yaa."
Zivanna menganggukkan kepalanya dan Samuel pun berjalan untuk mandi.
Zivanna melihat handphone nya yang di nonaktifkan membuat dia merasa sangat pulas tidur nya karena tidak ada yang menggangu nya.
" Lebih baik sekarang aku video call Bianca."
Bianca yang tidur malam dia masih tertidur pulas tapi akhirnya dia bangun ketika mendengar suara panggilan telephone pada handset nya.
__ADS_1
Bianca pun langsung mengambil handphone nya, dan dia begitu sangat bahagia sekali ketika ada panggilan Video call untuk dirinya.
* Suster Zivanna*
* Hallo sayang*
* Suster Zivanna bagaimana dengan kondisi Suster Zivanna, apakah baik-baik saja sekarang?.*
* Suster Zivanna sudah mulai membaik sayang*
* Lalu kenapa Suster Zivanna kembali ke rumah,?*
* Suster Zivanna tidak tahu sayang, yang pasti semuanya terserah Papa Samuel*
* Oh begitu ya Suster Zivanna, sekarang Papa nya di mana*
* Sekarang Papa sedang mandi sayang*
Dan ternyata Samuel yang sudah selesai mandi dia pun langsung menghampiri Zivanna karena mendengar suara Bianca.
* Hallo Bianca sayang*
* Papa kapan pulang dengan Suster Zivanna*
* Nanti siang Papa pulang dengan Suster Zivanna, tapi nanti setelah sampai rumah. Suster Zivanna harus istirahat total yaa. Dia belum bisa mengantarkan Bianca ke sekolah, kasihan Suster Zivanna*
* Lalu nanti aku berangkat sekolah nya dengan siapa Papa, dan bagaimana jika Mama datang kembali untuk menculik ku*
Zivanna pun langsung merebut handphone tersebut dari tangan Samuel.
* Suster Zivanna yang akan akan mengantarkan Bianca ke sekolah yaa, sekarang Bianca mandi ya sayang bersiap untuk berangkat ke sekolah bersama dengan Omah*
* Baiklah Suster Zivanna*
__ADS_1
Zivanna pun langsung mengakhiri panggilan video call nya.
" Bagaimana kamu bisa mengantarkan Bianca ke sekolah sedangkan tensi darah mu saja semalam 86, Zivanna kamu harus mencintai tubuh kamu juga yaa aku tidak mau sampai terulang kembali seperti semalam."
Zivanna pun menundukkan kepalanya dia yang merasa sangat bersalah sekali dan juga sangat merepotkan Samuel.
" Yasudah kamu diam di kamar, aku akan mencari bubur untuk kamu yaa."
Samuel mengelus rambut Zivanna sebelum dia pergi meninggalkan nya.
" Aku harus sehat kembali, aku harus mandi sekarang juga karena aku harus wangi."
Zivanna dengan jalan perlahan dia pun pergi ke kamar mandi, Zivanna mandi dengan cepat sekali karena dia juga mau membereskan tempat tidur yang sangat berantakan sekali.
Setelah mandi dan membereskan tempat tidur Zivanna yang berniat untuk menghubungi Ibu nya dia merasa nanti saja karena tau jika Samuel yang sebentar lagi dia datang.
Dan ternyata benar saja Samuel datang dengan membawa bubur ayam untuk mereka berdua.
Zivanna tersenyum manis kepada Samuel.
" Kamu sudah mandi dan sangat wangi sekali, terlihat seperti tidak sedang sakit.'
Samuel membelikan juga teh manis hangat untuk Zivanna.
" Terimakasih banyak."
Zivanna meminjam nya dan habis setengah gelas.
" Apakah kamu ingin aku suapi kembali seperti semalam,? kamu sangat lahap sekali makan nya."
Zivanna merasa sangat malu sekali dan dia pun langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Yasudah habiskan yaa, setelah itu minum obat dan istirahat kembali barulah kita pulang ke rumah."
__ADS_1
Zivanna pun mengikuti apa yang di katakan oleh Samuel, karena dia tahu jika Samuel itu sangat peduli terhadap nya.