I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 375


__ADS_3

Irene menangis di sepanjang perjalanan menuju ke Apartemen nya, dia sudah merasa jika karir nya berakhir.


Irene berniat untuk kembali ke rumah orang tua nya, dia merasa malu dengan perbuatannya.


Irene sampai di Apartemen dia meminta Suster nya untuk bersiap untuk pergi dari Apartemen ini.


" Kita pergi ke rumah ku saja yaa, aku sudah tidak lagi bekerja sama dengan Bu Lollyta."


Irene mengendong bayi nya, dia keluar dari Apartemen nya bersama dengan Suster.


" Seperti nya kita pergi menggunakan taksi saja yaa, karena mobil ini milik Ibu Lollyta."


Taksi akhirnya datang mereka pun langsung masuk ke dalam taksi, Irene memberikan anak kepada Suster.


" Aku harus meminta maaf kepada Ibu Lollyta."


Irene memilih untuk mengirimkan pesan kepada Ibu Lollyta.


* Ibu Lollyta maafkan saya yang tidak bisa menjaga sikap saya, saya juga berterima kasih Ibu Lollyta yang sangat baik sekali dengan saya. Sekarang saya sudah tidak lagi tinggal di Apartemen, sekarang saya kembali ke rumah orang tua saya*


Lollyta yang masih di kantor dia begitu sangat terkejut sekali membaca pesan dari Irene.


" Kenapa dengan Irene, apa yang sudah dia lakukan."


Lollyta pun mencari tahu di media sosial dan dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Zivanna yang sudah melahirkan anak pertama nya.


" Astaga Zivanna sudah melahirkan anak pertama nya, aku yang terlalu sibuk dengan pekerjaan ku."


Lollyta mencoba untuk menghubungi suaminya.


Dokter Richard yang masih bersama dengan Zivanna dia melihat panggilan telephone masuk dari Lollyta.


Dokter Richard mengabaikan panggilan telephone tersebut.


Di saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba saja Suster Vina memberikan video Maudy bersama dengan Irene.


Di saat memberikan video tersebut, Suster Vina membawa Bianca keluar dari ruangan.

__ADS_1


Zivanna begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Irene yang di sebut pelakor orang Maudy.


" Ini akan berpengaruh terhadap Irene yang menjadi idola sekarang, dia akan di bicarakan negatif oleh banyak orang."


Dokter Richard merasa sangat senang sekali ketika Irene sudah tidak berkerja bersama dengan istrinya.


" Ayah tidak suka dengan wanita itu, sikap ibu mu yang terlalu berlebih-lebihan dengan dia."


Zivanna memilih untuk diam saja padahal sebelumnya dia pun sudah bertengkar dengan Irene.


" Kenapa Irene menginginkan suami orang, kenapa dia tidak bersama dengan Felix saja."


Zivanna kelihatan sangat kesal sekali.


" Sudah yaa jangan terlalu di pikirkan ya, biarkan saja sekarang lebih baik kamu fokus saja pada Zivilia."


Zivanna pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Samuel.


" Zivanna, Ayah pulang dulu yaa sayang. Kamu baik-baik ya, jadilah ibu yang sabar dan baik."


Dokter Richard pulang dia ingin bicara dengan istrinya, Dokter Richard merasa istri nya sudah sangat keterlaluan sekali terhadap Zivanna.


Samuel selalu menyemangati istri nya, dia tidak mau Zivanna menjadi Babyblues.


" Sekarang kamu istirahat yaa, seperti nya besok pun kamu sudah bisa pulang."


Samuel membiarkan Zivanna tidur sedangkan dirinya menunggu Baby Zivilia.


Melihat Dokter Richard keluar dari ruangan Zivanna, Suster Vina meminta ijin untuk pulang.


" Pak Samuel, saya pulang duluan yaa karena Bianca besok dia harus sekolah."


Bianca bersalaman dengan Papa nya, dia berniat untuk bersalaman dengan Zivanna tapi Zivanna yang sedang tidur.


Bianca dan Suster Vina keluar dari ruangan Zivanna.


" Bianca bagaimana dengan wajah Baby Zivilia, dia mirip siapa yaa."

__ADS_1


Suster Vina mulai memancing Bianca agar mau meluapkan isi hatinya.


" Wajah nya cantik seperti Mommy Zivanna."


Suster Vina merasa senang karena Bianca yang sudah bisa menerima kehadiran adik perempuan nya.


Suster Vina berharap Bianca akan selalu baik bersama dengan adik perempuan nya.


Suster Vina dan Bianca masuk ke dalam mobil, jarak klinik yang tidak jauh dari rumah nya.


Di saat Suster Vina dan Bianca dalam perjalanan menuju ke rumah nya.


Irene dia sudah sampai di depan rumah nya, Suster yang mengasuh Feerell dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat begitu megahnya rumah Irene.


Irene memperhatikan wajah Suster nya.


" Kenapa Suster,? Seperti kaget melihat rumah saya."


Suster pun langsung tersenyum malu kepada Irene.


" Rumah ibu Irene besar sekali yaa, ini seperti istana negeri dongeng saja."


Irene mengajak Suster tersebut untuk masuk ke dalam rumah nya.


Orang tua Irene begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Irene datang ke rumah nya.


" Irene, kamu datang kembali ke rumah nak."


Ayah dan ibu Irene yang sedang menikmati makan malam dia langsung menghampiri Irene.


" Maudy sangat menyebalkan sekali dia mempermalukan aku di depan orang banyak, aku sangat malu sekali karena ini pasti akan bersangkutan dengan karir ku juga."


Orang tua Irene merasa senang karena jika tidak seperti ini Irene tidak akan pulang ke rumah nya.


Mereka langsung tertuju pada cucu mereka, Orang tua Irene merasa sangat senang sekali ketika dia bisa melihat cucu pertama nya.


Irene berjalan menuju ke kamar nya, dia sangat capek dan malu sekali.

__ADS_1


Orang tua Irene menyiapkan kamar untuk Suster yang mengurus cucu pertama nya.


__ADS_2