
Keesokan harinya Zivanna ingin melihat Bianca, dia menitipkan Zivilia kepada Suster Vina.
" Vina aku dan suamiku akan pergi ke Rumah Sakit Permata, kamu jaga Zivilia yaa."
Suster Vina dengan senang hati dia merawat Zivilia.
" Ayo sayang kita pergi, hari ini juga Maudy akan pindah ke Rumah Sakit Jiwa."
Zivanna dan Samuel mempercepat keberangkatan nya.
Ketika mereka berdua berada di dalam mobil, Zivanna bertanya kepada suaminya.
" Jika Maudy di pindahkan, lalu bagaimana nasib anak lelaki nya karena itu bukan anak Sebastian."
Samuel menyalakan mesin mobil nya dia teringat dengan perkataan Bianca yang menginginkan membawa bayi itu ke rumah nya.
" Aku akan menyuruh Sebastian udah membawa bayi itu kepada Felix dia harus bertanggung jawab atas semua yang sudah dia lakukan."
Zivanna pun langsung terdiam dan mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rumah sakit.
Di saat Zivanna dan Samuel pergi ke Rumah Sakit, Irene semakin liar dia ingin mendapatkan Sebastian.
Irene yang tidak tahu jika Maudy berada di Rumah Sakit.
__ADS_1
Irene memilih untuk datang ke kantor Sebastian untuk bertemu dengan nya.
" Dia akan menjadi milikku, karena istri nya akan menikah dengan Felix. Aku akan mendukung pernikahan Felix dengan Maudy, agar bisa mendapatkan Sebastian."
Irene masuk ke dalam mobil nya dia sampai sempat membelikan bucket bunga untuk Sebastian.
" Biarkan aku yang memulai untuk memberikan bucket bunga ini, tidak apa-apa nanti biar Sebastian yang memberikan nya untuk ku."
Sampai di depan kantor nya Irene langsung melihat Sebastian keluar dari kantor, terlihat sangat terburu-buru sekali.
Irene langsung berlari menghampiri Sebastian.
" Pak Sebastian, aku datang untuk bertemu dengan mu."
" Ini bucket bunga untuk mu, walaupun aku mengetahui jika setatus mu belum duda tapi aku rela untuk menunggu mu."
Irene memberanikan bucket bunga tersebut, Sebastian tersenyum tipis dia belum pernah di perlakukan seperti ini oleh wanita sebelum nya.
" Terimakasih banyak Nona Irene, tapi sekarang saya harus segera ke Rumah Sakit Permata yaa."
Sebastian membuka pintu mobil nya dia langsung masuk dan meninggalkan Irene sendirian.
" Rumah Sakit Permata, istri nya sakit yaa. Baiklah aku akan mengikuti nya, aku ingin mengetahui sakit apa Maudy itu."
__ADS_1
Irene berlari menuju ke dalam mobil nya dia dengan cepat mengikuti Sebastian, Irene melihat mobil Sebastian sangat cepat sekali.
" Ada apa yaa, kenapa dengan Maudy."
Irene pun mempercepat laju kendaraan sampai akhirnya Irene sampai di Rumah Sakit Permata.
Irene tidak keluar dari mobil nya, dia melihat Zivanna dan juga Samuel.
" Apakah Zivanna juga ingin bertemu dengan Maudy, untuk apa dia ingin bertemu dengan mantan istri suaminya."
Irene melihat mereka sedang mengobrol serius.
" Lebih baik aku diam di dalam mobil saja, jika mereka duduk masuk ke dalam barulah aku mengikuti mereka."
Irene terus saja memandangi mereka dan akhirnya mereka pun masuk ke dalam.
Irene keluar dari mobil nya, dia mengikuti Sebastian dan juga Zivanna.
Tapi ternyata mereka berjalan di arah yang berbeda.
" Baiklah lebih baik aku mengikuti calon suamiku saja."
Irene mengikuti Sebastian yang berjalan sangat cepat sekali, Sebastian masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
Irene pun mencoba untuk mengintip dan dia melihat Maudy yang sedang menangis histeris di hadapan Sebastian.