
Zivanna menarik tangan Bianca, dan Lollyta pun tersenyum manis kepada Zivanna.
" Semoga bisa cepat sembuh yaa Tante, karena Suster Zivanna pun sekarang juga sedang sakit. Papa sebenarnya melarang Suster Zivanna untuk datang ke sini, tapi akhirnya Papa mengijinkan Suster Zivanna dan untuk bisa pergi ke Rumah Sakit ini."
Lollyta pun langsung memperhatikan wajah Zivanna yang kelihatan pucat.
" Ibu tidak usah hawatir aku sekarang baik-baik saja hanya karena tensi ku yang rendah sehingga membuat aku seperti ini."
Zivanna yang tidak mau Samuel mencurigai nya dia pun memilih untuk pergi.
" Seperti aku harus kembali lagi ke rumah Bianca, sekarang kita harus berhati-hati yaa Buu."
Zivanna berpelukan kembali dengan Ibu nya.
" Kamu hati-hati yaa Nak, semoga kita selalu di berikan perlindungan."
Zivanna dan Bianca pun keluar dari ruangan tapi mereka bisa begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Maudy yang datang dengan mawar merah nya.
__ADS_1
Bianca seketika dia pun langsung bersembunyi di belakang Suster Zivanna.
" Hmmmm, Nona Zivanna yang baru saja pulang berlibur bersama dengan tuan nya sangat menarik sekali yaa."
Suster Zivanna pun langsung tersenyum dia seperti melihat Maudy yang merasa sangat cemburu sekali karena dirinya pergi berlibur bersama dengan Samuel.
" Tuan muda yang sangat tampan sekali dan aku sangat menyita nya, dan juga berharap bisa menjadi Mommy terbaik untuk Bianca putri kesayangannya."
Bianca sebelum bersembunyi di belakang Suster Zivanna dia memberikan diri untuk menatap wajah Mama nya.
" Aku lebih suka Papa ku bersama dengan Suster Zivanna, aku tidak akan pernah mau Papa ku bersama dengan wanita lain."
" Pintar sekali Kamu Zivanna, sampai mengajarkan Bianca bisa berbicara seperti itu. Kamu benar-benar memanfaatkan kesempatan ini yaa, kamu buat Bianca menjadi melupakan Mama kandung nya sendiri."
Zivanna memilih untuk pergi karena dia merasa sangat pusing sekali jika dirinya terus saja berbicara dengan Maudy.
" Ayo sayang lebih baik kita pergi saja, Suster semakin merasa pusing dengan perkataan Mama."
__ADS_1
Zivanna dan Bianca berjalan menuju ke mobil dengan sangat cepat sekali mereka berdua seperti mengabaikan Maudy.
" Kurang ajar sekali Zivanna, di berpengaruh tidak baik untuk Bianca. Zivanna membuat Bianca menjadi benci kepada ku, Zivanna benar-benar harus di buat menyesal."
Zivanna dan Bianca pun akhirnya sampai di depan mobil Samuel pun langsung membukakan pintu mobil dan mereka berdua dengan cepat masuk ke dalam mobil.
" Papa aku tidak suka sekali Papa, aku bertemu dengan Mama di dalam."
Wajah Bianca sampai cemberut sedangkan Suster Zivanna dia langsung memejamkan mata nya sambil memegang kepalanya.
" Kenapa sayang, apakah Mama Maudy menyakiti Suster Zivanna dengan kata-kata nya?."
Samuel seperti kebingungan sekali karena dia melihat Zivanna yang seperti tidak mau menjelaskan bahkan menjawab pertanyaan dari dirinya.
" Papa seperti nya yang menyiram kopi panas itu adalah perbuatan Mama Maudy, karena Mama Maudy dia tidak mau Papa dan Suster Zivanna bersatu seperti nya dia marah dengan Papa."
Samuel berpikir jika Maudy yang masih merasa cemburu itu tandanya dia yang masih mempunyai perasaan terhadap dirinya.
__ADS_1
Samuel pun memilih untuk langsung menjalankan mobil nya, dan dia pun langsung memikirkan Maudy di sepanjang perjalanan menuju ke rumah nya.