
Wanita tersebut mengendong Bianca, dia membawa Bianca ke dalam mobil nya.
" Ibu Melinda siapa anak perempuan ini,? Kenapa Ibu membawa ke dalam mobil?."
Bianca kelihatan seperti yang kebingungan.
" Dia Putri Belinda, aku yang sudah hilang akhirnya bisa aku temukan kembali."
Melinda kehilangan anak perempuan di saat berumur 5 tahun karena kecelakaan, hal tersebut membuat Melinda menjadi despresi dan dia di tinggalkan suami nya lebih memilih bersama dengan wanita lain.
" Aku Bianca Putri Mahendra, bukan Putri Belinda. Mungkin nama kita hampir sama, tapi aku bukan Putri Belinda."
Melinda menyuruh supir nya untuk segera menjalankan mobilnya, Bianca pun hanya bisa terdiam saja karena genggaman tangan wanita itu sangat erat sekali.
" Belinda, sebelum pulang kita pergi untuk membeli baju untuk mu yaa dan membeli mainan yang banyak."
Suster yang mengurus Melinda dia merasa sangat kasihan melihat anak perempuan yang di anggap anak kandung Melinda.
" Aku sangat lapar sekali, aku ingin makan."
Bianca memegang perut nya dia tidak membohongi perasaannya.
" Astaga kamu lapar yaa sayang, baiklah kita makan yaa."
Bianca menganggukkan kepalanya dan Suster Diana mencoba untuk bertanya kepada Bianca.
__ADS_1
" Mama mu kemana,? Apakah kamu kabur dari rumah?."
Suster Diana bicara dengan nada yang pelan.
" Iya, aku kabur dari rumah Mama aku. Aku mempunyai Mama dan Mommy, aku ingin pulang ke rumah Mommy Zivanna saja, aku tidak mau kembali ke rumah Mama."
Suster Diana merasa jika anak perempuan ini korban perceraian orang tua.
" Yasudah, nanti kamu di antarkan pulang yaa tapi untuk sekarang kamu mau kan bersama dengan Ibu Melinda dulu."
Bianca menganggukkan kepalanya dan akhirnya mereka sampai di tempat makan.
" Ayo Belinda turun sayang, katakan kamu mau makan."
Melinda memegang erat tangan Bianca, dan Bianca pun terpaksa mengikuti keinginan Melinda karena dia sangat lapar sekali.
" Sayang Ibu pergi ke toilet dulu yaa, kamu tunggu bersama dengan Suster Diana yaa."
Bianca tersenyum dan ini kesempatan Suster Diana untuk bercerita tentang Melinda kepada Bianca.
" Nama mu Bianca, sedangkan nama anak perempuan ibu Melinda Putri Belinda. Dia meninggal karena kecelakaan, di saat ibu Melinda merasa hancur karena kehilangan anak perempuan nya. Suami nya memilih untuk meninggalkan nya, dia menyalakan Ibu Melinda yang membuat anak perempuan meninggal."
Bianca merasa sangat sedih sekali ketika mendengar cerita tentang Putri Belinda.
" Orang tua mu pasti akan mencari mu, nanti jika Ibu Melinda sudah tidur Suster akan mengantarkan mu ke rumah orang tua mu yaa."
__ADS_1
Bianca seketika langsung terdiam dia yang masih trauma dengan apa yang sudah dia lihat.
" Aku belum mau pulang, aku ingin tinggal sementara di sini. Aku sedang tidak mau bertemu dengan Mama yang jahat, aku merasa sangat benci sekali dengan Mama ku."
Suster Diana melihat wajah Bianca yang sangat sedih sekali.
" Apakah kamu yakin akan bisa tinggal bersama dengan wanita yang bukan orang tua mu, Ibu Melinda pasti akan memperlakukan mu seperti Belinda."
Bianca tersenyum manis kepada Suster Diana.
" Tidak apa-apa karena aku memang sedang kurang perhatian orang tua ku, hubungan ku tidak baik dengan Mommy Zivanna dan sekarang aku sedang benci Mama Maudy dia Mama kandung ku."
Melani pun kembali dan membuat pembicaraan mereka berdua berhenti, makanan dan minuman datang.
" Ayo sayang makan yang banyak yaa sayang."
Melani menyuapi Bianca, dan hal tersebut membuat hati Bianca merasa sangat tersentuh sekali.
Di rumah Bianca di ajarkan mandi oleh Papa nya tapi di sini Bianca begitu sangat di manjakan.
" Terimakasih banyak, aku tidak pernah di suapi sebelum nya."
Suster Diana memperhatikan wajah Bianca yang kelihatan sangat sedih sekali.
" Belinda, kamu yang terlalu lama pergi meninggalkan Ibu. Sehingga kamu lupa ya sayang, setiap hari kamu selalu di suapi oleh ibu."
__ADS_1
Bianca sampai meneteskan air mata nya dia merasa sangat terharu sekali dengan kebaikan Ibu Melinda kepada nya.