I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (72)


__ADS_3

Zivanna tidak mempersiapkan apapun ketika dia akan pulang ke rumah nya, dia melihat Bianca yang masih tertidur pulas.


"Lebih baik aku menunggu sampai Bianca bangun tidur, aku tidak mau pergi di saat Bianca yang masih tertidur pulas seperti ini."


Samuel mengetuk pintu kamar Bianca dan Zivanna pun membuka nya.


"Apakah kamu sudah bersiap-siap untuk pulang,?"


Samuel tidak melihat apapun yang di bawa oleh Zivanna.


"Saya tidak membawa apa-apa Pak, karena pakaian saya banyak di sana."


Samuel melihat Bianca yang masih tertidur pulas.


"Lebih baik kamu pergi sekarang saja di saat Bianca masih tidur, karena dia pasti akan melarang mu untuk pergi."


Zivanna pun dengan berat hati dia mengikuti apa yang di katakan oleh Samuel, karena Zivanna benar-benar ingin menenangkan pikiran nya.


"Baiklah kalau begitu Pak, saya pamit pulang dulu."


Samuel hanya menganggukkan kepalanya dia menemani Bianca yang sedang tidur, Zivanna pun keluar dari kamar nya. Dan Sesilia menghampiri nya, Sesilia memeluk erat tubuh Zivanna.


"Saya sudah tahu semuanya dari Samuel, Maudy memang sangat keterlaluan sekali."


Sesilia pun melepaskan pelukan erat nya.


"Kamu hati-hati yaa dan harus kembali lagi ke sini karena Bianca sangat membutuhkan mu."

__ADS_1


Zivanna pun menganggukkan kepalanya dan dia pun langsung pergi dari rumah tersebut, Zivanna berjalan menuju ke gerbang dia menunggu taksi tapi tiba-tiba sudah ada mobil mewah yang menunggu nya.


"Nona Zivanna."


Teriak supir pribadi tersebut memangil nama Zivanna.


Seketika Zivanna pun langsung berlari karena takut di lihat oleh Samuel atau pun Sesilia.


Zivanna pun sampai merasa sangat sesak dia berlari sekencang mungkin.


"Langsung jalan yaa Pak."


Zivanna mengeluarkan handphone nya dia ingin memberitahukan kepada Ibu nya.


*Aku sudah di mobil dan sekarang menuju ke rumah*


Zivanna menyimpan kembali Handphone nya ke dalam tas nya, dia pun mulai memikirkan Bianca.


"Bagaimana yaa dengan Bianca, apakah dia akan menagis melihat aku yang tidak ada di samping nya. Astaga aku merasa jika Bianca itu seperti anak ku sendiri, membuat aku selalu memikirkan nya."


Setelah perjalanan beberapa jam akhirnya Zivanna pun sampai di rumah mewah nya, Zivanna pun langsung masuk ke dalam rumah dan menghampiri kedua orang tuanya.


Zivanna berpelukan dengan Ayah dan Ibu.


"Aku sangat merindukan kalian berdua tapi aku juga sekarang memikirkan Bianca, karena aku meninggalkan di saat dia masih tertidur pulas."


Lollyta langsung memberikan makanan kepada Zivanna dan Zivanna langsung menikmati nya.

__ADS_1


"Apakah di sana kamu di berikan makanan yang layak, tubuh kelihatan sangat kurus sekali."


Dokter Richard begitu sangat perhatian sekali dengan Zivanna.


"Sudahlah Ayah yang penting Zivanna sehat-sehat kan, masalah makanan tidak usah di permasalahkan."


Dokter Richard melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 08:00.


"Jam 09:00, Ayah sudah harus ada di Rumah Sakit. Ayah berangkat sekarang yaa."


Dokter Richard menyerah kan Zivanna kepada Lollyta, melihat suaminya sudah jauh Lollyta pun bisa berbicara bebas dengan Zivanna.


"Zivanna, Ibu berencana ingin kamu yang menjadi model untuk produk shampo terbaru ibu. Tapi bukan sebagai anak ibu sayaaaaang, kamu sebagai Suster Zivanna."


Lollyta merencanakan ini semua agar Maudy semakin meningkat rasa kesalnya, karena dia melihat dua wanita yang dia benci.


"Lalu bagaimana dengan Brand ambassador Ibu, aku sudah tidak ingin bertengkar lagi dengan nya."


Zivanna sudah sangat benci dan juga merasa malas untuk bisa bertemu dengan nya.


"Ini akan membuat nya semakin kesal, karena dia melihat dua wanita yang di benci berkerja bersama dengan dia."


Zivanna tidak bisa setuju dia juga harus membicarakan ini semua dengan Samuel.


"Seperti nya aku harus membicarakan dengan Pak Samuel, semoga saja dia memberikan ijin. Yang pasti tidak menggangu sekolah Bianca, jadwal pemotretan nya bisa di atur kan."


Zivanna pun kembali menikmati makanan nya dan Lollyta melihat Zivanna yang sangat lahap sekali tidak seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2