I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *186*


__ADS_3

Lollyta begitu sangat ketakutan sekali ketika melihat suaminya yang penuh emosi menghampiri Zivanna.


Tapi Zivanna memilih untuk langsung menutup rapat pintu kamar dia langsung mengunci nya dari dalam.


Zivanna mencoba untuk melindungi dirinya dia tidak mau sampai di sakiti fisik nya oleh Ayah nya sendiri.


Melihat Zivanna yang menutup rapat pintu kamar membuat Dokter Richard yang penuh emosi mencoba untuk menenangkan diri nya.


Lollyta pun langsung menyuruh suaminya untuk kembali duduk, dia tidak mau suaminya sampai melakukan hal yang dapat menyakiti fisik Zivanna.


" Duduklah, coba kamu ingat-ingat kembali perkataan Zivanna. Jika Felix yang sebelumnya memang belum pernah mengatakan perasaan nya ke Zivanna dan dia dengan percaya diri membawa orang tua ke sini untuk membicarakan pernikahan, bagaimana dengan perasaan Zivanna dia pasti sangat terkejut sekali."


Dokter Richard terdiam ketika mendengar perkataan istrinya.


" Ingat anak kamu itu Zivanna bukan Felix, jangan kamu selalu membela Felix."


Lollyta pun mencoba untuk masuk ke dalam kamar Zivanna, sedangkan suaminya pergi untuk kembali dan meminta maaf atas perilaku Zivanna yang kurang sopan.


" Sebelumnya saya meminta maaf atas perilaku Zivanna, karena dia mungkin merasa kaget karena belum tahu perasaan Felix kepada Zivanna."


Orang tua Felix memaklumi nya.


" Seharusnya kami yang meminta maaf karena terlalu terburu-buru sehingga Zivanna menjadi kesal seperti."


Felix merasa tidak terima dia pun langsung berkata kepada Dokter Richard.


" Zivanna berkata seperti itu seperti nya karena dia yang sudah mempunya lelaki yang lain, Zivanna yang sudah mempunya lelaki lain maka aku akan mencari lelaki itu."


Felix yang penuh emosi dia pun pergi begitu saja dari rumah Zivanna dan membuat orang tua merasa sangat malu sekali.


" Maafkan perilaku Felix, ternyata mereka berdua sama saja. Belum bisa menahan emosi nya, semoga saja ke depannya sikap mereka berdua bisa berubah."

__ADS_1


Orang tua Felix berpamitan pulang dan Dokter Richard pun memilih untuk menenangkan diri nya, dia tidak mau bertemu dengan Zivanna terlebih dahulu.


Karena Dokter Richard yang benar-benar sangat emosional sekali dengan perilaku Zivanna.


Lollyta mengetuk pintu kamar Zivanna, tapi Zivanna yang tidak membuka pintu kamar nya.


" Nak buka pintu nya sayang, ayolah bicarakan dengan ibu jika mempunyai permasalahan seperti ini yaa."


Zivanna tetap diam saja dia tidak mau menjawab nya.


" Felix benar-benar membuat aku marah, dia pikir karena dia kaya raya dan dia bisa melakukan apapun itu."


Zivanna menangis histeris dia benar-benar sangat kecewa sekali dengan sikap Felix, di saat Zivanna yang sedang menangis tiba-tiba handphone nya berdering kencang dia pun mengambil handphone nya.


Zivanna melihat panggilan telephone masuk dari Samuel, Zivanna langsung menghapus air mata dia harus bersikap biasa-biasa saja jangan sampai Samuel mengetahui Zivanna yang sedang menangis.


* Hallo Zivanna.*


Suara Zivanna yang terdengar sangat bergetar sekali dan Samuel mengetahui jika Zivanna yang sedang menangis.


Samuel berpura-pura untuk tidak menanyakan kepada Zivanna.


* Kamu sekarang sedang ada di mana,? apakah kamu sudah pulang*


* Aku sudah di rumah, aku pulang di saat Bianca yang sedang tertidur pulas*


Mendengar jawaban Zivanna, Samuel mengetahui jika Zivanna menangis karena ada permasalahan di rumah nya.


* Yasudah kamu baik-baik ya di rumah ya, jangan banyak bersedih yaa. Kita berdua pasti bisa bersama walaupun banyak permasalahan nya, kita berdua pasti bisa melewati nya*


Zivanna yang tidak kuasa menahan air mata dia pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya.

__ADS_1


Samuel mengetahui jika Zivanna yang memang sedang sedih.


" Seperti Zivanna sudah membicarakan semuanya dengan orang tua nya, dan orang tua nya tidak setuju sehingga membuat Zivanna merasa sangat sedih."


Samuel memilih untuk mengirimkan bucket bunga untuk Zivanna ke rumah nya, atas nama dia sehingga membuat orang tua tahu jika dirinya yang begitu sangat peduli terhadap Zivanna.


Samuel mengirimkan pesan kepada supir pribadi nya.


* Tolong kirimkan bucket bunga mawar merah untuk Zivanna, sekarang juga dan tuliskan nama ku di kartu nama nya*


* Baiklah Pak Samuel*


Setelah mengirimkan bunga, Samuel merencanakan untuk bisa pergi bersama dengan Zivanna dan Bianca. Samuel ingin membuat mereka berdua semakin dekat, dan Zivanna tidak selalu memikirkan apapun yang di katakan oleh orang tua nya.


" Walaupun orang tua Zivanna tidak memberikan restu dengan hubungan mu dengan Zivanna, tapi aku tetap datang untuk bertemu orang tua Zivanna walaupun apapun itu jawaban nya. Karena di hubungan ini aku yang sangat beruntung sekali mendapatkan Zivanna, dia yang begitu sangat mencintai Bianca dari pada ibu kandung nya sendiri."


Samuel memainkan handphone dia melihat foto kebersamaan dirinya dengan Zivanna.


" Bianca dia yang memotret foto kebersamaan ini, Bianca begitu sangat pintar sekali."


Samuel tersenyum dia berniat untuk mencetak foto tersebut untuk di pasang di meja kerja nya.


Sesilia masuk ke dalam ruangan Samuel, dia mempertanyakan bagaimana dengan hubungan nya dengan Zivanna.


" Bagaimana hubungan kalian berdua,? apakah sudah semakin dekat?."


Sesilia duduk saling berhadapan dengan Samuel.


" Hubungan ku dengan Zivanna baik tapi tidak untuk keluarga Zivanna, seperti nya Dokter Richard tidak bisa menerima kehadiran ku atau dia sudah mempunyai lelaki lain untuk Zivanna karena tadi di saat aku menelephone Zivanna terdengar suara yang bergetar seperti sedang menangis."


Sesilia pun hanya bisa terdiam saja karena memang pasti tidak mudah bisa menerima kehadiran Samuel yang sudah mempunyai anak sedangkan Zivanna dia merupakan anak tunggal yang sangat di banggakan.

__ADS_1


__ADS_2