I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #240#


__ADS_3

Zivanna seperti tidak mau jauh dari Samuel, dia terus saja memandangi wajah Samuel.


" Zivanna, Felix datang ke rumah dia berbicara dengan Bianca. Jika dia yang akan menikah dengan mu, dan itu yang membuat Bianca sampai menangis histeris dia tidak mau keluar dari kamar nya."


Zivanna semakin kesal dengan Felix dia yang sampai berani menghampiri Bianca.


" Kenapa Felix sampai berani seperti itu, Felix tidak mempunyai perasaan dia sampai berani melakukan hal seperti itu kepada Bianca."


Zivanna merasa sangat marah sekali ingin rasanya dia menampar wajah Felix.


" Aku pun tidak mengerti Felix sampai mencari tahu alamat rumah, ingin rasanya aku melakukan kekerasan terhadap nya tapi aku tersadar kembali Bianca yang masih membutuhkan ku saat ini."


Zivanna yang merasa sangat hawatir dia pun langsung menyuruh Samuel untuk pergi dari Apartemen nya.


" Sekarang lebih baik kamu pulang yaa, kasihan Bianca yang pasti sangat ingin bersama dengan Papa nya."


Samuel pun mengikuti apa yang di katakan oleh Zivanna.


" Terimakasih banyak Zivanna, kamu sangat baik sekali tidak egois."


Samuel kembali mencium kening Zivanna dan dia pun pergi meninggalkan Zivanna.


" Hati-hati yaa, jangan menghawatirkan ku yaa. Aku di sini baik-baik saja dan besok aku akan pergi bekerja kembali, sampai jumpa lagi yaa "


Samuel pun pergi dari Apartemen Zivanna.


Zivanna langsung mengunci pintu karena dia takut Felix yang datang ke Apartemen nya.


Zivanna terdiam dia merasa hawatir dengan Felix.


" Apakah Felix akan menyerah begitu saja, atau Felix akan membuat kekacauan di kehidupan ku."


Zivanna merasa sangat pusing sekali dia pun memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas kasur.


...*** Keesokan harinya ***...


Bianca terbangun dari tidurnya dan dia melihat masih ada Papa nya yang memeluk nya.


" Ternyata Papa tidak meninggalkan ku, Papa yang memeluk ku sampai pagi."


Bianca tidak membangunkan Papa dia memilih untuk langsung pergi mandi.


Di saat Bianca pergi Samuel terbangun dan dia mendengar suara air di kamar mandi Bianca.


" Seperti nya Bianca sedang mandi, baiklah aku akan segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor."


Samuel keluar dari kamar Bianca dan Suster Vina dia masuk ke dalam kamar Bianca.

__ADS_1


Suster Vina memperhatikan wajah Samuel yang seperti sedang menyimpan banyak masalah.


" Semoga tidak terjadi sesuatu dengan Zivanna, semoga hubungan mereka berdua tatap abadi selalu."


Suster Vina menunggu Bianca selesai mandi dia menyiapkan seragam dan buku-buku baru untuk Bianca.


Bianca langsung memakai seragam sekolah sendiri, Suster Vina melihat Bianca yang sudah bisa tersenyum manis kembali.


" Kamu sudah ceria kembali sayang, ayo kita langsung pergi ke sekolah. Suster Vina sudah menyiapkan bekal untuk kamu sarapan di dalam mobil saja yaa, kamu sudah siapkan."


Bianca pun keluar dari kamar nya bergandengan tangan dengan Suster Vina.


Berjalan menuju ke tempat makan keluarga.


" Papa dan Omah, aku pergi ke sekolah yaa."


Bianca bersalaman dengan Papa dan Omah nya.


" Iya sayang, jadi anak yang pintar yaa sayang."


Samuel memeluk erat tubuh mungil Bianca.


" Papa sayang Bianca."


Samuel mencium kening Bianca.


Setelah berpamitan dengan Papa dan Omah nya, Bianca pun masuk ke dalam mobil dia begitu sangat bersemangat sekali untuk belajar di sekolah, Suster Vina melihat Bianca yang sudah tidak sedih lagi.


Melihat Bianca yang sudah pergi, Sesilia mulai bisa bertanya kepada Samuel.


" Samuel, bagaimana dengan Felix. Mama merasa sangat menghawatirkan sekali dengan Bianca, Mama takut Felix sampai mendatangi Bianca ke sekolah."


Samuel tidak berpikir ke arah sana.


" Zivanna sudah membongkar rahasia Felix yaitu seorang pemain cinta, dia sekarang sudah tidak bisa dekat dengan Zivanna."


Sesilia sudah menduga jika Felix memang bukan lelaki yang baik-baik.


" Lalu sekarang bagaimana,? setelah Zivanna mengetahui semuanya dan apakah Felix menjadi menjauh dari Zivanna atau dia semakin menyimpan dendam kepada Zivanna."


Samuel pun terdiam dia pun merasa jika hal bukan sesuatu yang bisa membuat nya senang hati.


Samuel merasa jika Felix yang akan merencanakan sesuatu untuk Zivanna dan dirinya.


" Ingin rasanya aku bertemu dengan Felix dan membicarakan tentang perbuatan yang sampai membully Bianca ketakutan."


Samuel begitu sangat emosional sekali dia pun langsung pergi dia seperti ingin menghampiri Felix.

__ADS_1


" Samuel dia pasti menghampiri Felix, memberikan pelajaran terhadap Felix. Aku harus memberitahu Zivanna, karena hanya Zivanna yang bisa membuat Samuel diam."


Sesilia mengeluarkan handphone nya, dia langsung menelephone Zivanna. Beruntung nya Zivanna yang berkerja malam, jadi dia masih santai di rumah nya.


Zivanna mengambil handphone nya dan dia melihat ada panggilan telephone masuk dari Mama Sesilia.


" Mama Sesilia ada apa yaa pagi-pagi sekali menelephone aku, seperti sangat penting sekali deh."


Zivanna langsung menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Mama Sesilia*


* Hallo Zivanna, apakah kamu sedang sibuk bekerja sekarang*


* Tidak Mam, aku hari ini bertugas di malam hari*


* Zivanna, Mama merasa sangat menghawatirkan sekali Samuel, seperti nya sekarang Samuel dengan menuju ke kantor nya Felix. Samuel seperti nya tidak bisa menahan emosi nya kepada Felix, Mama hawatir terjadi sesuatu terhadap Felix dan Samuel*


* Baiklah Mama sekarang aku menuju ke kantor Felix*


Zivanna mengakhiri panggilan telephone nya, dia langsung mengambil tas nya.


" Jangan sampai terjadi korban jiwa, aku tidak mau rencana pernikahan ku gagal hanya karena suami ku yang masuk ke penjara."


Zivanna kelihatan sangat tergesa-gesa sekali dia pun masuk ke dalam mobil nya.


" Zivanna kamu harus tenang yaa walaupun ini semua sangat menyakitkan sekali, aku sangat menghawatirkan sekali mereka berdua sampai melakukan hal melanggar hukum."


Mobil Zivanna kalah cepat dengan mobil milik Samuel, Samuel yang sudah sampai duluan di depan kantor Felix.


Samuel turun dari mobil nya dia berjalan cepat agar bisa secepatnya sampai, Samuel meminta Satpam untuk mengantarkan nya sampai di depan ruangan Felix.


Samuel pun akhirnya sampai di depan ruangan Felix, dia mengetuk pintu dan ternyata bukan Felix yang ada di dalam melainkan ibunya.


Samuel merasa Felix yang sudah mengetahui jika dirinya akan datang ke kantor nya, Samuel memilih untuk langsung pergi begitu saja ketika melihat wajah ibu nya Felix.


" Kenapa dia langsung pergi begitu saja yaa,? sangat aneh sekali."


Samuel keluar dari kantor Felix.


" Hanya membuang-buang waktu ku saja, dia benar-benar membuat ku emosional."


Samuel masuk kembali ke dalam mobil nya, karena sebenernya dia sangat sibuk sekali.


Samuel pergi mobil Zivanna datang, Zivanna dengan cepat dia turun dari mobil nya dan berlari menuju ke ruangan Felix.


Zivanna tidak mau Samuel sampai melakukan hal yang tidak dia inginkan.

__ADS_1


__ADS_2