I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 381


__ADS_3

Di saat Felix yang sudah berencana untuk pergi ke rumah Irene, Irene memilih untuk pergi dari rumah nya dia ingin bertemu dengan Maudy.


Irene datang malam-malam agar tidak ketahuan oleh Sebastian, Irene memakai kacamata dan masker hitam.


" Aku harus bisa masuk ke dalam ruangan tersebut, Maudy harus terkejut melihat kedatangan ku ke Rumah Sakit."


Irene yang tidak mengetahui penyakit apa yang sedang di alami oleh Maudy, dia hanya ingin langsung masuk ke dalam ruangan nya.


Sesampainya di Rumah Sakit, Irene melihat suasana yang sangat sepi sekali.


Di pun berjalan cepat menuju ke ruangan Maudy.


" Tidak ada yang menjaga akhirnya aku bisa masuk ke dalam dengan aman."


Irene masuk ke dalam dia melihat Maudy yang sedang duduk dengan tatapan mata yang kosong.


" Astaga apa yang sebenarnya terjadi dengan nya, kenapa setelah melahirkan dia menjadi seperti ini yaa. Apakah dia mengalami Babyblues Syndrom, sangat menakutkan sekali."


Irene menutup pintu secara perlahan Maudy pun langsung melirikan mata nya kepada Irene.


" Untuk apa kamu datang ke sini,? Ambil saja anak ku. Aku tidak mau mengurus nya, karena dia bukan anak ku."


Irene begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Maudy.


" Apa maksud mu Maudy,? kamu tidak mau mengurus anak mu? Kenapa kamu bilang dia bukan anak mu."


Walaupun sebenarnya takut Irene mencoba untuk mendekati Maudy.


" Anak ku adalah anak lelaki mu, dia bukan anak suami ku. Suami sangat membenci nya, aku tidak mau kehilangan suamiku."


Maudy menagis histeris di hadapan Irene.


" Apa yang kamu katakan,? Maksud mu anak yang kamu lahirlah itu bukan anak dari Pak Sebastian. Lalu kamu berselingkuh,? Kamu selingkuh dengan siapa?."


Irene sempat merasa penasaran, Maudy pun tersenyum tipis kepada Irene.


" Kekasih mu yang menghamili ku, bilang kepada kekasih mu bawa anak nya. Aku tidak mau mengurus nya, aku tidak mau berpisah dengan suamiku."


Irene seakan tidak percaya dengan perkataan Maudy tapi dia juga merasa jika apa yang di katakan oleh Maudy itu benar.


" Jadi Felix yang sudah menghamili mu,? Anak mu itu adalah anak Felix."

__ADS_1


Maudy langsung tertawa mendengar perkataan Irene.


Irene tidak habis pikir kenapa Felix sampai seperti itu, tidur dengan wanita yang sudah mempunyai suami.


" Kamu pergi dari sini, aku benci melihat wajah mu. Karena kamu yang sudah merebut suamiku, pergi dari sini atau aku akan menghabis nyawa mu."


Maudy mulai mengancam Irene.


" Aku ingin memiliki suami mu, aku sangat cinta kepada suami mu. Kamu sudah berhianat dan selingkuh, kamu akan bercerai dengan suami dan kamu akan menikah dengan Felix. Sedangkan aku akan menikah dengan suamimu itu, aku sangat sayang kepada nya."


Irene memberanikan diri untuk mengatakan isi hanya kepada Maudy.


Mendengar perkataan Irene, Maudy langsung melepaskan infusan nya dia menghampiri Irene.


" Kurang ngajar, dasar wanita murahan tidak punya harga diri."


Maudy meletakkan kedua tangan nya tepat di leher Irene, sehingga membuat Irene sampai tidak bisa bernafas.


* Malam ini adalah malam terakhir untuk mu hidup."


Irene mencoba untuk meminta tolong tapi keadaan Rumah Sakit yang sangat sepi karena sudah larut malam.


" Lepaskan Maudy, kamu bisa membuat nya mati."


Sebastian melepaskan tangan Maudy yang sedang mencekik leher Irene, Sebastian pun terpaksa berbuat kasar kepada Maudy hingga akhirnya Maudy mau melepaskan Irene.


Sebastian membawa Irene keluar ruangan Maudy, Sebastian memangil suster untuk menangani Maudy.


Maudy terdengar berteriak kencang sambil berkata.


" Akan aku bunuh kau Irene, lihat saja kamu tidak akan pernah bersama dengan suamiku."


Suara Maudy begitu sangat terdengar jelas hingga akhirnya membuat Irene merasa sangat ketakutan.


Sebastian membelikan minuman untuk Irene.


" Habiskan, tangan mu sampai bergetar seperti itu."


Irene menghabiskan minuman yang di berikan oleh Sebastian.


" Terimakasih banyak yaa, jika kita tidak datang mungkin aku sudah mati di tangan Maudy."

__ADS_1


Irene memegang leher nya yang masih terasa kesakitan.


" Untuk apa kamu bertemu dengan Maudy, itu sangat berbahaya sekali untuk mu."


Sebastian mencoba untuk mengobati Irene.


" Aku merasa sangat sakit hati dengan perkataan Maudy, yang sampai membuat ku viral di media sosial aku sampai kehilangan pekerjaan ku."


Sebastian tersenyum tapi dia merasa salut dengan Irene yang sangat pemberani.


" Hmmmmmm, apakah benar anak yang di lahirkan oleh Maudy itu bukan anak mu tapi anak Felix."


Sebastian langsung terdiam ketika Irene yang akhirnya mengetahui semuanya.


" Aku tidak menyangka kamu begitu sangat sabar sekali bisa bertahan dengan wanita yang sudah tidur bersama dengan lelaki lain, bahkan kamu sampai menuggu Maudy sampai melahirkan anak nya."


Irene memandangi wajah Sebastian.


" Karena aku harus melakukan test DNA, dan setelah itu aku bisa mengetahui semuanya."


Sebastian memberikan hasil tes DNA nya kepada Irene.


" Aku akan menuggu Maudy sembuh, tapi aku akan memberikan anak lelaki ini kepada Felix dia harus mengurus nya."


Sebastian memberikan photo anak lelaki Maudy kepada Irene.


" Apakah kamu tidak merasa jika anak lelaki mu kembar,? Lihat wajah yang sangat sama sekali. Sama-sama mirip dengan Felix, Felix mempunyai dua anak lelaki yang tampan seperti dirinya."


Irene merasa tidak percaya ketika dia melihat wajah anak Maudy yang sangat mirip dengan anak nya.


" Kenapa bisa sangat mirip sekali yaa, bahkan jika sebelumnya tidak di beritahu seperti nya aku akan menganggap ini adalah anak ku."


Sebastian mengambil photo tersebut dari tangan Irene.


" Aku sudah mengirimkan photo ini kepada Felix, tapi aku merasa Felix hanya bisa diam saja tapi aku pun tidak akan diam aku akan mendatangi orang tua nya."


Sebastian memilih untuk kembali ke ruangan Maudy, sedangkan Irene dia hanya duduk terdiam.


" Anak ku sudah mempunyai adik, astaga kenapa bisa seperti ini yaa. Dan kenapa Felix sampai bisa tidur bersama dengan wanita yang sudah mempunyai suami, dari usia pun sudah sangat tua untuk nya."


Irene memilih untuk kembali pulang ke rumah nya, sekarang dia harus berhati-hati dengan Maudy.

__ADS_1


__ADS_2