
Samuel pergi ke tempat yang membuat nya nyaman dia mengendarai mobil nya dengan pikiran yang hanya kepada Zivanna dan juga Bianca.
Samuel merasa gagal dia tidak bisa membuat mereka berdua bersama seperti dulu, Samuel pun memilih untuk datang ke rumah Sebastian.
Samuel menghentikan mobil nya, dia ingin mengirim pesan kepada Sebastian terlebih dahulu.
* Sebastian aku ingin bertemu dengan Maudy, aku berharap kamu berada di rumah*
* Baiklah Samuel, aku sekarang akan segera pulang*
Samuel tidak mau hanya bertemu dengan Maudy saja.
Samuel kembali menyalakan mesin mobil nya dan beberapa jam kemudian akhirnya Samuel sampai.
Samuel melihat belum ada mobil Sebastian, dia turun dari mobil untuk menunggu kedatangan Sebastian.
Dan ternyata Sebastian pun datang mereka berdua bersalaman.
" Masuklah duluan setelah itu baru saya."
Sebastian mengikuti apa yang di katakan oleh Samuel, Sebastian masuk dan dia melihat Maudy yang sedang duduk menonton televisi.
Salah satu pelayan menghampiri Sebastian.
" Ibu Maudy sudah makan banyak sekali, saya merasa Ibu Maudy sudah sehat."
Sebastian pun langsung menghampiri Maudy.
" Seperti nya kamu sudah membaik yaa."
Sebastian menepuk pundak Maudy.
" Sebastian, aku sangat terkejut sekali."
__ADS_1
Maudy merasa sangat malu sekali Sebastian yang sudah mengetahui kondisi nya sekarang.
Maudy tidak bisa lagi manja dengan Sebastian.
" Aku tidak menyangka kamu yang sangat luar biasa sekali, baru saja kecelakaan sudah bisa duduk santai di depan televisi."
Mendengar perkataan Sebastian, Maudy pun mencoba untuk menarik perhatian kembali.
" Aku harus sehat, karena aku akan melakukan program kehamilan seperti yang sudah aku bicarakan."
Di saat Maudy mulai mencoba untuk bicara serius dia melihat Samuel datang dari pintu utama.
Maudy yang memang masih mempunyai perasaan terhadap mantan suaminya itu pun dia secara tidak sadar langsung berdiri.
Sebastian memandangi wajah Maudy yang kelihatan sangat terkejut sekali ketika melihat kedatangan Samuel.
" Selamat malam, maaf menganggu waktu kebersamaan kalian berdua. Bisakah kita bicara bertiga, walaupun sebenarnya saya ingin bicara dengan Maudy tapi saya menghargai perasaan suaminya."
Sebastian pun mengajak mereka untuk masuk ke ruangan yang sering di pakai untuk dirinya bekerja.
Setelah sampai di ruangan tersebut, Samuel langsung bicara pada inti kedatangan nya.
" Maudy, karena Bianca sekarang aku bertengkar kembali dengan Zivanna. Mungkin kamu senang mendengar nya, tapi aku tidak menyalakan Bianca karena sekarang aku tidak melihat sosok Bianca yang dulu."
Maudy tersenyum tipis ketika mendengar Samuel dan Zivanna bertengkar.
" Sekarang aku tidak mau lagi berdebat dengan mu, jika kamu ingin membawa Bianca untuk tinggal bersama dengan mu silahkan saja."
Maudy yang akan melakukan program kehamilan dia merasa bukan saat yang tepat untuk Bianca bersama dengan nya.
" Hmmm, aku akan melakukan program kehamilan."
Samuel melirikan mata nya kepada Sebastian.
__ADS_1
" Untuk tinggal bersama dengan ku seperti tidak bisa sekarang, tapi jika program kehamilan ku berhasil Bianca bisa tinggal bersama dengan ku di sini."
Maudy tidak mau program kehamilan nya gagal karena kehamilan yang akan membuat dirinya mendapat semuanya.
" Oh intinya kamu itu tidak mau Bianca tinggal bersama dengan mu di sini,? Program kehamilan bukan alasan karena Bianca pasti memiliki Kamar yang berbeda."
Samuel akhirnya mengetahui jika Maudy memang tidak sepenuhnya menyayangi Bianca.
" Selamat yaa Sebastian semoga saja program kehamilan nya sukses yaa, dan semoga program kehamilan nya lancar yaa."
Samuel bersalaman dengan Sebastian.
" Aku tidak menginginkan program kehamilan, Maudy yang menginginkan nya. Niat ku pergi ke Thailand untuk bisa honeymoon, tapi ternyata semuanya gagal begitu saja."
Maudy menarik tangan Sebastian karena menurut nya Sebastian sudah terlalu terbuka dengan Samuel masalah rumah tangga mereka berdua.
" Haruskah kamu bicara semuanya kepada Samuel,? Kamu keterlaluan sekali."
Maudy kelihatan sangat marah sekali dengan sikap Sebastian.
" Sebastian bisakah kamu mengantar ku ke luar, ada yang ingin saya bicarakan."
Sebastian dengan senang hati dia pun langsung mengantarkan Samuel keluar dari rumah nya.
Maudy sama sekali tidak di perhatikan oleh mereka berdua.
" Sangat menyebalkan sekali, bisa-bisanya mereka berdua akrab seperti itu."
Maudy segera keluar dari ruangan itu dia masuk ke dalam kamar nya.
Maudy menutup rapat pintu kamar nya.
" Bagaimana ini aku sangat binggung sekali, tinggal bersama dengan Bianca itu yang aku inginkan tapi sekarang aku sedang fokus ingin hamil."
__ADS_1
Maudy merasa ingin menangis dan berteriak kencang dengan situasi seperti ini.