
Di saat Bianca merasa sedih karena Mommy Zivanna yang sedang hamil.
Di tempat yang lain Maudy Larissa dia sudah sampai di tempat yang di inginkan oleh suaminya.
Fasilitas mewah sengaja di berikan Sebastian untuk istri nya tersayang.
Mereka berdua sampai di depan pintu hotel dan Sebastian pun membukakan pintu kamar hotel tersebut.
" Ayolah masuk, kamu pasti sudah sangat capek."
Maudy mengikuti apa yang di katakan oleh suaminya, dia pun langsung masuk ke dalam kamar hotel tersebut.
Begitu sangat terkejut nya Maudy ketika melihat keindahan kamar tersebut yang sudah di siapkan oleh suaminya.
" Wah, ini seperti yang baru menikah saja."
Maudy berjalan menuju ke kasur dia mengambil bunga mawar merah yang bertaburan di atas kasur tersebut yang berbentuk love.
Sebastian merasa Maudy menyukai apa yang sudah dia berikan kepada nya.
" Aku ingin membuat mu bahagia, aku akan melihat apapun agar kamu bisa berubah."
__ADS_1
Maudy hanya bisa terdiam saja, karena kenyataannya cinta nya masih ada untuk mantan suaminya.
Handphone Sebastian berdering dan membuat nya harus pergi dari kamar hotel tersebut.
Maudy melihat seperti nya panggilan telephone yang sangat penting sekali.
Melihat Sebastian yang sudah pergi, Maudy ingin menghubungi Bianca.
" Bagaimana dengan Bianca yaa, aku sangat menghawatirkan nya. Apalagi sekarang Zivanna yang sedang hamil, pasti perhatian hanya tertuju pada Zivanna saja."
Maudy pun mencoba untuk menghubungi Bianca, menggunakan aplikasi media sosial nya.
Bianca yang sedang bersama dengan Suster Vina dia melihat ada panggilan telephone masuk di handphone nya.
Suster Vina segala tidak mengeluarkan suaranya, dia ingin mendengar apa yang akan di katakan oleh Maudy.
* Bianca, sayang kamu baik-baik saja kan Nak. Maafkan Mama yang baru menghubungi mu yaa sayang, Mama harus pergi ke luar negeri karena sebuah pekerjaan*
Suster Vina memberikan handphone tersebut kepada Bianca, tapi dia bisa mendengar apa yang di katakan oleh Maudy.
* Mama, aku ingin bersama dengan Mama. Aku ingin tinggal bersama dengan Mama, lebih baik Mama tinggalkan saja suami Mama itu*
__ADS_1
Suster Vina merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Bianca kepada Mama nya.
* Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu Nak. Mama tidak mungkin bisa meninggalkan Papa mu sayang, Mama merasa Papa Bastian dia itu lebih baik dari Ibu tiri mu*
* Tidak ada yang baik selain Ayah dan Ibu kandung, sudahlah aku benci kalian semuanya*
Bianca mengakhiri panggilan telephone nya dan dia memberikan handphone nya kepada Suster Vina.
Maudy seketika dia langsung menangis ketika mendengar perkataan Bianca.
" Maafkan Mama sayang, Mama sangat menyesal sekali sudah meninggal kan demi memilih seorang lelaki yang lebih kaya raya dari Papa mu."
Maudy merasa sangat menyesal sekali.
" Aku harus bisa kembali bersama dengan Samuel, untuk bisa membahagiakan Bianca. Walaupun ini sangat tidak mudah, memisahkan Zivanna dengan Samuel."
Maudy yang awalnya merasa bahagia dengan suasana kamar nya, seketika dia langsung benci.
" Ahhhhhh, aku tidak mau berada di sini."
Maudy memilih untuk keluar dari kamar hotel nya, dia berjalan cepat tapi Sebastian melihat nya.
__ADS_1
Sebastian berlari menghampiri Maudy, dia memegang erat tangan Maudy dengan tatapan mata yang tajam.
Maudy seketika merasa sangat ketakutan sekali dia pun langsung di tarik paksa kembali masuk ke dalam kamar nya.