I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (73)


__ADS_3

Bianca terbangun dari tidurnya dia pun melihat Papa Samuel yang ada di samping nya bukan Suster Zivanna.


"Papa, kenapa ada Papa di kamar ku. Lalu kemana Suster Zivanna."


Bianca membiarkan Papa nya tertidur pulas dia keluar kamar dan mencari Suster Zivanna.


"Omaaahhh, Suster Zivanna menghilang. Dia tidak ada di kamar ku, Suster Zivanna kemana."


Bianca menangis di hadapan Omah nya.


"Suster Zivanna tidak menghilang sayang, tapi Suster Zivanna harus pulang ke rumah nya. Hanya untuk dua hari saja, kamu bisa bersama dengan Omah dan Papa karena sekarang libur ke kantor."


Seperti mendengar suara Bianca menangis Samuel pun langsung terbangun dari tidurnya.


"Astaga aku ketiduran sedangkan Bianca pergi ke mana dia."


Samuel keluar dari kamar Bianca, dia melihat Bianca yang sedang menangis di depan Omah nya.


"Bianca sangat sedih sekali tidak bersama dengan Suster Zivanna."


Samuel menghampiri Bianca yang terus-menerus menangis histeris.

__ADS_1


"Sayaaaaang, jangan seperti ini yaa. Suster Zivanna hanya meminta waktu dua hari saja dan setelah itu dia akan kembali bersama dengan kita sayaaaaang."


Samuel menghapus air mata Bianca.


"Suster Zivanna sedang tidak ingin di ganggu, dia sedang merindukan orang tua nya. Suster Zivanna juga ingin menghabiskan waktu nya bersama dengan keluarga nya, sama seperti Bianca."


Samuel memeluk erat Bianca.


"Apakah ini karena Mama jadi Suster Zivanna menjadi pergi dari rumah kita,? aku tidak suka dengan sikap Mama. Aku sangat benci sekali dan jika Suster Zivanna tidak kembali aku akan menyalakan Mama, karena dia Suster Zivanna pergi dari kehidupan ku."


Samuel melepaskan pelukan erat nya dan Bianca pun langsung berlari menuju ke kamar nya.


"Bianca sudah mengerti dan ini memang kesalahan Maudy, Mama pun tidak suka dengan nya."


Sesilia sangat sedih sekali dan dia pun mencoba untuk menghubungi Suster Zivanna.


*Hallo ibu Sesilia ada apa yaa Bu*


*Suster Zivanna, bisakah bicara sebentar dengan Bianca. Dia kelihatan sangat sedih sekali, setelah bangun tidur tidak ada Suster Zivanna di samping nya*


*Jika untuk panggilan telephone bisa, tapi jika untuk video call mohon maaf tidak bisa*

__ADS_1


Jika Video call rumah Zivanna yang sesungguhnya bisa terlihat.


*Baiklah hanya panggilan telephone saja yaa*


Sesilia membiarkan handphone nya kepada Bianca, dan Bianca pun langsung mengambil nya.


*Suster Zivanna kenapa meninggalkan aku, kenapa pergi tanpa sepengetahuan aku. Aku sangat sedih sekali, dan aku sampai menangis*


*Maafkan Suster yaa sayang, ijinkan Suster Zivanna menyendiri dulu yaa untuk dua hari saja*


*Jika Suster Zivanna tidak bertengkar dengan Mama, Suster Zivanna tidak akan pergi dari rumah untuk menyendiri seperti ini*


*Jangan salah kan Mama Maudy, bagaimana pun juga Mama Maudy itu yang melahirkan Bianca*


*Tapi aku sangat kesal sekali dengan perkataan Mama kepada Suster Zivanna*


*Yasudah yaa sayaaaaang, sekarang lebih baik Bianca mandi yaa. Karena walaupun hari libur tetap harus mandi*


*Baiklah Suster Zivanna*


Dengan wajah yang cemberut Bianca mengakhiri panggilan telephone nya dan memberikan handphone tersebut kepada Omah nya.

__ADS_1


"Omah aku mandi dulu yaa, kata Suster Zivanna ini sudah waktunya untuk mandi."


Bianca berjalan menuju ke kamar mandi nya, dan Sesilia pun merasa jika Suster Zivanna benar-benar berpengaruh positif terhadap sikap Bianca.


__ADS_2