
Zivanna bangun terlalu awal karena dia yang harus pergi untuk bekerja di Rumah Sakit, Zivanna tidak mau membangunkan suaminya dia Hany menuliskan di kertas putih dan simpan di pinggir bantal Samuel.
* Aku berangkat kerja yaa, karena hari ini jam 7 sudah harus ada di rumah sakit. Aku tidak berani membangunkan kalian berdua, samping ketemu nanti malam yaa*
Zivanna dengan cepat keluar dari kamar nya dan bertemu dengan Suster Vina yang mau membangunkan Bianca.
" Bianca tidak ada di kamar nya, dia semalam tidur bersama dengan aku dan Papa nya."
Suster Vina pun langsung terkejut ketika mendengar perkataan tersebut dia langsung membuka pintu kamar Bianca dan ternyata memang tidak ada dalam kamar nya.
" Yaa Tuhan kenapa Bianca sampai harus melakukan seperti ini."
Suster Vina pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Samuel.
" Bianca bangun Nak, ayo bersiap untuk sekolah yaa sayang."
Samuel pun langsung terbangun ketika mendengar ketukan pintu tersebut.
" Sudah jam berapa yaa sekarang."
Samuel melihat ada kertas putih di sebelah bantal nya dan dia pun langsung membaca nya.
" Astaga Zivanna sudah berangkat kerja, sedangkan aku yang masih tidur."
Samuel langsung membangunkan Bianca.
" Bianca Ayo bangun Nak, nanti kamu kesiangan."
__ADS_1
Bianca pun langsung terbangun walaupun dia masih merasa sangat mengantuk.
" Iya Papa."
Bianca berjalan menuju ke pintu dan suster Vina langsung mengajak Bianca untuk segera mandi.
Samuel masih saja memikirkan perasaan Zivanna.
" Semoga saja Zivanna bisa melupakan apa yang sudah terjadi tadi malam."
Samuel bersikap untuk pergi ke kantor.
Sesilia sudah ada di meja makan menunggu kedatangan anak dan cucunya.
Sesilia melihat Samuel dan Bianca keluar dari kamar mereka masing-masing.
" Di mana Zivanna, apakah dia sakit tidak sarapan pagi."
" Samuel di mana istri mu,? kenapa dia tidak ikut sarapan pagi bersama dengan kita."
Bianca pun baru menyadari jika Mommy nya tidak ada.
" Zivanna sudah berangkat untuk bekerja, jam 7 pagi di sudah harus sampai di Rumah Sakit."
Samuel kelihatannya sangat lemas dan Bianca melihat Papa seperti sedih.
" Aku berangkat kerja dulu yaa Mam, aku merasa tidak nafsu makan."
__ADS_1
Samuel pun langsung pergi begitu saja dia tidak berpamitan dengan Bianca.
Bianca pun langsung merasa kesal dengan Papa nya.
" Tuh kan Papa menjadi berubah sekarang setelah menikah, Papa tidak mencium kening ku. Papa tidak sayang lagi sama aku, Papa lebih sayang Mommy Zivanna aku kesel sekali."
Suster Vina merasa sangat gemas sekali dengan Bianca yang semakin selalu menyalahkan Zivanna.
" Jika Papa tidak sayang dengan Bianca, tidak mungkin Bianca bisa tidur bersama dengan Papa dan Mommy Zivanna tadi malam."
Bianca pun langsung menundukkan kepalanya dia takut di marahi oleh Omah Sesilia.
Sesilia pun tidak bisa berkata-kata apa-apa ketika dia sudah melihat Bianca yang menundukkan kepalanya.
" Yasudah Suster Vina, segera bawa Bianca sekolah yaa jangan sampai di telat masuk sekolah."
Suster Vina pun langsung membawa Bianca pergi, Suster Vina memegang tangan Bianca dan mereka berdua masuk ke dalam mobil.
Suster Vina merasa curiga melihat perubahan sikap Bianca semenjak bertemu dengan Mama nya.
" Bianca, kenapa kamu menjadi berubah seperti ini setelah bertemu dengan Mama Maudy,? apakah Mama Maudy berkata yang macam-macam dengan mu atau menjelekkan Mommy Zivanna."
Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali dia sudah berani berbohong kepada Suster Vina demi Mama Maudy.
" Mama Maudy itu sangat baik sekali, dia tidak menjelekkan Mommy Zivanna."
Suster Vina merasa tidak percaya dengan perkataan Bianca, dia pun mencoba untuk mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
" Bianca itu adalah anak yang baik, Bianca juga tidak pernah berbohong karena Bianca adalah anak yang sangat pintar sekali di sekolah nya."
Bianca menundukkan kepalanya kembali dan Suster Vina mengetahui jika Bianca sedang berbohong kepada nya.