I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 38.


__ADS_3

Setelah selesai makan Bianca terus saja memegang tangan Suster Zivanna dia yang benar-benar tidak ingin kehilangan Suster Zivanna.


Sesilia dan Samuel melihat nya dan Suster Zivanna langsung membawa Bianca ke kamar nya.


"Kita bersiap untuk tidur yaa sayang, ayo berpamitan dulu sama Papa dan Omah yaa."


Bianca yang masih memegang erat tangan Suster Zivanna dia pun menghampiri Papa dan Omah nya.


"Omah dan Papa, aku mau tidur dulu yaa."


Samuel mencium kening Bianca.


"Jangan lupa berdoa yaa sayang sebelum tidur."


Omah Sesilia pun memeluk erat Bianca.


"Mimpi yang indah ya sayang."


Bianca pun dan Suster Zivanna merasa langsung berjalan menuju ke kamar.


Sesilia pun mulai bertanya kepada Samuel.


"Apakah kamu tidak melihat keistimewaan dari Suster Zivanna, dia begitu sangat menyayangi Bianca dengan sangat tulus sekali dan begitu juga dengan Bianca dia bilang tidak mau kehilangan Suster Zivanna lihat genggaman erat tangan nya."


Samuel tidak mengerti dengan apa yang di maksud dengan perkataan Mama nya, dia hanya diam dan mendengarkan saja.


"Apakah kamu tidak mempunyai perasaan terhadap Suster Zivanna,? kamu tidak ingin mendekati nya agar Bianca bisa bahagia selamanya nya."

__ADS_1


Samuel begitu sangat terkejut sekali ketika dia mendengar perkataan Mama nya.


"Mendekati Suster Zivanna,? apakah Mama tidak salah bicara?. Kita mengenal Suster Zivanna baru beberapa hari saja belum beberapa tahun, kita belum bisa melihat sifat aslinya seperti apa dan menurut ku aku bisa mencari wanita yang jauh lebih baik dari Suster Zivanna."


Ketika Samuel hendak pergi Sesilia memegang erat tangan Samuel.


"Apakah kamu berniat untuk kembali dengan Maudy Larissa, hanya karena dia itu adalah cinta pertama mu. Dan walaupun dia belum bersalah kamu tetap akan ingin bersama dengan nya."


Samuel tidak menjawab perkataan Mama nya dia yang memilih untuk langsung pergi saja ke kamar nya.


"Sekarang perusahaan kita yang sedang maju dan datanglah kembali Maudy, tapi dulu di saat perusahaan ini baru merintis Maudy Larissa pergi bersama dengan Sebastian seorang pengusaha sukses tapi sekarang kesuksesan Samuel dan Sebastian sama dan apakah ini yang membuat Maudy kembali."


Sesilia pun memilih untuk masuk ke kamar nya karena besok dia dan Samuel harus bekerja keras kembali di kantor.


Susana berbeda terjadi di kamar Bianca, Bianca yang duduk di atas kasur dia yang tidak mau untuk tidur.


Suster Zivanna mencoba untuk membujuk Bianca agar bisa segera tidur.


"Tadi apa yang di bicarakan oleh Papa Suster,? kenapa wajah Papa sangat serius sekali aku jadi penasaran sekali."


Suster Zivanna tidak mungkin memberitahu Bianca apa yang sebenarnya mereka berdua bicarakan.


"Hmmmm, Papa bilang Suster Zivanna harus bisa lebih perhatian kepada Bianca. Papa hawatir akan adanya seseorang yang menyakiti Bianca, hanya itu saja yang Papa bicarakan dengan Suster Zivanna."


Suster Zivanna mencoba untuk menyakinkan agar Bianca percaya dengan perkataan nya.


"Karena sekarang itu banyak sekali orang-orang asing yang berbahaya sayang, Papa hawatir sekali dengan Bianca karena yang Papa miliki itu hanya Bianca saja."

__ADS_1


Suster Zivanna membelai rambut panjang Bianca dan Bianca pun hanya terdiam saja ketika Suster Zivanna yang mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada nya.


"Sekarang Ayo kita segera tidur sayang, besok kita harus berangkat sekolah yaa."


Akhirnya Bianca pun mau mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Zivanna, dia pun tidur di sebelah Bianca dan langsung mematikan lampu kamar nya.


Suster Zivanna memeluk erat Bianca merasa berdua yang saling berpelukan di saat tidur.


Samuel belum bisa beristirahat dia memikirkan perkataan Mama nya.


"Kenapa Mama selalu saja menginginkan aku bersama dengan Suster Zivanna, dia terlalu muda untuk ku. Dan aku pun juga tidak tahu latar belakang keluarga seperti apa. Walaupun aku mengetahui jika Suster Zivanna itu sangat pintar sekali tapi bukan aku dengan mudah langsung memilih nya sebagai pasangan ku."


Samuel mulai membaringkan tubuhnya di atas kasur dia seketika langsung memikirkan Maudy Larissa, Samuel mengambil handphone nya dia melihat Maudy Larissa yang menjadi brand ambassador produk kosmetik kecantikan milik Lollyta Putri.


"Aku tidak bisa membohongi perasaanku jika Maudy Larissa dia memang sangat cantik, dia yang sudah berumur tapi dia yang masih bisa di percaya untuk menjadi Brand ambassador produk kosmetik dan Lollyta Putri itu dia adalah seorang pembisnis yang sukses sekali suaminya seorang Dokter Specialis Anak dia juga pemilik Rumah Sakit besar ini."


.


Di saat Samuel memuji kecantikan Maudy Larissa dan seketika saja dia pun mengingat apa yang sudah di lakukan oleh nya.


"Tapi sayang sekali kamu sangat materialistis Maudy, kamu meninggalkan aku dan Bianca hanya karena uang lelaki yang lebih kaya yaitu Sebastian yang tiba-tiba saja sekarang dia mengirim pesan kepada ku."


Samuel pun menyimpan kembali handphone nya.


"Aku tidak boleh hanya memikirkan kebahagiaan ku sendiri, aku juga harus memikirkan kebahagiaan Bianca."


Samuel yang merasa sangat lelah dia pun langsung memejamkan mata nya dan bersiap untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2