I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *211*


__ADS_3

Samuel seperti tidak mau membiarkan Zubair pergi begitu saja dia pun langsung mengejar Zivanna.


Sesilia tersenyum melihat sikap Samuel kepada Zivanna.


" Samuel benar-benar sudah mencintai Zivanna, terlihat sangat jelas sekali dari wajah nya. Semoga saja dengan Zivanna bisa membuat Samuel percaya dengan yang namanya cinta, bukan penghianatan."


Sesilia pun memilih untuk membereskan ruangan Samuel, dia menyimpan berkas-berkas yang penting.


Samuel memegang tangan Zivanna dan Zivanna langsung terkejut.


" Kenapa,? apakah ada yang ketinggalan yaa di ruangan."


Zivanna dengan begitu sangat polos nya dia mengatakan hal tersebut kepada Samuel.


" Aku yang ketinggalan, aku masih ingin bersama dengan mu."


Samuel menarik tangan Zivanna dan mereka berdua pun berjalan berdua membuat para pegawai yang ada di kantor memperhatikan mereka berdua.


Apa yang di lakukan oleh Samuel membuat semua orang mengetahui jika sekarang dia sudah bersama dengan wanita pilihan nya.


" Bukan kah itu adalah Suster Zivanna yaa, sekarang dia menjadi calon istri Pak Samuel tenyata."


Ucap salah satu pegawai yang melihat nya.


" Wah, mereka berdua memang pasangan yang serasi sekali loh. Suster Zivanna cantik sekali dan Pak Samuel juga masih sangat tampan, mereka berdua cocok."


Samuel dan Zivanna mendapatkan respon positif dari para pegawai yang ada di kantor.


Samuel memilih untuk menyimpan mobil nya di kantor, mereka berdua pergi menggunakan mobil Zivanna.


Zivanna yang mengendarai mobil pun dia di buat salah tingkah ketika Samuel yang ingin ikut bersama dengan nya.


" Kita mau pergi ke mana yaa, apakah ke Restoran atau ke mana."


Zivanna mempertanyakan hal tersebut kepada Samuel.


" Kita pergi ke Apartemen mu saja."


Seketika Zivanna pun langsung terkejut dan mempunyai pikiran yang negatif terhadap Samuel.


Zivanna tidak banyak bertanya lagi dia fokus pada mobil nya saja, dan Samuel pun fokus pada handphone nya.


Di perjalanan menuju ke Apartemen mereka berdua hanya diam saja tidak banyak mengobrol karena Zivanna yang masih saja memikirkan bagaimana mungkin mereka berdua berada di Apartemen.


Sekitar dua jam perjalanan akhirnya mereka berdua pun sampai, dan Samuel fokus pada Rumah Sakit Harapan.


" Wah itu ya Rumah Sakit Harapan, ternyata sangat dekat yaa jaraknya dari Apartemen."

__ADS_1


Mereka berdua pun turun dari mobil.


" Iya sangat dekat sekali kan, jadi jika aku dapat kerja malam atau pulang malam tidak terlalu jauh dari rumah."


Samuel kembali memegang tangan Zivanna, dia ingin berjalan sambil berpegangan tangan dengan Zivanna.


Zivanna mulai terbiasa dengan apa yang di lakukan oleh Samuel kepada nya.


Di karenakan Felix yang tidak jadi berkencan dengan wanita bayaran nya, Apartemen Felix pun kosong sehingga Zivanna menjadi tidak bisa melihat Felix.


Zivanna membuka pintu dan Samuel pun langsung bersemangat masuk ke dalam.


Samuel melihat Apartemen yang sangat bersih sekali walaupun tidak ada IRT di dalam nya.


Samuel duduk dan membuka jas hitam nya, Zivanna membuatkan minuman untuk mereka berdua.


" Silahkan di minum."


Zivanna menyimpan minuman tersebut.


" Aku merasa sangat nyaman sekali ketika aku berada di Apartemen ini, aku sangat bahagia dengan kesendirian dan sebelum aku mendapatkan pekerjaan aku merasa sangat binggung sekali bagaimana aku bisa bertahan hidup karena tidak mungkin aku yang harus mengandalkan uang tabungan ku yang jika aku pakai setiap hari tanpa ada pemasukan pasti akan habis."


Samuel merasa tidak percaya ketika seorang Zivanna yang orang tua nya kaya raya bisa sampai mempunyai pemikiran seperti itu.


" Zivanna, jika kamu membutuhkan uang kamu bisa bicara dengan ku. Walaupun kamu belum menjadi istri ku, tapi kamu sudah menjadi tanggung jawab ku."


Samuel mengeluarkan handphone kepada Zivanna.


Zivanna mengambilkan handphone tersebut.


" Tidak, jangan seperti itu. Tidak usah mengirimkan uang untuk ku, aku ingin bisa merasakan bagaimana susah nya untuk bisa mencari uang untuk diriku sendiri."


Zivanna meminum minuman nya sampai habis, dan Samuel pun semakin bangga mempunyai Zivanna.


" Jangan pernah mengakhiri hubungan kita ini, aku sudah sangat sayang dengan mu Zivanna."


Zivanna menyimpan gelas di meja ketika Samuel yang semakin mendekati nya, Samuel semakin mendekati Zivanna dan dia pun menyentuh bibir mungil Zivanna dengan bibir nya.


Zivanna yang sebelumnya dia memejamkan mata seketika dia langsung membuka matanya, ini adalah ciuman pertama Zivanna sehingga membuat Zivanna yang tiba-tiba saja langsung terdiam ketika Samuel melakukan nya.


Samuel merasa ke gugup pan Zivanna, sehingga dia menghentikan ciuman nya tersebut.


Zivanna langsung memegang bibir nya dan Samuel pun langsung tersenyum.


" Aku pulang dulu yaa, kamu hati-hati yaa di Apartemen ini sendirian."


Zivanna mengangguk kepalanya sambil masih merasa sentuhan bibir Samuel yang menempel di bibir nya.

__ADS_1


" Iya, aku tidak akan sembarangan untuk membuka pintu."


Samuel membelai rambut panjang Zivanna dan dia pun mencium kening Zivanna.


" Aku pergi dulu yaa sayang."


Samuel berjalan menuju ke pintu keluar tetapi Zivanna dia merasa tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi dengan nya.


Ketika Samuel mau membuka pintu Zivanna pun langsung berlari dan memeluk Samuel dari belakang.


" Aku sangat mencintaimu, aku masih ingin kamu berada di sini bersama dengan ku."


Pelukan Zivanna yang begitu sangat erat sekali membuat Samuel tersenyum dan menutup kembali pintu tersebut.


Samuel melepaskan genggaman erat tangan Zivanna dan membalikkan badannya sehingga mereka berdua saling bertatapan wajah.


Zivanna terus saja memandangi wajah Samuel, dan dia pun mencium lembut bibir Samuel.


Samuel mengangkat tubuh Zivanna sehingga mereka berdua bisa merasakan kenikmatan bersama.


Zivanna yang awalnya gugup sekarang dia bisa bermain-main ciuman tersebut, Zivanna membuat Samuel tidak bisa menahan diri nya.


Tapi beruntung lah handphone Samuel yang berdering kencang sehingga mereka berdua bisa menghentikan ciuman tersebut.


" Bianca."


Zivanna langsung merasa sangat malu sekali ketika Bianca yang menelephone Samuel.


* Hallo sayang*


* Papa sedang di mana sekarang, kenapa Papa belum pulang ke rumah*


* Iya sayang maafkan Papa yaa sayang, sekarang Papa mau pulang yaa*


* Baiklah Papa aku tunggu yaa*


* Iya sayang*


Samuel melihat Zivanna yang seperti kecewa karena harus terganggu oleh Bianca.


" Aku pulang dulu yaa."


Zivanna hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Zivanna pun langsung menutup rapat pintu dan menguncinya nya.


Zivanna memilih untuk langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur dia mematikan lampu kamar agar dia bisa tidur nyenyak malam ini.

__ADS_1


Samuel menunggu taksi karena mobil nya yang dia simpan di kantor nya, Samuel melihat ada lelaki yang keluar dari mobil dengan keadaan yang seperti sedang mabuk.


Samir memperhatikan wajah lelaki tersebut dia bersama dengan wanita yang cantik sekali.


__ADS_2