
Bianca berangkat sekolah dia ingin cepat-cepat sampai ke sekolah, Bianca tidak pernah sarapan pagi karena dia merasa tidak ada Papa nya.
" Omah, aku pergi sekolah dulu yaa."
Bianca bersalaman dengan Omah nya.
" Hati-hati yaa sayang, besok Papa dan Mommy Zivanna pulang."
Bianca hanya bisa terdiam saja karena dia lebih menginginkan hari ini Papa nya sudah pulang.
Suster Vina melihat wajah Bianca yang berubah kembali dia pun mencoba untuk menghibur Bianca.
" Hari ini dapat nilai berapa yaa, hasil dari mewarnai nya seminggu mendapatkan nilai yang sempurna yaa."
Bianca hanya terdiam dia membuka pintu mobil nya dan langsung masuk saja.
" Bianca sayang, kenapa sih seperti ini lagi."
Suster Vina memegang tangan Bianca.
" Kan aku sudah bilang, Papa harus pulang sekarang bukan besok."
Wajah Bianca kelihatan sangat kesal sekali.
" Yaudah sayang sabar saja yaa, besok loh Papa pulang nya. Kamu tidak usah seperti ini, walaupun Suster Vina tahu Zigaz yang sangat rindu Papa yaa sayang."
Suster Vina memeluk erat tubuh mungil Bianca.
" Kenapa yaa Mommy Zivanna setelah menikah lebih suka pergi bersama dengan Papa saja tidak mau bersama dengan aku. Padahal aku dulu dia tidak seperti ini, Mommy Zivanna sudah berubah."
Bianca pun akhirnya sampai di depan gerbang sekolah, Bianca pun langsung pergi begitu saja.
" Hati-hati sayang, jangan lari-lari an seperti itu Bianca."
Suster Vina merasa hawatir dengan Bianca, dia pun duduk seperti biasanya sambil memainkan handphone nya.
Maudy turun dari mobil dia mencoba untuk menghambur Suster Vina.
" Aku berharap besar Vina mau mempertemukan aku dengan Bianca, aku yang sangat rindu sekali Bianca."
Maudy benar-benar memberanikan diri untuk bisa bicara dengan Vina.
" Vina, aku ingin bicara dengan mu."
Suster Vina merasa tidak asing dengan suara tersebut dia pun langsung menunda handphone dan ternyata Maudy yang sedang ingin bicara dengan nya.
" Ibu Maudy, ada apa yaa."
Maudy duduk di samping Suster Vina.
" Mungkin kamu sudah tahu semuanya jika aku di permalukan habis-habisan oleh Zivanna dan membuat aku tidak bisa datang ke acara pernikahan Zivanna."
Suster Vina merasa jika Maudy yang tidak mau mengakui kesalahannya tetap saja menyalakan Zivanna.
__ADS_1
" Sekarang Zivanna sudah mendapatkan Bianca selamanya dan sudah kalah, aku hanya ingin meminta waktu sebentar untuk aku bisa mengobrol berdua bersama dengan Bianca. Hanya sekarang saja, karena besok aku tahu Zivanna dan Samuel pulang dari honeymoon merasa."
Maudy menangis di hadapan Suster Vina dan membuat Suster Vina merasa kasihan dengan Maudy.
Bell tanda jam pelajaran pun berbunyi saat nya Bianca keluar dari kelas nya.
" Maaf Bu Maudy, saya harus bertanya kepada Bianca apakah dia mau mengobrol dengan Ibu Maudy karena saya tidak bisa maksa Bianca."
Suster Vina meninggalkan Maudy dia berjalan menuju ke gerbang untuk menunggu Bianca sedangkan Maudy berharap besar Bianca mau mengobrol nya dengan nya walaupun hanya beberapa menit saja.
Maudy sangat merindukan Bianca, dia ingin dekat dengan Bianca.
Bianca berlari dan memeluk Suster Vina.
" Suster Vina, ayo kita pulang."
Suster Vina melepaskan pelukan erat Bianca.
" Sayang ada yang ingin bertemu dengan Bianca, Mama Maudy ingin bertemu dengan Bianca. Dia menunggu di sana, jika Bianca mau bertemu dengan Mama Maudy ada syarat nya Bianca jangan bilang kepada Papa dan Omah yaa."
Bianca melihat Mama nya melihat Mama nya dari kejauhan dia merasa kasihan dengan Mama.
" Iya aku mau bertemu dengan Mama."
Suster Vina tidak tahu apakah yang dia lakukan ini salah atau tidak tapi dia sudah melanggar peraturan yang di berikan oleh Samuel.
Yang melarang Bianca untuk bertemu dengan Maudy.
Suster Vina dan Bianca pun menghampiri Maudy.
Maudy pun merasa sangat terharu sekali ketika mendengar perkataan Suster Vina yang memberikan kesempatan untuk nya bisa mengobrol dengan Bianca.
Suster Vina melepas genggaman tangan nya, dia pun langsung pergi menjauh tapi tetap memperhatikan mereka berdua.
Maudy menangis di hadapan Bianca dan Bianca pun hanya bisa terdiam melihat Mama nya menangis.
" Maafkan Mama sayang, Mama sayang Bianca."
Maudy pun Akhirnya bisa memeluk erat tubuh Bianca.
Bianca akhirnya bisa merasakan pelukan hangat dari seorang ibu yang dulu meninggalkan nya dari sejak bayi.
" Mama."
Maudy melepaskan pelukan di saat Bianca memangil nama nya.
" Iya sayang."
Maudy dan Bianca pun memilih duduk berdua.
Suster Vina tetap memperhatikan mereka berdua.
" Papa dan Mommy Zivanna mereka hanya pergi berdua saja, apakah Mommy Zivanna itu hanya cinta kepada Papa saja. Mommy Zivanna tidak sayang aku, kenapa mereka pergi berlibur hanya ingin berdua."
__ADS_1
Maudy tidak menyangka jika Bianca sampai harus bertanya seperti ini kepada dirinya, Maudy merasa ini adalah kesempatan nya untuk membalas dendam kepada Zivanna.
" Sekarang seperti nya Bianca sudah bisa menyadari nya, jika Mommy Zivanna itu seperti apa orang nya. Mommy Zivanna yang hanya ingin bersama dengan Papa saja, Mommy Zivanna tidak mau di ganggu oleh Bianca."
Bianca merasa sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan dari Mama nya.
" Sekarang Bianca lihat saja perbedaan nya di saat Mommy Zivanna pulang berlibur bersama dengan Papa. Dia pasti lebih suka tidur bersama dengan Papa, Mommy Zivanna tidak akan tidur bersama Bianca seperti di saat dia menjadi Suster Zivanna."
Maudy merasa sangat puas sekali dan dia pun akhirnya lebih mengakhiri obrolan dengan Bianca.
" Yasudah yaa sayaaaaang, sekarang waktunya Bianca pulang yaa. Terimakasih sudah mau mengobrol dengan Mama yaa, semoga saja ini bukan yang terakhir kalinya kita berdua bisa bertemu."
Maudy memberikan kartu nama nya kepada Bianca, dia ingin memberikan nomor handphone nya kepada Bianca.
" Ini adalah nomber handphone Mama sayang, jangan sampai ada yang mengetahui nya yaa."
Bianca hanya bisa terdiam saja tapi memegang erat kertas tersebut.
Maudy melambaikan tangan nya kepada Suster Vina dan Suster Vina pun langsung berlari menghampiri mereka berdua.
Suster Vina menarik tangan Bianca.
" Terimakasih Bu Maudy tidak mengecewakan saya, tidak membawa pergi Bianca."
Suster Vina membawa Bianca ke dalam mobil dan tiba-tiba Bianca pun langsung terdiam dia membalikkan badannya dia ingin melihat Mama nya.
Maudy melambaikan tangan nya tapi Bianca hanya bisa terdiam saja tidak membalas nya, Bianca yang belum bisa menerima kehadiran Mama nya seutuhnya.
Suster Vina dan Bianca masuk ke dalam mobil.
" Bianca spa yang di katakan Mama Maudy kepada mu,? dia tidak bicara aneh-aneh kan sama kamu?."
Bianca tidak mungkin bicara jujur kepada Suster Vina, karena Suster Vina pasti tidak suka dengan obrolan mereka berdua.
Bianca juga masih ingin bisa bertemu dengan Mama nya, dan akhirnya Bianca memilih untuk berbohong saja kepada Suster Vina.
" Mama hanya menanyakan kabar aku dan penyesalan nya yang sudah meninggalkan aku."
Suster Vina melihat wajah Bianca yang serius sehingga membuat nya percaya dengan perkataan Bianca.
" Baiklah, Suster Vina pikir Mama Maudy membicarakan tentang Mommy Zivanna yang negatif jika sampai dia bicara negatif terhadap Mommy Zivanna itu tidak benar yaa sayang jangan di percaya."
Bianca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Suster Vina memeluk erat tubuh Bianca.
" Oh iyaa sayang, hari ini kamu mau buat apalagi yaa."
Bianca seperti di buat kembali baik perasaan nya ketika menanyakan tentang makanan untuk mereka buat.
" Kita bikin apa yaa Suster Vina, bagaimana jika kita buat makanan yang lebih enak. Kita jangan buat kue lagi yaa, sudah bosan besok saja kita buat rainbow cake nya untuk Papa."
Suster Vina pun mulai memikirkan apa yang akan mereka berdua buat nanti pulang sekolah.
__ADS_1
" Bagaimana jika kita membuat spagheti saja sayang, pasti sangat enak sekali loh dan bahan-bahan nya sudah ada di rumah."
Bianca menganggukkan kepalaku dia kelihatan sangat senang sekali.