
Keesokan harinya seperti biasa, Zivanna dan Bianca bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Mereka berdua pun terlihat begitu sangat bersemangat sekali.
Tapi tiba-tiba saja perasaan Zivanna tidak nyaman dia terdiam ketika hendak masuk ke dalam mobil.
"Ada apa Suster Zivanna, ayo kita masuk ke dalam mobil."
Bianca menarik tangan Suster Zivanna dan mereka berdua pun masuk ke dalam mobil.
"Bianca, jika ada wanita yang seperti sudah tante-tante datang menghampiri mu kamu harus menghindari nya yaa."
Bayangan Zivanna terus saja pada Maudy, dia seketika takut Zivilia yang akan di culik.
"Baiklah Suster Zivanna, aku tidak akan menghampiri orang asing."
Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan sekolah Bianca dan seperti biasanya Bianca bersalaman sebelum masuk ke dalam kelas.
"Aku masuk kelas dulu yaa Suster Zivanna."
Zivanna memeluk erat Bianca dan mencium kening nya.
"Iya sayang, kamu semangat yaa belajar nya. Jadi anak yang pintar."
Bianca pun berlari sambil melambaikan tangan nya kepada Zivanna.
Zivanna duduk di sekitar halaman sekolah dan ternyata benar saja Maudy Larissa sedang memperhatikan Zivanna.
"Jadi ini sekolah Putri Belinda, sangat bagus sekali tapi wanita muda ini sebenarnya siapa yaa."
Karena merasa penasaran Maudy pun memakai kacamata hitam nya dia menghampiri Zivanna yang sedang duduk sambil memainkan handphone.
__ADS_1
"Selamat pagi menjelang siang."
Zivanna pun langsung berdiri dan ternyata benar saja perasaan tidak nyaman nya itu dia akhirnya bertemu lagi dengan Maudy.
"Ya, selamat siang juga."
Maudy memandangi Zivanna dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Maaf sebelumnya, kamu ini sebenarnya siapa nya Samuel Mahendra. Karena saya melihat kamu yang selalu ada bersama dengan Samuel."
Pandangan mata Maudy begitu sangat sinis sekali melihat Zivanna.
"Saya Suster Zivanna, pengasuh Bianca."
Zivanna menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Maudy.
"Saya Maudy Larissa, saya adalah ibu kandung Bianca Mahendra."
Zivanna pura-pura tidak mengetahui permasalahan Maudy dengan keluarga Samuel.
"Oh Ibu nya Bianca,? bukan kah sebelum nya saya juga pernah bertemu dengan Ibu Maudy di Restoran bersama dengan Bianca tapi kenapa kalian berdua tidak saling sapa yaa."
Pertanyaan Zivanna begitu sangat menjebak sekali sehingga membuat Maudy binggung untuk menjawab nya.
"Saya dan Samuel terpaksa harus berpisah hanya karena kesalah pahaman, dan membuat saya harus jauh dengan Bianca dari bayi tapi tenang saja saya dan Samuel pasti akan bersatu kembali."
Perkataan Maudy membuat Zivanna merasa sangat cemburu sekali, dia harus bersaing untuk mendapatkan Samuel.
"Oh, seperti itu yaa."
__ADS_1
Zivanna tersenyum sinis kepada Maudy.
"Ya, memang akan seperti itu. Karena saya adalah cinta pertama nya Samuel Mahendra. Dan itu tidak akan membuat Samuel bisa mengantikan cinta pertama nya."
Maudy begitu sangat percaya diri sekali sehingga membuat Zivanna hanya bisa tersenyum saja.
"Lalu kedatangan Ibu Maudy ke sini hanya untuk seperti itu saja,? tidak mau menunggu Bianca sampai pulang sekolah?."
Zivanna ingin tahu bagaimana ekspresi wajah Bianca ketika bertemu dengan Ibu kandung nya untuk pertama kalinya.
"Seperti nya tidak untuk sekarang, karena saya yang sangat sibuk sekali. Saya ini kan brand ambassador produk terbaru nya Bu Lollyta Putri, mungkin kamu tidak akan pernah bisa berkerja sama dengan Bu Lollyta."
Zivanna pun seketika dia langsung tertawa terbahak-bahak di hadapan Maudy.
"Aku kan seorang Suster, bukan seorang model jadi tidak mungkin aku bisa berkerja sama dengan nya."
Maksud ingin sombong dengan Zivanna, Maudy malah di permalukan oleh Zivanna.
Tanpa berpamitan, Maudy pun langsung pergi dari sekolah tersebut dan Zivanna pun terdiam.
"Aku merasa sangat binggung sekali, bukan kah sekarang dia sedang menjalani hubungan pernikahan dengan Sebastian seperti yang di ceritakan oleh Ibu tapi kenapa dia menginginkan kembali dengan CEO Tampan ku. Ahhhh saingan ku Tante-tante."
Zivanna pun kembali duduk di pun memikirkan bagaimana jika Maudy tiba-tiba saja bertemu dengan Bianca tanpa sepengetahuan nya.
"Dia itu memang ibu kandung nya Bianca, dan bagaimana jika Bianca mulai dekat nya dan meninggalkan aku."
Zivanna tidak mau kehilangan pekerjaan ini, apalagi harus berpisah dengan Bianca dan tidak lagi bisa bertemu dengan Samuel.
"Aku berharap besar bisa berjodoh dengan CEO Tampan ku, dan langsung memiliki anak perempuan yang cantik yaitu Bianca. Bayangkan ku yang sudah terlalu jauh dan membuat aku pusing sendiri."
__ADS_1
Zivanna pun memilih untuk kembali memainkan handphone nya.