I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #260#


__ADS_3

Bianca begitu sangat menikmati sekali kebersamaan dengan Suster Vina, dan mereka berdua menunggu rainbow cake matang sambil menonton televisi.


Bianca merasa lebih baik ketika Suster Vina yang bisa membuat nya bahagia.


" Suster Vina, setelah kita membuat rainbow cake ini kita buat apalagi yaa. Hmmmm makanan yang enak lagi, jika kita bisa memasak maka kita tidak usah beli-beli makanan lebih hemat kan yah."


Semuanya kue sudah siap untuk di hias, Bianca begitu sangat antusias sekali dia pun membantu Suster Vina.


Mereka berdua seperti sedang membuat kue ulang tahun, Suster Vina begitu sangat pandai sekali menghias kue.


Membuat Bianca tidak percaya dan langsung berkata jika Suster Vina memang yang terbaik.


" Suster Vina indah sekali, kita simpan di meja makan yaa. Di tunggu omah datang dan kita potong kue nya, seperti sedang ada acara ulang tahun."


Suster Vina mengikuti apa yang di katakan oleh Bianca dia menyimpan rainbow cake di atas meja makan.


" Yasudah yaa sambil menunggu kedatangan Omah, kita sekarang mandi dulu yuu. Badan kita berdua sangat bau sekali loh, ayo sayang cepat."


Bianca dan Suster Vina pun langsung pergi ke kamar mandi wajah Bianca yang banyak menempel terigu.


Bianca dan Suster Vina mandi bersama, Bianca sebelum tidak pernah merasakan sedekat ini dengan Suster Vina.


Sekarang Bianca merasa jika dia lebih dekat dengan Suster Vina dari pada dengan Mommy Zivanna.


Selesai mandi mereka berdua pun langsung duduk dan menunggu kedatangan Omah Sesilia, Bianca merasa tidak sabar dia ingin mencoba rainbow cake tersebut tapi Bianca yang ingin menunggu kedatangan Omah nya.


Tidak lama kemudian Omah nya pun datang dan dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat ada kue sampai tiga tingkat di meja makan.


" Siapa yang sedang ulang tahun,? siapa yang memesan rainbow cake ini. Bianca ini adalah kue kesukaan Papa kamu, apakah kamu yang memesan nya?."


Bianca tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


" Aku tidak beli Omah, tapi Suster Vina yang membuat nya. Sangat cantik kan, kue ini kan banyak nanti kita bagi-bagi kan kepada pegawai yang ada di rumah ini yaa."


Sesilia tidak menyangka jika dia mempunyai Suster yang pintar membuat kue.


" Apakah kamu sebelumnya bekerja di tempat kue,? kamu sangat pandai sekali membuat kue loh."


Bianca mulai memotong kue tersebut, dan Sesilia dan Bianca mencobanya.


" Ibu saya yang membuka toko kue dan catering makanan, saya sering membantu untuk membuat kue dan akhirnya saya bisa."


Bianca dan Sesilia menyukai rainbow cake buatan Suster Vina.

__ADS_1


" Ini sangat enak sekali Suster Vina, aku sangat menyukai nya. Nanti hari ulang tahun aku, Suster Vina saja yang membuat nya."


Suster Vina kelihatan sangat malu sekali ketika mendapatkan pujian dari Bianca dan Omah Sesilia.


" Nanti kamu buatkan yaa untuk Samuel, dia pasti sangat suka dengan rainbow cake ini."


Suster Vina menganggukkan kepalanya dia yang seperti bersedia untuk membuatkan Rainbow cake untuk Samuel.


Karena kue nya yg masih sangat banyak, Bianca memangil pegawai yang ada di rumah nya.


" Semuanya berbaris rapih yaa, nanti aku kasih kue yang sangat enak sekali ini. Kue buatan Suster Vina yang cantik, Suster Vina ayo kita bagikan."


Suster Vina dan Bianca kelihatan sangat senang sekali dan Sesilia juga begitu sangat kagum dengan Suster Vina.


" Dia bisa menghasilkan uang dari kue itu, aku akan mengijinkan nya jika dia memang ingin membuat toko kue. Bianca yang sudah mempunyai Zivanna, dia sudah tidak perlu lagi Suster untuk kehilangan nya sehari-hari."


Melihat Bianca yang sedang sibuk membagikan kue, Suster Vina menghampiri Sesilia.


" Bu, ada yang ingin saya bicarakan tentang Bianca. Bianca seperti nya dia merasa cemburu melihat Pak Samuel dan Suster Zivanna hanya pergi berdua saja, Bianca merasa jika Suster Zivanna menikah hanya untuk memisahkan diri nya dengan Papa nya."


Apa yang di takutkan oleh Sesilia pun akhirnya menjadi kenyataan, Bianca yang merasa cemburu terhadap Zivanna atau Zivanna yang tidak bisa sabar dengan sikap Bianca.


" Baiklah nanti aku akan bicarakan semuanya dengan Zivanna, semoga saja Zivanna yang bisa mengerti posisi Bianca."


" Suster Vina setelah ini kamu ajak Bianca untuk tidur yaa, jangan biarkan Bianca tidur malam."


Suster Vina mengikuti perkataan Sesilia, Suster Vina mengajak Bianca untuk segera tidur.


Bianca pun mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Vina.


" Besok Papa dan Mommy pulang tidak yaa, jika tidak aku akan menelephone Mommy Zivanna."


Suster Vina melihat Bianca yang mulai emosional kembali.


" Sayang bukan nya sudah janji tidak akan seperti ini, Bianca harus belajar sabar yaa. Nanti juga Mommy dan Papa pulang."


Suster Vina tidak membacakan buku dongeng untuk Bianca, dia langsung mematikan lampu kamar nya.


Suster Vina meninggalkan Bianca di kamar dirinya langsung mengirimkan pesan kepada Zivanna.


* Zivanna kamu harus extra sabar dengan Bianca, perubahan sikap Bianca hanya sementara saja. Kamu yang harus lebih mengalah nya, jangan sampai kamu emosional dan membuat Bianca merasa bersalah*


Membaca pesan dari Suster Vina, membuat Zivanna yang seperti baru mengenal Bianca.

__ADS_1


" Sebelum Vina, aku dulu yaa mengenal Bianca tapi kenapa yaa Vina seperti yang lebih banyak tahu tentang Bianca."


Zivanna memilih untuk tidak membalas pesan dari Vina, dia menyimpan handphone dengan wajah yang cemberut.


Samuel melihat Zivanna yang seperti sedang sedih sekali.


" Kenapa lagi sayang, ada apa lagi."


Zivanna langsung memberikan handphone nya kepada Samuel.


" Lihat lah Vina, dia yang seperti lebih mengenal Bianca dari pada aku."


Samuel mengambil handphone Zivanna dan membaca isi pesan dari Suster Vina.


Samuel yang merasa jika Zivanna yang memang sangat sensitif sekali perasaan nya.


" Yasudah yaa sayaaaaang, mungkin Suster Vina hanya ingin memberitahu kepada kamu sayang. Karena sekarang kamu dan Bianca sedang sensitif sekali perasaan nya, jadi sekarang lebih baik kamu lebih menenangkan perasaan dan pikiran kamu yaa. Lebih baik besok jangan pulang yaa, diam satu hari lagi di sini ikuti perkataan suamimu."


Zivanna pun menarik selimut nya, dia lebih memejamkan mata nya.


Zivanna seketika langsung berpikir dia belum sampai beberapa hari saja tapi sudah seperti ini, bagaimana dengan kehidupan yang selanjutnya.


Zivanna membuka kembali mata nya, dan dia melihat suaminya yang lebih memilih untuk membaca buku.


Zivanna merasa jika Samuel memang suami yang terbaik untuk nya, Samuel yang begitu sangat sabar sekali Zivanna merasa sangat beruntung sekali mendapatkan suami seperti Samuel.


Zivanna tidak bisa membayangkan jika Samuel yang sampai berat sebelah, dia yang lebih memihak kepada Bianca dan menuntut Zivanna untuk lebih sempurna dan mengalah.


" Ternyata memang tidak mudah untuk bisa masuk ke dalam keluarga ini, lelaki yang sudah pernah berkeluarga. Walaupun sebelumnya aku sangat dekat sekali dengan Bianca, tapi tiba-tiba saja pikiran bisa langsung berubah karena dia tidak mau papa nya di ambil oleh aku."


Zivanna pun memaksakan untuk memejamkan mata nya dia ingin secepatnya pagi dan mencoba untuk berbicara dengan Bianca.


Melihat Zivanna yang sudah tertidur pulas Samuel pun mengeluarkan handphone untuk mengirimkan pesan kepada Suster Vina.


* Suster Vina, jangan lagi memberitahu Zivanna untuk mengubah sikap nya. Karena sekarang Zivanna yang sensitif memikirkan nya. Saya tidak mau sampai ada perdebatan yaa, tolong bantu saya agar bisa memuat Zivanna dan Bianca seperti dulu lagi*


* Baiklah Pak Samuel, maafkan saya atas pesan saya yang tadi untuk Ibu Zivanna*


* Tidak apa-apa Vina*


Vina menyimpan perasaan dia pun memilih untuk lebih Fokus pada Bianca saja.


" Aku lupa sekarang Zivanna bukan yang dulu, sekarang Zivanna yang sudah menjadi pemilik rumah ini dan aku pun harus berubah memanggil nya bukan lagi Zivanna tapi Ibu Zivanna."

__ADS_1


Vina pun memilih untuk beristirahat sejenak, karena besok dia harus sibuk dengan Bianca.


__ADS_2