Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 117


__ADS_3

"Mas kenapa putar balik?" tanya Arsyla. Membulatkan kedua matanya.


"Hust. Nanti kamu tahu sendiri!" jawab Rudi, semakin mengencangkan mesin mobilnya. Ia memutar radio pada mobilnya. Nada lagu dalam radio itu terdengar keras.


"Mas Rudi," teriak Arsyla.


Rudi seakan sengaja ingin mengerjai Arsyla, agar sadar dengan perbuatanya sendiri, Rudi membuat Arsyla nampak syok dan ketakutan saat menumpangi mobil Rudi.


"Stop ..., Mas Rudi," teriak Arsyla. Rudi mengabaikan teriakan Arsyla saat itu.


Lelaki berbadan kekar itu malah, mengeraskan volume radio pada mobilnya.


"Mas Rudi. Dasar budek, dengar enggak aku ngomong apa," teriak Arsyla.


Rudi yang fokus dengan mobilnya langsung menjawab," kamu ngomong apa?"


Arsyla tampak ketakutan, dia berbisik dalam hati," aku belum mau mati, please tuhan tolong aku dari bapak-bapak gila ini."


Rudi melirik sebentar ke arah Arsyla, ia langsung tertawa dalam hati," sepertinya anak ini ketakutan."


Kedua mata Arsyla membulat semakin bulat seakan mau keluar, saat Rudi malah semakin menjadi-jadi saat mengendarai mobil.


"Mas Rudi." Arsyla menatap ke arah wajah Rudi. Ia kesal sekali karna Rudi tak menghentikan mobilnya.


"Mas Rudi, ayolah. Aku belum mau mati," hardik Arsyla.


Saat itu Rudi langsung berkata," kamu ngomong apa Arsyla. Enggak kedengeran loh."


Arsyla semakin kesal, ia berusaha meraih volume suara yang berada di mobil dengan berusaha keras hingga akhinya.


"Mas Rudi."


Dengan sigapnya Rudi mengerem mobilnya. Membuat mobil itu hampir menabrak pohon. Sedangkan Arsyla masih dengan mengatur napasnya yang telihat naik turun, naik turun.


Dasar bapak-bapak stres. Gurutu hati Arsyla.


"Loh, adik kecil kenapa," ucap Rudi mencuil dagu Arsyla. Dengan kesalnya Arsyla menghempaskan tangan yang menyentuh dagunya.


Mimpi apa aku semalam, semobil dengan lelaki stres macam Mas Rudi, gumam hati Arsyla.


"Gimana seru enggak, hilangkan stresnya?" tanya Rudi.


Arsyla mencabik bibir kesal, ia tak suka dengan kelakuan Rudi yang hampir membuat dirinya seperti orang gila. Yang hampir menuju kematian.


"Mas Rudi ini gila apa stres?" tanya Arsyal sedikit membentak.


"Dua-duanya juga bisa!" jawab Rudi. Menyenderkan kepalanya pada kursi mobil.


"Aku mau pulang," desak Arsyla.

__ADS_1


"Loh, kita kan mau ketemu Rafa, calon suamimu," ucap Rudi dengan santainya.


Dengan sengaja Rudi berbohong pada Arsyla bahwa mobilnya mogok.


"Ya, mobilnya enggak nyala sepertinya. Mogok," ucap Rudi membuat Arsyla semakin nampak syok.


"Mana mungkin, Mas Rudi. Tadi pas ngebut lancar-lancar aja. Ini pasti akal-akal Mas Rudi aja. Biar, aku bisa bertemu dengan Rafa," gerutu Arsyla.


"Emh, kamu tidak percaya, ya. Mau nanti, mas tabrakin ini mobil," ucap Rudi.


Arsyla dengan takutnya langsung menjawab," enggak. Aku enggak mau dulu mati. Mas Rudi aja deh yang duluan mati."


Rasanya Rudi ingin tertawa setelah mengerjai Arsyla saat itu, tapi dia juga merasa kasian karna Arsyla terlihat begitu stres dan ketakutan.


"Terus sekarang kita gimana, oh. ya. Coba telepon Ka Arpan. Siapa tahu dia nyusul ke sini, soalnya Arsyal enggak bawa Hp," ucap Arsyla, memelas.


"Ya, udah. Mas, coba teleponnya."


Rudi tak puas dengan mengerjai Arsyla saat itu, ia berkata pada Arsyla." Ya, lowbat Hp-nya."


"Apa."


Arsyla sontak kaget, saat mendengar bahwa Hp- Rudi lowbat.


Gimana ini, ahk. Apes aku hari ini, Mas Rudi benar-benar bikin aku stres, gerutu Arsyla.


Sesaat menunggu beberapa menit, mobil Rafa datang.


"Arsyla kamu?" tanya Rafa yang turun dari dalam mobil.


Gila, itu bukanya Rafa, ya. Sial gimana ini. Gerutu Arsyla.


Rafa langsung menyapa Rudi saat itu, mereka langsung mengobrol kenapa dengan mobil Rudi yang bisa tiba-tiba berada di pinggir jalan yang hampir saja menabrak pohon.


Rudi membisikan sesuatu pada Rafa saat itu.


Membuat rapat tiba-tiba mengerti apa yang dikatakan Rudi.


Sedangkan Arsyla masih berada di dalam mobil. Dia seakan enggan menghampiri Rafa.


"Sepertinya, Arsyla ketakutan," ucap Rafa pada Rudi. Lelaki berambut keriting itu seakan akrab dengan Rudi.


"Jelas dia takut, aku sudah bawa calon istrimu ugal-ugalan," jawab Rudi. Terseyum kecil.


"Apa dia syok?" tanya Rafa. Sedikit kuatir.


"Sepertinya ia, coba kamu bujuk dia!" jawab Rudi.


Rafa langsung menghampiri Arsyla, dengan raut wajah Kuatirnya. Karna Rudi yang sudah memberi tahu bagaimana merayu seorang wanita agar luluh.

__ADS_1


Rudi melakukan semua ini, karna dia lebih membela Rafa dari pada Arsyla. Karna di dalam perjalanan Arsyla tidak menampilkan dirinya yang dewasa dan masih bersifat egois.


Kalau saja Arsyla berubah, Rudi tidak akan melakukan semua ini, karna ini demi kebaikan gadis berhijab coklat itu.


Entah dari mana Arsyla mendapatkan sifat seperti itu, sedangkan Bu Ira sangatlah baik dan rendah hati.


Rudi menyaksikan Rafa yang mengoda Arsyla, rasanya Rudi ingin tertawa menyaksikan Rafa yang bertingkah lembut.


Awalanya Rudi mengira Rafa yang berengsek, tapi nyatanya Rudi salah. Rafa melakukan semua ini karna ingin merubah Arsyla, walau caranya salah. Karna terlalu banyak kesalahan Arsyla pada orang lain.


Gadis berhijab coklat berhidung macung itu, sudah sangat keterlaluan dari menghina ibunya dan menyalahkan Arpan. Apalagi Arsyla tidak menerima kenyataan.


Rudi takut Arsyla malah semakin jahat jika dia tidak diberi pelajaran. Hanya dengan cara ini, semua bisa membuat Arsyla berubah.


Walau sebenarnya Arpan belum tahu apa yang dilakukan Rudi pada Arsyla saat ini.


Tring ....


Satu pesan datang dari ponsel Rudi.


[ Loe dimana Rud?]


Arpan mengirim pesan. Apa aku harus katakan sejujurnya apa yang tengah aku lakukan sekarang.


Tapi apa Arpan akan mengerti. Karna dia terlihat begitu marah pada Rafa. Biarkan saja lah dulu, biar nanti aku bicarakan baik-baik dengan Arpan. Gumam hati lelaki berbadan kekar yang tak lain ialah Rudi.


Di tengah lain Rafa, berusaha membujuk Arsyla agar naik ke dalam mobilnya.


Tapi Arsyla tetap bersih keras tidak mau menaiki mobil Rafa.


"Arsyla, ayo naik ke dalam mobil," ucap Rafa lembut. Arsyla malah membentak Rafa.


Sedangkan Rudi yang melihatnya hanya mengeleng-geleng kepala.


"Ayolah, besokkan kita menikah," ucap Rafa membujuk lagi Arsyla.


"Aku enggak mau, titik," bentak Arsyla.


Rafa mulai menarik nafas kasarnya menenangkan semua kekesalan pada hati dan pikirannya. Sedangkan Rudi langsung berteriak.


"Oke kalau kamu tidak mau ikut dengan Rafa, aku akan pulang naik mobil calon suamimu."


Sontak Arsyla kaget saat mendengar teriakanku seperti itu.


Rudi bergumam dalam hati," Arsyla kaya orang yang ketakutan saat di tinggal pergi."


Dengan raut wajah kesal Arsyla keluar dari mobil sembari marah-marah.


"Iya, aku keluar. Dasar cowok semua sama. Nyebelin."

__ADS_1


"Mau aku gandeng."


Rafa menyodorkan tangannya membuat Rudi yang melihatnya langsung menahan tawa.


__ADS_2