
Setelah Tama membuka pintu kamar mandi, pelayan yang sudah menunggu di balik pintu langsung menarik tangan sahabatnya itu.
"Lulu ayo kita beres- beres sekarang. Dan lagi kita harus memasak untuk Tuan Andre." ucap pelayan bernama Tina.
Tama terpaksa mengganti bajunya dengan pelayan yang bernama Lulu, ia menyamar menjadi Lulu berharap Tina sahabatnya tak mencurigai postur tubuh Tama.
Saat Tama berjalan mengikuti langkah Tina, dalam hati Tama berucap," bagaimana, kalau Rudi tahu aku memakai pakaian pelayan wanita. Mungkin dia akan menertawakanku. Bodoh kamu Tama, Kenapa bisa salah sasaran. harusnya aku memukul penjaga lelaki malah memukul pelayan wanita."
Tama menghela nafas beratnya, Untung saja pelayan di rumah Pak Andre diharuskan memakai masker. Kalau tidak, mungkin Tina akan kaget melihat wajah sahabatnya yang berewokan.
setelah sampai di dapur, Tina mulai bertanya pada Lulu.
"Lulu, kenapa kamu malah diam saja." ucap Tina pada Tama yang berpura-pura menjadi Lulu.
"Oh, maaf!" jawab Tama. mencoba mengubah suara besarnya menjadi suara seperti perempuan.
sebenarnya Tina sedikit kaget saat mendengar suara sahabatnya yang sedikit terdengar aneh, begitupun dengan postur tubuh Lulu yang mengalami perubahan derastis.
saat itulah Tina mulai memberanikan diri bertanya pada sahabatnya itu.
"Lulu kenapa ....," belum pertanyaan Tina terlontar semuanya. pada saat itulah kepala pelayan datang secara tiba-tiba.
membuat Tina fokus kembali memasak, sedangkan Tama dengan santainya hanya bisa mengiris bawang dan bahan lainnya. Tama berusaha berubah menjadi sosok wanita yang gemulai.
"Saya berharap, jam 12 siang ini. Semua makanan sudah berada di atas meja makan." Ucap Tegas kepala pelayan. Menatap ke arah para pelayan wanita yang fokus memasak.
Para pelayan dengan sigap berucap. " Baik."
saat kepala pelayan itu menatap ke arah Lulu, pelayan itu merasa aneh dengan postur tubuh lulu. kepala pelayan itu langsung menghampiri Lulu yang tak lain ialah Tama.
Kepala pelayan itu mendekat ke arah Tama, menatap dari ujung kaki hingga ujung kepala Tama.
membuat Tama sedikit takut jika penyamarannya terbuka.
Tama yang melihat kepala pelayan itu langsung memainkan aksinya, Tama dengan sengaja menggoyang-goyangkan bokongnya untuk mencuri perhatian kepala pelayan itu. Agar kepala pelayan itu tak mencurigai penyamarannya.
Hingga di mana kepala pelayan itu mendekat dan membisikkan sebuah ucapan pada telinga Tama yang diangap bahwa ia adalah Lulu.
"Malam ini, aku akan datang ke kamarmu." Bisikan kepala di barengi dengan tangam yang memegang erat bokong Tama.
membuat Tama merasa jijik dan berkata dalam hati," Dasar bandot Tua."
kepala pelayan itu langsung pergi meninggalkan ruangan dapur, Tina Yang penasaran dengan kepala pelayan itu, di mana kepala pelayan itu mendekati Lulu langsung bertanya pada Lulu
__ADS_1
"Tadi dia bilang apa, Lu." Tanya Tina pelan.
Tama mendengus kesal dengan tina yang banyak bertanya dan kepo, Tina terlalu ingin tahu urusan orang lain.
saat itulah Tama membisikan kata-kata pada telinga Tina," kepala pelayan itu bilang, aku seksi!"
Tina menutup mulutnya, menahan tawa yang tak tertahankan. sedangkan Tama mendelik kesal pada wajah Tina yang di mana wanita itu berada di sampingnya.
@@@@
Rudi yang sudah berpakaian penjaga, mulai mencari keberadaan Tama. karena dalam rencananya. setelah memakai baju penjaga mereka akan bertemu di tempat yang sudah ditunjukkan Rudi.
"Ke mana Tama? seharusnya dia berhasil melumpuhkan 1 penjaga." Gerutu Rudi.
@@@@
Sedangkan di dalam dapur, Tama sudah selesai memasak. rasa lelah mulai ia rasakan hingga Tama baru ingat, jika dirinya harus bertemu langsung dengan Rudi. Di tempat yang di tunjukkan Rudi.
"Sial, aku lupa. Sekarang aku harus bertemu dengan Rudi."
Saat Tama mulai berjalan, Iya menatap pakaian pelayan yang ia kenakan pada kaca yang berada di ruangan tamu.
"Pakaianku. Ahhk, sudahlah yang terpenting. Aku sudah bisa menyamar." Gerutu Tama. berjalan untuk menemui Rudi.
Saat Rudi Tengah fokus menunggu kedatangan Tama, pada saat itulah Tama datang menepuk bahu Rudi.
Rudi kaget dengan orang yang menepuk bahunya," Ada apa, mba?"
saat itulah Tama mulai membuka maskernya.
"Astaga, kamu Tama." Ucap Rudi, melihat penampilan Tama dengan memakai pakaian pelayan wanita.
"Kenapa?" Tanya Tama.
saat itulah Rudi tertawa terbahak-bahak, dia yang tadinya mencoba menahan Tawa dengan terpaksa tertawa hingga menangis.
Tama sedikit kesal dengan Rudi, ia memukul punggung Rudi hingga batuk.
"Batukkan." Sindir Tama.
Rudi masih saja tertawa." Apa sih, Tama."
Tenggorokan Rudi terasa sakit, karena terus tertawa tiada henti.
__ADS_1
Membuat Tama berucap." Karma."
saat itulah Rudi muncul bokong Tama hingga Tama menjerit pelan," Aw."
Rudi kembali lagi tertawa. " Rudi bisa tidak kamu berhenti meledek dan mengerjaiku." Bentak Tama.
" sorry .... Sorry. Aku tak kuat melihat penampilanmu yang begitu seksi, membuat hasratku menggelegar," ucap Rudi merayu Tama.
" Ih, najis," balas Tama.
Rudi mulai menghentikan tawanya, Iya kembali fokus dengan rencananya yang disusun.
"Tapi ada bagusnya sih kamu berpenampilan seperti itu. Jadi aku bisa kembali menyusun rencana dengan lebih baik lagi." Ucap Rudi, sama hanya mendelik kesal di hadapan Rudi. karena ia tahu jika Rudi masih mentertawakannya dalam hati.
Rudi mulai membisikkan sesuatu pada telinga Tama, yang di mana bisikan Itu adalah sebuah rencana yang disusun kembali oleh Rudi.
Tama mulai mengerti rencana selanjutnya. dia setuju dengan rencana yang di berikan Rudi. Untuk selanjutnya.
"Bagaimana kamu siap?" tanya Rudi.
"Oke."
Pelayan yang bernama Tina mengintip pada balik tembok, yang di mana ia melihat Lulu sedang mengobrol dengan penjaga lelaki.
"Lulu, aku enggak menyangka jika dia ada main bersama penjaga di rumah ini." Ucap Tina. Wanita yang selalu ingin tahu urusan orang lain.
Tina penasaran dengan sahabatnya yang bernama Lulu itu.
" Ah, sepertinya luli tengah pedekate. dengan penjaga itu. Gosip baru ini, asik." Ucap Tina menunggu kedatangan Lulu.
.Tama langsung berpisah dengan Rudi, ia dengan sigap menutup maskernya kembali. Takut jika ada orang yang mengetahui wajahnya yang berewok memakai pakaian pelayan wanita.
Tama yang tak banyak waktu, bergegas mencari ruangan di mana Sarah di kurung.
Namun saat dirinya melangkah melewati Tina.
Tina dengan sigap menarik tangan Tama yang menyamar menjadi Lulu.
"Eh, Lulu."
Sontak Tama kaget, melihat Tina mengintip di balik tembok dan tanpa sebab apa apa langsung menarik tangan Tama.
"Tina, ada apa sih?" Tanya Tama dengan nada sedikit mendayu- dayu.
__ADS_1
Tina menepuk bahu Tama dan bertanya." sepertinya kamu sedang pedekate, ya dengan penjaga lelaki itu."
"Apa sih kamu ini, aku kan seorang pelayan mana mungkin aku pedekate dengan penjaga tampan itu," ucap Tama. Mencoba menbuat Tina yakin akan dirinya adalah Lulu.