Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 263 Bertemunya Dodi dengan sang mama. plus Kembalinya Alan menemui Delia


__ADS_3

Rudi mulai turun dari dalam mobil, Ia membuka pintu mobil. Tapi di tahan oleh Dodi,” Jangan pah. Takut jika mereka orang jahat.”


Rudi mulai menutup kembali pintu mobilnya, benar apa yang dikatakan Dodi. Tapi dirinya begitu penasaran siapa yang sengaja berlarian ke hutan?


“Sebaiknya kita cepat pulang. Dodi ingin cepat ketemu mamah,” ucap Dodi. Menyuruh sang papah untuk melanjutkan perjalanan.


“Baiklah Dodi,” balas sang papah menjalankan mobilnya kembali.


Namun, ternyata yang berlarian menuju hutan itu adalah Dina dan Riri. Mereka tak sadar jika mobil yang hampir menabrak mereka adalah mobil Rudi.


“Kamu tak apa-apa?” tanya Riri.


“Tidak, hanya luka kecil saja!” jawab Dina.


“ Ayo kita hentikan mobil itu, siapa tahu mereka bisa menyelamatkan kita,” ucap Riri. Mulai berlari mengejar mobil itu.


Dodi yang merasa akan teriakan, kini membalikkan wajah ke arah belakang mobil. Saat ia lihat, ternyata itu Riri dan Dina.


“Papah, Tante Riri dan Tante Dina,” ucap Dodi. Pada saat itulah Rudi mulai memberhentikan mobil, memutar balikan mobil.


“Mana Dodi?” tanya sang papah.


Namun, sialnya seseorang membekam mulut Riri membawa dia ke bersembunyi di dalam pohon besar begitu pun dengan Dina.


Rudi mencari-cari wanita yang di sebutkan anaknya,” tidak ada. Kamu berhalusinasi mungkin.”


Dodi mengaruk belakang kepalanya yang tak terasa gatal, ia merasa teriakan dan lambaian tangan itu nyata.


“Tapi, Dodi mendengar suara mereka berdua.”


“Apa kamu yakin?”


Pertanyaan sang papah membuat Dodi bingung. Pada saat itulah Rudi mulai memutar balikan mobil dan pergi dari jalanan yang sepi itu.


Mereka tak berani turun dari dalam mobil, karna takut jika orang jahat membuat mereka celaka. Maka dari itu, Rudi memutuskan untuk segera pulang menemui Ami.


Mobil Rudi sudah menjauh, sedangkan Dina dan Riri di bawa paksa masuk ke dalam mobil. Mereka tertangkap kembali oleh suruhan Sarah.


“Akhirnya kita bisa menemukan kedua wanita ini,” ucap Suruhan Sarah dengan begitu senang.


Dina dan Riri tak menyangka jika mereka sudah di icar oleh suruhan Sarah, kedua kaki mereka di ikat dan begitu pun dengan tangan. Mereka berpura-pura pingsan di dalam mobil.


“Sial, Dina kita tertangkap lagi,” gerutu Riri pada Dina.


“Ya kamu ngapain, pakai acara melambaikan tangan segala jadinya kan kita kena,” balas Dina.

__ADS_1


“Idih, ya mana aku tahu,” cetus Riri.


“Dari pada kita debat, mending kita cari cara agar keluar dari mobil ini dan tak di tahan oleh Sarah kembali. Kamu mau hidupmu menderita di rumah neraka itu,” balas Dina.


Kedua para tahanan itu memperhatikan Riri dan Dina, membuat kedua wanita itu seakan bingung mencari cara untuk bisa kabur dari dalam mobil.


“Bagaimana kita bisa kabur dari sini, mereka terus mengawasi kita,” ucap Riri.


Saat itu Dina mulai menampilkan kedua tangannya yang sudah terikat tali,” lihat aku bisa melakukannya kan.”


“Waw, hebat.”


Pada saat itu Riri mulai membalikkan tubuhnya membelakangi Dina, membuat Dina dengan spontan membuka tali yang mengikat Riri.


“Yes bebas.”


Dina menempelkan jari tangannya pada bibir berkata,” hus. Jangan berisik.”


Riri menganggukkan kepala, saatnya mereka mulai beraksi menutup kedua mata suruhan Sarah itu.


Satu, dua, tiga.


Sang sopir yang mengendarai mobil kini kewalahan, hingga di mana mobil itu.


Brukkkk .....


@@@@@@


Terlihat Pak Gunandi dan Bu Sumyati tengah menunggu Ami di dalam ruangan. Mereka terlihat murung karna menunggu kedatangan Rudi, hingga di mana Rudi mulai mengerjai mereka di dalam ruangan.


Ceklek ....


Pintu kini dibuka, perlahan Rudi masuk dengan wajah sedihnya.


Bu Sumyati yang melihat anaknya langsung menghampiri Rudi dan bertanya,” Bagaimana Rudi, Apa kamu sudah menemukan Dodi?”


Rudi kini terdiam, mulutnya keluh. Sampai di mana ia berkata,” maaf. Dodi ....”


“Kenapa dengan Dodi?” tanya Bu Sumyati yang seakan cemas.


“Nenek, kakek.”


Dodi datang dari balik pintu, membuat Bu Sumyati dan Pak Gunandi menutup mulut tak percaya dengan sosok sang cucu yang telah kembali.


Saat itulah mereka berdua menghampiri Dodi memeluk dan mencium anak itu.

__ADS_1


“Dodi, akhirnya kamu kembali nak. Kami sangat menghawatirkanmu.” Ucap Bu Sumyati.


Dodi meneteskan air mata, ia sanggatlah bahagia melihat senyuman kakek neneknya.


“ Dodi.”


Panggilan Ami membuat Pak Gunandi dan Bu Sumyati melepaskan pelukan mereka dari tubuh Dodi, kini Dodi mulai menatap pada sang mama yang duduk dengan wajah basah karna air mata.


“Dodi, sini. Nak.”


Kedua tangan Ami mulai menjulur ke arah Dodi, wanita itu sudah rindu berat dan ingin memeluk sang anak.


Dodi melangkahkan kakinya menuju sang mama, dan pelukan erat Dodi layangkan. Tangis harus terdengar, membuat orang-orang yang berada di ruangan tak tahan ikut menangis.


“Akhirnya kamu kembali, nak. Mamah rindu sekali,” ucap Ami dalam pelukan yang tak ia lepaskan. Isak tangis seakan membanjiri ruangan.


“Dodi juga Rindu mama,” balas Dodi.


Rudi tersenyum bahagia, melihat keluarganya utuh kembali seperti semula, hatinya seakan tenang.


“Papah sini,” ucap Dodi memanggil sang papa.


Kini lengkap sudah kebahagiaan mereka, tanpa ada penganggu sekali pun.


@@@@@


Rudi menemukan kebahagiannya kembali, akankah bertahan lama. Sedangkan Alan masih dalam pesawat. Dirinya tak lepas memikirkan nasib Dina dan Riri yang belum di temukan.


Rasa kuatirnya merasuki diri membuat hatinya berat sekali meninggalkan Dina dan Riri yang belum di temukan.


Ane yang masih di rumah sakit, mendapatkan info jika Alan akan menemui Delia. Sedangkan Delia kini tengah berbadan dua, apakah Alan akan menerima?


@@@@@@


Ita mulai masuk ke dalam ruangan, dan bertanya kepada Ane sang dokter yang sudah duduk.


"Ada apa dokter memanggil saya datang kemari?" tanya Ita yang masih bingung. Karna kepalanya masih terasa sakit bekas obat yang di berikan Delia saat itu.


"Aku ingin bertanya kepadamu, untuk apa tadi pagi kamu datang ke tempat CCTV!?" jawab sang dokter dengan memberikan sebuah pertanyaan untuk ita.


Tentulah Ita bingung, karna dari tadi pagi dia masih berada di ruangan, belum ke mana- mana, apalagi dia terbaring di ranjang tempat tidur Delia.


memegang kepala mengigat apa yang sudah terjadi, tapi tetap saja yang Ita ingat, dirinya masih di ruangan Delia.


"Saya tidak pergi ke sana Dokter!" jawab Ita. dengan berkata sejujurnya.

__ADS_1


"Jangan berbohong kamu Ita, jelas-jelas aku melihat kamu berjalan keluar masuk ruangan cctv," tegas Ane.


Ane sedikit membuat Ita terkejut, Ita sudah berterus terang bahwa dirinya memang tidak pernah ke luar masuk ruangan CCTV dan jika itu terjadi untuk apa?


__ADS_2