
"Kenapa kamu diam, Sarah?" tanya Pak Andre.
"Sebe ... nar."
Sarah seakan gugup menjawab pertanyaan Pak Andre pada saat itu, ia ketakutan jika Pak Andre tahu dirinya berniat kabur dari rumahnya.
"Apa yang harus aku jawab, pada lelaki tua bangka ini." Guman hati Sarah.
Pak Andre mulai Melambaikan tangannya membantu untuk sarah berdiri, tapi Sarah malah memandang lelaki itu dengan rasa ketakutan.
"Kamu kenapa, Sarah?" tanya Pak Andre.
"Aku, hanya ....!"
belum jawaban terlontar dari mulut Sarah, Pak Andre langsung menarik tangan Sarah, agar berdiri.
saat itulah Sarah mulai berdiri sejajar dengan Pak Andre, membuat lelaki tua itu merangkul bahu Sarah dan membisikan ucapan," apa kamu berniat kabur dari rumahku."
Deg ....
Sarah membulatkan kedua matanya, kaget dengan bisikan Pak Andre yang mengetahui apa rencananya saat ini.
"Kenapa setiap aku bertanya, kamu malah diam?"
"Eh ...."
kedua tangan Sarah bergetar, tubuhnya seakan ketakutan.
"Kamu takut, Sarah?" Lelaki tua itu, mengusap perlahan rambut yang terurai panjang. Menutupi sebelah mata Sarah.
Pak Andre menghebuskan nafasnya dan berbisik," kenapa kamu terus saja diam, Sarah?"
"Maaf kan Saya Pak Andre."
Kata-kata maaf Sarah membuat Pak Andre tak suka, ia seakan mengigat kata maaf itu dari mulut istrinya yang tengah mengalami depresi berat.
"Bisa tidak kata maaf itu tidak usah terucap pada bibir tipismu itu, Sarah."
"Tapi, saya berasalah. karna tidak mentaati peraturan, pak Andre."
lelaki tua itu langsung mengusap dagunya, dan tertawa pelan. kepala Sarah yang menunduk ke bawah, membuat ia memberanikan diri menatap kearah Pak Andre.
"Bisa tidak sekarang kamu jujur padaku. Apa niatmu malam ini?" tanya Pak Andre.
Beberapa kali Sarah menelan ludah karna rasa takutanya, beberapa kali pula Sarah mengigit bibir bawahnya karna menahan rasa getaran pada tubuhnya.
__ADS_1
"Oh, ya. Sarah. Jika kamu berkata jujur, aku akan memaafkanmu. Tapi jika berbohong ...."
Perkataan Pak Andre belum terucap semuanya, Sarah sudah benar-benar mati kutu saat itu juga.
" jika saya berbohong, Pak Andre akan melakukan apa pada saya?"
"Mm, Aku kira kamu tidak akan bertanya seperti itu padaku, Sarah!'
"Maafkan Saya Pak Andre."
Pak Andre berdecak kesal, tiba-tiba saja vas bunga yang berada di dekatnya. Iya pecah kan seketika di depan Sarah.
Sarah tertohok kaget dengan apa yang dilakukan Pak Andre. membulat kedua matanya begitu pun dengan mulutnya yang tiba- tiba mengagah.
"Pak ..."
"Sarah, asal kamu tahu. Aku tidak suka dengan wanita lemah, yang bisanya meminta maaf."
"What, wanita lemah. Apa maksud lelaki tua bangka ini." Gumam hati Sarah.
"Sarah, aku membawamu ke sini. karna aku tertarik dengan kejahatanmu yang sudah membunuh Pak Anton," ucap Pak Andre. Membuat Sarah semakin tak mengerti.
"Maksud bapak?" tanya Sarah.
"Aku mengira kamu langsung mengerti dengan apa yang aku katakan, asal kamu tahu aku adalah adik dari Anton!" jawab Pak Andre.
Pantas saja wajah Pak Andre begitu percis dengan Pak Anton, ternyata mereka bersaudara.
"Asal kamu tahu, aku senang denganmu Sarah. Saat kamu menikah dengan kakaku. melihat wajahmu membuat ketertarikan dalam diriku," ucap Pak Andre.
Lelaki tua itu, meraih kedua bahu Sarah, agar berhadapan dengannya.
"Dan sekarang ketertariakan itu masih ada pada diriku, Sarah. Aku senang saat mendengar Anton mati karnamu, kita mempunyai rasa kesal yang sama," ucap Pak Andre. Sarah hanya diam seperti patung.
"Oh, ya Sarah ayo ikut denganku sekarang."
Pak Andre langsung menarik tangan Sarah, tapi Sarah mencoba memberontak.
"Kenapa kamu tak mau, Sarah." Cetus Pak Andre.
"Bukan begitu, pak. Tangan bapak terlalu mencekram, membuat tangan saya terasa sakit," ucap Sarah.
Pak Andre tersenyum, dan tertawa. ia membalas ucapan Sarah." tangan kamu sakit Sarah."
Bukan melepaskan tangan Sarah, Pak Andre malah mencengkram erat tangan wanita itu. membuat Sarah meringis kesakitan.
__ADS_1
"Pak Andre. bisa lepaskan tangan Saya." Pinta Sarah.
"Kamu mau aku melepaskan tanganmu, Maafkan aku Sarah sayang. tidak bisa," ucap Pak Andre tertawa terbahak-bahak.
Lelaki tua itu, tak segan-segan Menarik paksa Sarah. untuk ikut dengannya pada saat itu juga. namun Sarah berusaha melawan, Iya dengan singkap menginjak kaki lelaki tua itu dan mendorongnya hingga tersungkur jatuh ke atas lantai.
Sarah langsung melarikan diri, yang mendekati pintu keluar. saat pintu mulai ia buka.
"Ahkkk."
Sarah berteriak, rambutnya dicekam lelaki tua yang tak lain ialah Pak Andre.
"Kenapa kamu kabur, Sarah. Aku masih ada di sini."
Cekraman tangan Pak Andre begitu kuat pada rambut Sarah, membuat rasa sakit tak tertahankan.
"Pak, aku mohon lepaskan aku."
..
Pak Andre yang mendengar Sarah berkata seperti itu, malah tertawa terbahak-bahak. lelaki tua itu langsung mencengkram pipi Sarah dengan begitu keras. membuat Sarah tak bisa berucap kembali.
"Sudah sekarang Kamu turuti apa kemauan ku, ikut denganku atau kamu akan aku habis di sini. di ruangan terbuka ini."
Pak Andre benar-benar kejam, rambut Sarah di tarik. Hingga Sarah berteriak teriak kesakitan.
para pelayan di sana sudah terbiasa dengan teriakan seorang wanita, mereka tak mau ikut campur masalah pribadi sang tuan rumah. mereka lebih baik menutup kedua kuping dan tak berbicara kepada orang lain. Bahwa majikan mereka mempunyai ganguan jiwa.
Sehingga tak segan- segan jika melihat.wanita yang membuat ia tertarik untuk menyakitinya langsung.
"Pak Andre sakit, tolong ...."
Lolongan minta tolong benar-benar diabaikan oleh orang-orang yang berada di rumah Pak Andre.
"Ke mana orang-orang yang berada di rumah ini, Kenapa mereka tidak mendengar teriakanku. apa mereka berpura-pura tuli karena mereka sudah mengetahui sifat Pak Andre yang kejam dan suka menyiksa." Gumam hati Sarah.
wanita itu seakan tak punya harapan lagi, ia tak tahu harus meminta tolong pada siapa lagi? Karna berteriak sekeras mungkin, orang-orang di rumah itu benar-benar tak peduli dengannya.
setelah sampai di ruangan, yang di mana di dalam ruangan itu terdapat seorang wanita bersimpuh darah dan penuh luka pada sekujur tubuhnya. wanita itu Tengah duduk dengan memeluk kedua lututnya.
"Hai sayang. kamu lihat aku bawa siapa?" tanya Pak Andre pada wanita yang ia siksa terus menerus.
Wanita itu malah diam dan tak menjawab pertanyaan Pak Andre, ia malah menatap tajam ke arah Sarah.
"Pak, tolong lepaskan saya." ucap Sarah memohon belas kasihan pada lelaki tua itu.
__ADS_1
Namun, pak Andre yang sudah kesal ia tak memberi ampun pada Sarah. Pak Andre langsung mengambil cambuk yang berada di ranjang tempat tidur.
Yang di mana .....