Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 293 Kagetnya Ami


__ADS_3

@@@@


“Aku gerah banget, mbok. Seharian belum mandi, jadi mau pinjam handuk,” ucap Sarah dengan keringat yang bercucuran. Wanita itu tak terbiasa dengan rumah kumuh yang tak ada AC-nya.


“ya, maaf ya, non. Maklum saja di sini tidak ada AC kaya di rumah, non,” balas Si Mbok dengan wajah menunduk.


Sarah langsung memberikan beberapa gepok uang pada wanita paruh baya itu,” Enggak ada AC, beli aja kipas buat saya di kamar ini.”


Kedua mata Si Mbok membulat melihat uang gepokan yang di berikan Sarah, kedua tangannya bergetar mengambil uang itu.


“Ini uang banyak sekali, nona dari mana?” tanya si Mbok mengerutkan keningnya, kedua bibirnya bergetar. Karna baru kali ini memegang uang begitu banyak.


Sarah memegang bahu Si Mbok dan menjawab,” aku punya uang simpanan yang sengaja aku sembunyikan, jadi si Mbok tenang saja. Ayo terima Mbok.”


Wanita tua itu menelan ludah, pada akhirnya ia menerima uang pemberian dari Sarah yang cukup lumayan banyak.


Sang suami Si Mbok, mendelik tersenyum menatap uang yang di pegang istrinya. Ada niat jahat pada hatinya untuk mengambil uang itu.


“Ya sudah Mbok, kamar mandinya di mana?” tanya Sarah.


Si Mbok sedikit ragu menujukan kamar mandinya yang berada di luar dengan menggunakan timba, ia malu sekali pada Sarah.


“Mbok.” Sarah melambaikan tangan pada wajah Si Mbok membuat lamunan nya seketika membuyar.


“Eh, iya. Non kenapa?” tanya Si Mbok menatap ke arah Sarah.


“Kamar mandinya di mana?” tanya Sarah.


Si Mbok langsung mengantarkan Sarah ke belakang rumah, yang di mana Kamar mandinya terpisah.


Sarah menatap kamar mandi itu begitu kaget, melihat kamar mandi yang hanya tertutup kain tanpa penghalang tembok atau papan.


“Ini kamar mandinya, Mbok?” tanya Sarah yang kaget dengan penampakan kamar mandi yang begitu mengenaskan.


“Iya, Non, maaf sebelumnya. Kamar mandinya memang seperti ini, karna si mbok orang miskin ya jadi begini,” keluh si Mbok.


Mau tidak mau Sarah harus mandi, karna badannya yang sangat gerah, membuat ia tak tahan karna keringat yang membuat tubuhnya gatal.


“Ya sudah lah, mbok.” Ucap Sarah terpaksa.


Walau bagaimana pun ia harus tetap kuat, karna ini tempat persembunyian yang aman dari polisi. Karna jika Sarah tinggal di hotel, kemungkinan besar dirinya akan tertangkap oleh polisi.


Sarah mulai masuk, ia seakan ingin muntah melihat penampakan kamar mandi yang menjijikkan, tidak seperti kamar mandi di rumah Pak Anton yang mewah dan menyenangkan.


Kini Sarah mulai mengambil Air dari timba untuk ia mandi, benar- benar butuh perjuangan begitu banyak untuk bertahan hidup di rumah pembantunya itu.


Jika ingin menangis, ia ingin sekali menangis berteriak meratapi nasib yang ia rasakan saat ini.


Pembunuhan itu terjadi gara-gara Tama, jika Tama tak membunuh Pak Anton dan ke tiga istrinya kemungkinan besar Sarah tetap menikmati fasilitas di rumah Pak Anton.


Suami Si Mbok yang sengaja mengintip, membuat Sarah curiga.


“Bukanya itu suami Si Mbok ya.” Gumam hati Sarah.


Karna sudah mengambil air begitu banyak, pada saat itulah Sarah mulai duduk dan membuka baju.


Tapi ia seakan ragu, karna melihat suami si Mbok yang melewati kamar mandi sekilas.


Karna rasa gerah yang tak tertahan, Sarah hanya bisa cuek, ia berpikir mana mungkin lelaki tua itu berniat jahat, jika pun berniat jahat Sarah bisa saja berteriak.


Kain yang menempel pada tubuh Sarah, kini terlepas sudah membuat Sarah mengguyur tubuhnya dengan air.


Rasanya begitu segar, membuat ia menikmati setiap air yang mengenai kulitnya.


Suami Si Mbok tengah duduk di balik semak, yang ribang. Ia mengintip perlahan tubuh Sarah yang begitu aduhai, membuat air liurnya tak terasa menetes.

__ADS_1


“Alama, seksi sekali wanita itu.”


Hasratnya mulai terasa pada tubuh lelaki tua itu, membuat ia tak kuat menahan si jagonya.


“Ahhk, andai saja aku berada di sana.”


Tiba-tiba ....


Plak ...


Buah kepala yang tak jauh dari Suami Si Mbok kini jauh, mengenai kepalanya. Membuat kedua matanya seketika rabun, ia tersungkur jatuh dan pingsan begitu saja.


Si Mbok yang tengah sibuk memasak, tidak menemukan suaminya pulang kembali, membuat ia sedikit kuatir.


“ke mana, lelaki peot itu. Jam segini belum pulang juga.” Gerutu Si Mbok sibuk dengan mengupas bawang dan memotong- potong sayuran.


Sarah yang beres mandi, membuat Si mbok begitu takjub saat melihat tubuh wanita itu hanya di lingkari handuk saja.


Membuat Si Mbok kuatir, jika suaminya melihat Sarah seperti itu.


“Kenapa Mbok?” tanya Sarah.


Si Mbok pergi ke dalam kamar, mengambil kain panjang yang berada di dalam lemari. Saat itulah wanita tua itu dengan sigap menutup atasan yang terlihat putih bersih dan menggoda dengan kain yang ia ambil dalam lemari.


“Tutup pakai kain ini, biar enggak dingin,” ucap si Mbok.


Sarah tersenyum dan berucap,” terima kasih. Mbok.”


Setelah beres memasak dan menyediakan di atas meja makan, kini Si Mbok mencari keberadaan suaminya di warung atau pun di tempat- tempat biasa. Entah kenapa Si Mbok tak menemukan keberadaan suaminya.


“Ke mana kamu ini, pak. Di cari-in ke mana- mana enggak ketemu.” Gerutu Si Mbok yang sudah lelah mencari keberadaan suaminya.


Saat itulah, Si Mbok berjalan ke arah belakang rumah. Untuk memetik beberapa cabai untuk ia jadikan sambal, tapi betapa kagetnya saat itu.


“Bapak- bapak.”


Beberapa kali di bangunkan, tapi tak bangun- bangun. Membuat Si Mbok kesal, hingga ia mengambil air di dalam kamar mandi mengguyurkannya pada wajah suaminya.


Byurr ....


Lelaki tua itu terbangun dengan perasaan kaget dan berkata,” di mana aku?”


“Di mana- di mana, eling pak. Ngapain bapak tidur di sini.”


“Alah, aku kira bertemu bidadari. Ternyata nenek- nenek peot.”


Si Mbok hanya bisa menahan rasa kesalnya, dan bergumam dalam hati,” memangnya si tuh enggak peot. Udah bau minyak tanah juga.”


“Bapak ngapai tidur di sini?”


“Suka-suka bapak, sudah ah. Bapak lapar mau makan!’


Lelaki tua itu beranjak berdiri, sembari merasakan sakit pada kepalanya, bekas hantaman kepala yang begitu keras. Membuat ia berjalan sempoyongan.


Si Mbok yang merasa heran, menatap arah pohon dengan kamar mandinya tak jauh, membuat hatinya berucap,” apa suamiku sengaja berdiam diri di sini. Hanya untuk mengintip Sarah.”


Si Mbok berusaha, menepis pikiran jeleknya. Saat itulah ia kembali berjalan untuk pergi masuk ke dapur.


Melihat Sarah dan suaminya, ternyata tengah melahap masakan yang ia masak.


Saat itulah Si Mbok duduk, dan mulai menyantap makanan yang berada di atas meja.


Ada yang aneh saat Si Mbok menyantap makanannya, ia melihat suaminya yang terus menatap Sarah dengan tersenyum- senyum, membuat ia sedikit curiga.


Tiba-tiba saja Sarah tersedak oleh makanannya, dengan Sigap lelaki tua itu mengambilkan air minum untuk Sarah.

__ADS_1


“Ya ampun, kamu ini makan bagaimana sih sampai tersedak begitu.”


Sarah langsung mengambilkan air minum yang diberikan lelaki tua itu, dengan cepat ia meminum air putih itu hingga habis.


“Terima kasih, pak.”


Lelaki tua itu langsung memarahi istrinya di depan Sarah,” kamu ini bagaimana sih. Kalau orang makan itu sedia-in air minum.”


Bentakan suaminya membuat Si Mbok, menundukkan pandangan. Sarah kini hanya berucap,” sudah tak perlu di debatkan hanya masalah seperti ini.”


“Kamu sudah cantik, baik hati juga. Ya.” Puji lelaki tua itu.


Setelah acara makan selesai.


Si Mbok mengetuk pintu kamar Sarah pada saat itu.


“Masuk.”


Sarah masih dengan laptop- nya ia begitu fokus dengan benda itu.


“Maaf Non, mengganggu. Ada yang ingin si Mbok katakan.”


Sarah langsung menutup laptopnya dan duduk mengarah ke arah wanita tua itu.


“Memang apa yang mau si Mbok katakan?” tanya Sarah.


“Tadi Si Mbok bertemu dengan lelaki yang selalu Nona ceritakan!” jawab Si Mbok.


Sarah menyempitkan kedua matanya,” maksud Si Mbok. Rudi.”


“Ya.”


Sarah tersenyum manis, ia sudah tahu dari awal Rudi tidak akan tinggal diam ketika Sarah membuat suatu jebakan.


“Terus Si Mbok mengobrol dengan dia?” tanya Sarah yang begitu penasaran.


“Si Mbok menghindar dan tak menjawab pertanyaan lelaki itu!” jawab Si Mbok.


“Bagus, si Mbok tenang saja. Aku sudah menyusun rencana untuk menghancurkan dia.” Ucap Sarah.


“Jadi Si Mbok ....”


Belum pertanyaan wanita tua itu terlontar, Sarah langsung berucap,” Mbok enggak usah menghindari dia. Tinggal jawab saja, jika ia bertanya tentang Sarah. Jawab saja, Sarah akan selalu ada di lingkungannya.”


Si Mbok menganggukkan kepala menuruti apa perkataan Sarah.


@@@@@


Rudi yang baru saja pulang, melihat istrinya tengah duduk di depan tv, membuat ia langsung merangkul bahu Ami.


“Sayang, kami pulang.”


Ami masih dengan wajahnya yang datar, ia masih terlihat kesal dengan suaminya saat ini.


Membuat Ami, berdiri dan meninggalkan Rudi begitu saja.


Mengusap kasar wajah, istrinya benar- benar pencemburu berat.


“Pah, kayanya mamah butuh hadiah deh.” Ucap Dodi memberikan usul.


Rudi, menempelkan tangannya pada kepala Dodi,” ide yang bagus. Besok kita jalan- jalan bagaimana?” tanya Rudi pada Dodi.


“Oke.”


Namun bertapa kagetnya Ami saat melihat, ponsel suaminya yang ia masih pegang dari pagi. Melihat sebuah kiriman yang sangat menyakitkan hati.

__ADS_1


__ADS_2