Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 44


__ADS_3

Melihat wanita bernama Sisi itu tengah terduduk sembari memeluk lutut kakinya.


Sembari menagis.


Hanya sekilas saja Rudi melihat wanita berwajah bulat itu. Karna tujuan dia adalah menegok Luky.


Ada rasa kasian terhadap Sinta waktu itu juga, Luky yang ada di sampingnya menenangkan tangisannya itu.


Sinta telah dibebaskan oleh polisi karna suaminya Aldo telah menanggung semua biaya untuk cepat keluar dari penjara itu.


Namun, sungguh disayangkan Sinta keluar dengan hadiah yang sangat menyedihkan yaitu ucapan talak dari suaminya.


Apa boleh buat, Aldo sudah kecewa. Ia tidak mau melihat Sinta lagi. Aldo masih ada hati nurani walau dia tersakiti wanitanya. Ia masih membebaskan Sinta ke luar dari penjara.


Sungguh di sayangkan oleh Sinta lelaki seperti Aldo ia sia-siakan.


Tak lama kepergian Aldo, seorang wanita datang menggendong seorang anak. Ialah istri dari Luky. Bernama Aurora. Tubuhnya gendut dan penampilan yang sangat sederhana.


Mata Aurora begitu merah bengkak, Apa mungkin wanita itu habis menangis?


Luky yang melihat kedataangan istrinya terseyum penuh kebahagiaan.


Luky langsung menggendong anaknya, Sinta yang melihatnya begitu iri.


Aurora terseyum rama, tapi Sinta memalingkan muka ketidak sukaanya pada Aurora istri dari Luky.


"Kenapa? kamu Mas. Bisa ada di klinik ilegal itu?" tanya Aurora. Wajahnya sudah di lumuri air mata kekecewaan.


Luky bibirnya keluh ia tak bisa berkata apa-apa.


"Jawab Mas?"


Aurora mendesak jawaban dari sang suami.


"Apa, kamu lupa dengan anak kita. Dan janji kita bahwa akan sehidup semati. Dan selalu menjaga hati agar tetap setia. Sekarang mana buktinya? Kamu malah mengecewakan aku Mas, apa kamu tidak pernah berpikir anak kita?" hardik Aurora terus menekan Luky agar berkata jujur.


Tangan lelaki bertubuh gendut itu mengepal kuat tangan istrinya.


"Maafkan Mas."


"Apa hanya dengan kata maaf saja, bisa membuat hati seseorang menerima semuanya?"


Luky terduduk di lantai, ia menghampiri istrinya. Lalu bersujud.


"Mas, minta maaf Aura."


"Sudah berapa kali, aku memaafkan Mas Luky, tapi ujung-ujungnya selingkuh lagi."


"Ini hanya kesalahan."


"Kesalahan, kata Mas ini kesalaha. Aku berusaha diam dan sabar menutupi semuanya, tapi apa balasan kamu. Penghiantan dengan menghamili istri orang lain."

__ADS_1


Aurora sudah direndungi amarah yang menggebu.


Ia sudah tak tahan dengan semua ini, sehingga ia berkata." Sekarang pilih aku atau dia."


Luky binggung di sisi lain ada Sinta yang tengah mengandung. Dan di hadapannya ada Aurora yang setia selalu bersmanya.


"Aku tidak bisa memilih," ucap Luky dengan raut wajah yang begith binggung.


"Ya, sudah lebih baik kita bercerai. Mas!" jawaban Luky membuat hatinya teriris, mendengar perkataan istrinya.


"Tapi, aku masih mencintai kamu Aura?"


"Maaf Mas, ini yang terbaik."


Aurora mambawa anaknya pergi dari hadapan Luky. Lelaki bertubuh gendut itu seakan menyesali semuanya perbuatanya.


Rumah tangga yang telah ia bangun dengan susah payah, kini hancur begitu saja karna dirinya sendiri.


Seketika langkah kaki Aurora terhenti, ia berkata. Tanpa menatap raut wajah suaminya.


"Mas, semoga kamu bahagia. Maafkan aku yang telah gagal menjadi istrimu ini."


Lelaki bertubuh gendut itu bersujud di lantai, menepuk-nepuk lantai begitu keras.


Bodoh ... bodoh, itulah umpatan lelaki bertubuh gendut itu.


Sinta menatapnya seakan tak kuasa menenangkan dia.


Luky terbangun, menatap Sinta. Dan berkata." Apa kamu akan menunggu ku setelah aku bebas."


Bibir Sinta begitu keluh, ia seakan tak mau lagi bersama Luky.


"Sinta, jawab Sinta."


Sinta hanya diam tanpa berkata apa-apa. Dia malah memalingkan muka dari hadapan lelaki bertubuh gendut itu.


Luky hanya mengusap kasar wajahnya. Tak percaya dengan perubahan Sinta yang hanya beberapa detik itu.


Suasana di penjara penuh dengan tekanan dan kesedihan diantara Luky dan Sinta.


Mereka merasa bersalah atas apa yang mereka lakukan dan perbuat.


Berbeda dengan Sisi yang hanya tertawa, ia seakan tak merasa dirinya bersalah sedikit pun.


Sisi menghampiri jeruji besi yang menjebloskannya itu. Berteriak.


"Keluarkan aku, cepat. Atau kalian akan menyesala."


Teriakan Sisi mengeming di telinga semua polisi.


"Diam wanita gila," hardik pak polisi yang berjaga di sana.

__ADS_1


"Eh, pak. Gue gak gila ya!" jawabnya dengan memperlihatkan wajah sagarnya


Pak polisi itu berlalu pergi sembari menggeleng-geleng kan kepalanya. Sembari berucap."Ada wanita model gitu."


********


"Gimana, Sisi apa yang kamu rasakan. Saat ini," ucap Ami entah sejak kapan dia datang tiba-tiba begitu saja.


"Ami, kamu .... Dasar wanita gila!" teriak Sisi mengengam erat jeruji besi itu.


Ami mendekat kearah wajah Sisi, hampir saja baju Ami teraih oleh wanita berwajah bulat itu.


"Hey ... hey ..., siapa yang gila? kamu atau aku cantik," ucapan Ami membuat Sisi membulatkan matanya.


Rahang wanita berwajah bulat itu mengeras.


"Kenapa? Marah, mau pukul. Pukul saja." tawa Ami menggema dihadapan Sisi.


"Loh, ko diem. Katanya mau mukul. Ups aku lupa, kan kamu dikurung," sindiran Ami membuat wanita itu hanya terdiam. Mencabik bibirnya sendiri.


"Sekarang kamu nikmati saja, di penjara sampai membusuk!"


Ami berlalu pergi begitu saja. Sisi yang semakin kesal dibuatnya mengacak rambut. Dan memukul-mukul jeruji besi itu dengan tanganya hingga berdarah.


Sesaat setelah melihat Sisi, Ami menghampiri Rudi.


"Mamah, sejak kapan ada di sini?" tanya Rudi tertohok kaget.


"Barusan, baru liat si wanita berwajah bulat itu!" jawab Ami melipatkan kedua tanganya


"Tapi, mamah tidak apa-apa kan?" Rudi membulak-balikan badan istrinya itu, melihat apa ada luka memar dalam tubuhnya karna berhadapan dengan Sisi.


Ami langsung mendengkus kesal.


"Papah, apa-apaan sih. Segitunya nganggap mamah wanita lemah."


Rudi tertawa, langsung memeluk Ami.


"Ini belum seberapa, karna Sisi bisa keluar kapan saja. Maka dari itu kita harus mencari kejahatan Sisi. Yang ia sembunyikan, agar wanita itu merasakan kesalahanya yang ia perbuat."


***********************


"Wanita mana yang akan kuat bila, suaminya berselingkuh dan menghamili wanita lain. Mereka pasti akan kecewa dengan perlakuan lelaki seperti itu. Aurora, dia sudah tahu Luky sering berselingkuh. Berapa kali Aurora memaaafkan Luky suaminya. Bersabar menunggu suaminya untuk berubah, tapi tabiat lelaki tukang selingkuh susah untuk di perbaiki.


Kecuali diri sendiri yang benar-benar ingin memperbaiki tabiat jeleknya.


Jangan sia-sia kan wanita yang sabar menunggumu di rumah. Selalu setia dengan penghiantanmu, selalu sabar dengan kekuranganmu. Ia rela berjuang bertahan denganmu hanya karna ingin bahagia hingga hari tua nanti bersama dengan anak-anakmu."


Berlajar menghargai setiap pasangan. Dari sana kita tahu kebahagian menyelimuti kita.


Luky, menyesali perbuatanya hingga ia kehilangan wanita yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

__ADS_1


Penyesalan itu datang di akhir.


__ADS_2