
Masa lalu Sarah 3
Wanita itu ingin berteriak, namun tak mampu. Karna lakban tebal yang menempel pada bibirnya, membuat dia tak mampu berteriak.
“Mas Anton, dia sudah jadi mayat? Ya Tuhan apa yang sudah di lakukan gadis gila itu.” Gumam hati istri kedua Pak Anton.
Keringat dingin mulai bercucuran, rasa takut kian Alda rasakan. Bagaimana tidak, mayat suaminya begitu terlihat jelas di depan matanya, dengan wajah pucat dan mata yang melotot. Menatap ke arah dirinya, jantung yang tak henti berpacu kencang, membuat tangan Alda bergetar hebat.
“Aku harus melepaskan ikatan ini, sebelum aku yang menjadi korban dari kejahatan gadis itu.” Gumam hati Alda.
Ia baru tahu di kamar suaminya, ada ruangan rahasia yang begitu besar. Dirinya melihat peti kosong saling berjejer seperti ruangan mayat, begitu pun dengan lemari besar menjulang tinggi.
“Dimana aku bisa menemukan pisau?” gerutu hati Alda. Ia terus berusaha mengerakkan tubuhnya yang masih terikat tali, mencari pisau yang mungkin bisa ia pergunakan.
Namun sialnya, Alda tak menemukan beda tajam di ruangan itu. Hanya benda-benda unik yang di pajang di dalam ruangan itu, Alda sempat pasrah. Tapi dirinya pun tidak mau mati sia-sia di tempat itu.
Saat itulah Alda mulai menemukan titik terang, di mana ia menemukan kaca kecil yang mungkin bisa membantunya agar terbebas dari tali tambang yang mengikat tangan dan kakinya.
“Kaca, mudah-mudahan bisa membantuku saat ini.”
Sudah beberapa menit Alda mencoba semampu yang ia bisa, hingga tangannya berdarah terkena pecahan itu. Ia terus berusaha sekuat yang ia bisa. Hingga pengorbanannya tak sia-sia, tali itu bisa terlepas dengan mudahnya membuat ia bisa lari dari ruangan itu.
Saat ia membuka pintu ruangan itu, betapa kagetnya dirinya. Melihat Sarah dan Tama tengah melakukan hal yang tak pantas, mereka seakan tak mempunyai dosa sedikit pun.
“Menjijikkan,” cetus Alda mengintip.
Tama menyadari sang ibu kedua tengah mengintipnya, tapi ia tetap tenang dan menikmati setiap yang ia lakukan bersama Sarah.
Alda ingin sekali melangkah ke luar dari ruangan, tapi ia takut jika dirinya ketahuan Sarah akan mengikat dia kembali.
Satu orang tiba-tiba menarik tangan Alda, membuat Alda tersungkur jatuh ke atas lantai. Ia melihat orang yang sudah menariknya memakai kain hitam, yang menutup wajahnya, yang terlihat hanyalah Mata dan bibirnya saja.
“Siapa kamu?” tanya Alda berusaha mundur menjauh dari hadapan lelaki itu.
Lelaki itu malah menarik kedua kaki Alda, membuka semua baju yang menempel pada tubuhnya.
“Lepaskan aku.” Teriak Alda.
Lelaki itu tersenyum kecil, di sanalah ia membuat Alda pingsan.
Pada saat itulah lelaki itu mulai membawa Alda, membopong tubuhnya. Alda dimasukkan ke dalam lemari kasong, tangannya di ikat gantung.
Lelaki itu menutupi tubuh Alda dengan kain berwarna merah, menulis pada kain itu bahwa dia adalah istri ke dua Pak Anton.
__ADS_1
Kini tugasnya selesai, pada saat itulah ia ke luar dari ruangan rahasia itu. Di mana Sarah dan Tama tengah duduk di atas ranjang tempat tidur, tubuh Sarah di tutupi selimut.
Sedangkan Tama tengah menikmati, setiap embusan Roko. Yang ia sedot.
“Bagaimana? Sudah kamu amankan ibu tiriku?” tanya Tama mendekat ke arah suruhannya.
“Semua sudah aman bos!” jawab sang suruhan.
Tama tersenyum kecil, ia menatap ke arah wanita yang ia cintai.” Bagaimana pekerjaanku, amankan.”
Sarah, menggenggam erat selimut yang melingkari tubuhnya. Kesal dan rasa kecewa menyatu pada hatinya, tapi dirinya harus tetap tenang.
Jam sudah menunjukkan kan jam 12 malam, dimana waktunya sama untuk keluar dari kamar Sarah.
Ia seakan puas dengan semua rencananya.
“Bidadariku, aku tidur dulu ya.” Ucap Tama melambaikan tangannya pada Sarah.
Sarah seakan dan membalas lambaian tangan Tama, ia palingkan wajah ke arah pinggir. Membuat sama mengangkat kedua alisnya, melangkahkan kaki keluar dari kamar Sarah.
Saat itulah Tama mulai menutup pintu kamar Sarah secara perlahan, agar semua orang yang ada di rumah tidak mencurigai gerak-geriknya.
Saat lima langkah menjauh dari kamar Sarah, satu tangan memegang bahunya. Membuat ya kaget dan membalikkan wajahnya ke arah belakang.
Sang Ibu langsung memukul pipi Tama, membuat Tama berhenti berteriak,” sudah malam kamu apa-apaan sih berteriak seperti itu?”
“Ibu yang ngapain tengah malam pakai masker warna hitam begitu, bikin jantungan orang saja!” balas Tama memegang pipinya yang terasa sangat sakit bekas pukulan dari sang ibu.
“Sudah cepat tidur, ibu mau ke dapur mau minum,” ucap sang ibu. Menatap sang anak yang terlihat aneh, wajah dan badan Tama di lumuri keringat.
“Ya sudah Tama juga mau tidur,” balas Tama melangkahkan kaki menuju ke kamar tidur.
Namun sang ibu malah menarik tangannya dan berkata,” kamu habis ngapain. Kenapa bajumu basah begitu!”
Tama seakan bingung membalas ucapan sang ibu, ia mengusap kasar jidatnya dan menjawab!” di kamar panas ACE nya mendadak mati.”
“Mm, jadi begitu. Ya sudah nanti ibu panggilkan tukang servis ACE,” ucap Sang ibu.
“Tak usah bu, Tama bisa benarin sendiri kok,” balas Tama.
“Benaran?”
Tama kini menganggukkan kepala, membuat sang Ibu kini mengerti. Saat itulah Naina mulai melangkah kan kaki menuju ke dapur.
__ADS_1
Sedangkan Tama yang sudah melihat ibunya melangkah menjauh darinya, menghembuskan nafas perlahan.
Mengusap-usap dada bidangannya,” ah aman.”
Sedangkan di dalam kamar tidurnya, Sarah tengah memikirkan hari esok. Drama apa yang ia harus lakukan agar orang-orang di rumah tak mencurigai dirinya tentang kematian Pak Anton.
Tring ....
Satu pesan datang, di mana Tama mengirim pesan pada ponsel Sarah.
( Pakai obat yang aku siapkan di atas meja pada matamu. Agar besok drama bisa kita mulai.)
Sarah kini mulai menatap kearah meja, Dimana obat yang sudah disediakan Tama berjejer rapi.
“Kenapa dia memberiku obat ini?”
Saat itulah Sarah mulai menggenggam erat obat itu,” besok aku harus memakai obat ini.”
Jam yang sudah menunjukkan larut malam, membuat kedua matanya terasa berat. Pada saat itulah saran mulai menutup kedua mata, Tapi saat kedua matanya tertutup.
Tiba-tiba, kedua tangan seakan mencekik lehernya, membuat ia terbangun. Menatap kesana-kemari Tak ada satupun orang di kamarnya.
Nafas Sarah berpacu cepat, ia seakan hilang kendali. Mengusap kasar wajahnya.
“Aku bermimpi di cekik orang.”
Tiba-tiba ketukan pintu mengagetkan Sarah, membuat Sarah bergegas bangun dan membuka pintu kamarnya.
ternyata orang yang mengetuk pintu adalah pembantu di rumah Pak Anton.
"Pagi nyonya, ini saya siapkan makanan."
"Terima kasih bi."
Tring ....
satu pesan datang, di mana Tama mengirim pesan pada Sarah.
(Cepat makan makanan yang sudah di siapkan pembantu di rumah ini. Kamu harua bersiap memulai drama di pagi hari.)
Sarah tak menyangka Jika ternyata ia terbangun dalam waktu pagi. yang ia rasakan ia tertidur hanya sekejap saja.
Entah karna Sarah kelelahan?
__ADS_1