Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 306


__ADS_3

Sarah yang terdiam melihat rumah besar itu, membuat lelaki tua itu langsung  merangkul bahu Sarah dengan berkata,” Ayo cepat masuk.”


 


Lamunan Sarah seketika membuyar, ia hanya tersenyum, melangkahkan kaki  bersamaan dengan lelaki tua itu.


 


“Oh, iya.”


 


Pintu yang sudah terbuka dengan sambutan hangat para pelayan, membuat Sarah bagaikan ratu di rumah itu.


 


“Apa kamu senang jika aku membawamu ke sini?” tanya lelaki tua itu.


 


Sarah menganggukkan kepala, kedua matanya tampak berbinar-binar, memperlihatkan wajah bahagianya saat dibawa ke rumah lelaki tua itu.


 


“Aku senang jika kamu tersenyum seperti itu, Sarah.”


 


Tiba-tiba saja lelaki tua itu langsung muncul dagu Sarah, membuat Sarah sedikit risi. Tapi mau tidak mau Sarah harus terima, karna ini jalan satu-satunya bisa bebas dari dalam penjara dan membalaskan dendam untuk Ami dan Rudi.


 


 


Sarah sempat lupa menanyakan nama lelaki tua, yang di mana lelaki tua itu masih merangkul bahunya. Menyelamatkan dia dari jeruji besi penjara,” apa aku boleh mengetahui siapa nama, Anda tuan?” tanya Sarah.


 


Lelaki tua itu tertawa terbahak-bahak saat Sarah bertanya dengan wajah polosnya,” aku lupa mengenalkan nama.”


 


Saat setelah lelaki tua itu langsung melepaskan rangkulannya yang merangkul bahu Sarah, ia menatap wajah Sarah dari hadapannya, dengan menjulurkan tangan mengajak Sarah untuk berkenalan.


 


“Kenalkan, namaku Andre.”


 


Nama yang bagus bagi Sarah, untuk lelaki tua yang sudah terlihat keriput dari wajahnya.


 


“Kenapa diam?” tanya lelaki tua yang menyebut namanya.


 


“Eh, aku senang bisa bertemu dengan pak Andre!” jawab Sarah dengan sopannya.


 


 


Saat di dalam penjara Sarah begitu terlihat Ketus, tapi setelah Pak Andre menyelamatkannya ia begitu ramah dan juga terlihat polos.


 


“Kamu berbeda sekali saat di sini dan di dalam penjara,” ucap Pak Andre. Membuat Sarah berdecap kesal tanpa mengeluarkan Sarah.


 


“Mungkin itu hanya perasaan, Pak Andre,” Jawab Sarah, berpura-pura tersipu malu. Dengan tampilan kedua pipi yang memerah.


 


“Oh, ya. Tapi ... aku suka dengan sifat dan cara bicaramu yang berubah-ubah. Terlihat imut sekali,” ucap lembut Pak Andre.


 


“Bapak bisa saja,” balas Sarah. Senyum keterpaksaan dilayangkan di depan Pak Andre.


 


Pak Andre langsung menepuk jidatnya dan berucap pada Sarah,” aku lupa menunjukkan kamarmu.”


 


Sarah tersenyum dengan menampilkan wajahnya yang rapi, ia berucap dalam hati.” Kenapa tua bangka ini terlihat begitu arogan. Apa perasaanku saja.”

__ADS_1


 


Teriakan Pak Andre langsung membuat para pelayan menghampiri sang tuan rumah.


 


Dimana para pelayan pelayan dengan berbaju seksi itu menundukkan pandangan dan bertanya kepada sang tuan rumah saat itu,” ada apa tuan?”


 


“ Cepat kalian ajak Sarah, ke kamarnya.” Tegas Pak Andre. Menampilkan sifat tegasnya.


 


“Baik, tuan.”


 


Kedua pelayan itu langsung mengajak Sarah, menunjukkan Di mana kamar Sarah.


 


Saat melewati beberapa kamar. Terlihat pintu kamar terbuka sedikit, membuat Sarah melihat seorang wanita yang menundukkan pandangan dengan rambut yang begitu terlihat berantakan, sedang duduk di ranjang tempat tidur.


 


 


Hati Sarah benar-benar penasaran dengan wanita itu,” siapa wanita itu.” Gumam hati Sarah.


 


Sarah berusaha tidak memperdulikan apa yang ia lihat pada saat itu juga, ia fokus berjalan bersama para pelayan.


 


Para pelayan langsung menunjukkan 1 Kamar besar yang mewah untuk ditempati Sarah, kamar itu membuat Sarah membulatkan kedua matanya dan sedikit menohok. Karena begitu mewahnya kamar yang yang terlihat di depan mata Sarah.


 


“Ini kamar untukku?” Tanya Sarah pada pelayan yang menujukan kamarnya.


 


“Iya Non!” Jawab para pelayan itu.


 


 


Kaki mulus dengan celana panjang yang terlihat tak menarik, kini Sarah langkahkan pada kamar mewah itu. Ia melihat-lihat sekelilingnya. Begitu indah menarik di depan mata.


 


“Tak payah aku mengikuti lelaki tua itu.” Gumam hati Sarah.


 


Saat Sarah membuka gorden kamarnya, ia melihat lelaki tua yang tak lain ialah Pak Andre tengah berjalan keluar dari gerbang, membuat dahi Sarah mengkerut ia bertanya pada hatinya sendiri.” Ke mana lelaki tua bangka itu pergi?”


 


Sarah tiba-tiba saja melihat Pak Andre menyeret paksa seorang wanita, yang seakan terlihat berteriak-teriak. Membuat ia kaget bukan kepalang. Wanita itu seperti habis di siksa habis-habisan. Karna walau terlihat dari kejauhan, tubuh wanita itu begitu kurus kering dan rambut yang tak beraturan.


 


“Siapa wanita itu? Kenapa dengan dia?”


 


Tok .... Tok ....


 


Saat tengah fokus, melihat Pak Andre dari gorden.  Suara ketukan pintu mengagetkan hati Sarah pada saat itu.


 


Sarah berjalan dengan cepat, ia sebenarnya masih ingin melihat Pak Andre yang menyeret paksa wanita  itu  di luar rumah.


 


Dengan terburu-buru Sarah mulai berjalan cepat dan membuka pintu kamarnya. Ternyata seorang pelayan perempuan yang mengantarkan sebuah minuman untuk Sarah.


 


“Permisi, Nona. Untuk nona.”


 

__ADS_1


“Terima kasih.”


 


Setelah menerima Minuman itu, Sarah langsung kembali berjalan ke arah jendela, yang di mana ia melihat Pak Andre menyeret paksa  seorang wanita.


 


Namun betapa kagetnya Sarah pada saat itu, Pak Andre sudah tidak ada di luar dengan wanita yang iya seret paksa.


 


“Ke mana si tua bangka itu?” tanya Sarah. Kedua matanya mencari keberadaan Pak Andre.


 


“Apa yang tengah kamu lakukan di jendela itu.”


 


Deg ....


Sarah membalikkan badan ternyata pak Andre sudah ada di hadapannya,” kenapa bisa. Dia sudah ada di kamarku.” Gumam hati Sarah.


 


Pak Andre mendekat kearah Sarah. Tangan lelaki tua itu mulai mengangkat memegang rambut Sarah yang menutupi kedua matanya.


 


“Ahkkk.”


 


Satu teriakan mengagetkan Sarah pada saat itu, membuat tangan lelaki tua itu turun ke bawah. Mengurungkan niat menyingkirkan rambut Sarah.


 


“Siapa itu yang berteriak?” Tanya Sarah.


 


“Sepertinya aku harus pergi dulu ke luar. Kamu istirahat saja di sini. Ya!” jawab Pak Andre.


 


Sarah hanya menuruti perkataan Pak Andre, walau sebenarnya ia merasa ketakutan pada saat mendengar teriakan seorang wanita yang begitu jelas pada kedua telinganya.


 


 


@@@@@


 


Sedangkan Rudi dan Ami yang mendengar sebuah kabar bahwa Sarah bebas dari penjara, membuat Rudi sangatlah syok, karna baru kemarin Sarah ditahan dan sekarang Sarah malah dibebaskan.


 


“Papah, mau ke mana?” tanya Ami. Yang di mana Rudi bersiap- siap untuk pergi ke penjara. Melihat informasi itu benar atau tidaknya.


 


“Papah mau ke penjara mengecek Sarah, apa dia ada dan masih di tahan. Karna papah takut kabar Sarah bebas, membuat Sarah melakukan perlakuan keji lagi!” jawab Rudi. Ia melangkahkan kaki menuju mobil yang sudah berada di depan rumahnya.


 


Ami langsung mengizinkan suaminya untuk pergi, Saya ingin sekali ikut bersama sang suami.  Tapi karna Rudi yang terlalu sibuk dengan urusan luar, ia lupa akan pekerjaannya di dalam kantor. Membuat Ami dengan terpaksa mengantikkannya suaminya sementara waktu.


 


 


“Semoga saja, hanya informasi palsu.” Ucap hati Ami.


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2