Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 234 Dina. yang dipengaruhi Sarah


__ADS_3

Sudah menunggu beberapa jam, tidak ada kabar Bobby datang juga. Pada saat itulah Sarah mulai menelepon suruhannya lagi, kini ponsel sandi tiba-tiba tak aktif.


“Ke mana Bobby dan Sandi, bukannya tadi mereka mengangkat panggilan teleponku. Tapi kenapa sekarang ponselnya tak aktif?”


Sarah merasa heran dengan apa yang terjadi pada suruhannya, pada saat itulah Sarah mulai menyuruh suruhannya yang lain untuk mencari keberadaan Bobby dan juga sandi.


“Revan.”


“Iya nyonya.”


“Cepat kamu cari Bobby dan juga Sandi.”


“Baik Nyonya.”


Setelah memerintah suruhannya untuk mencari keberadaan Bobby dan juga sandi, pada saat itulah Sarah mulai mendekat ke arah Dina.


Di mana Dina belum sadarkan diri, Sarah mulai mengangkat dagu Dina. Melihat wajah cantik wanita ini, perlahan membuka kedua matanya, Sarah tersenyum kecut.


“Akhirnya kamu bangun juga?” tanya Sarah, Lina hanya terdiam menundukkan pandangan.


Tubuh dan kakinya terikat begitu kuat, membuat dia susah sekali untuk bergerak.


“ Kenapa kamu melotot begitu, kamu kesal kepadaku. Karna aku sudah mengikatmu,” ucap Sarah. Duduk di kursi sembari menatap tajam ke arah Dina.


Dina hanya mencabik Bibir bawahnya, ia seakann enggan menjawab perkataan Sarah.


“He, aku bisa lepaskan kamu asal kamu bisa berpihak padaku.” tawaran Sarah kepada Dina.


Dina berusaha memberontak, dia mulai melepaskan ikatan tali yang mengikat tangannya.


“Huh, kamu mau bebas ya. Kalau kamu bisa silakan, karna tali itu sangat kuat mengikat kedua tanganmu yang mulus,” ucap Sarah.


Dina sangat kesal sekali dengan ucapan yang terus terlontar dari mulut Sarah, rasanya Dina ingin sekali mencabik-cabik bibir tipis wanita itu. Tapi apa daya, tangannya yang tak berdaya terikat oleh tali yang begitu kuat.


Sarah tertawa terbahak-bahak, Iya seakan puas melihat wanita yang iya sekap menatapnya penuh kebencian.


“Ayolah tatapanmu jangan seperti itu, aku benci sekali dengan tatapanmu itu,” ucap Sarah.


Bibir Dina seakan gatal sekali, rasanya ia ingin sekali mencaci-maki wanita yang ada di hadapannya.


Ini Sarah berdiri, menghampiri Dina. Menatap tajam kearah wajah Dina. Membuat Dina langsung meludahi wajah Sarah saat itu juga.


Sarah yang merasa terhina dengan perlakuan Dina, mulai mengangkat kedua tangannya mengarahkan ke arah leher Dina. Saat itulah Sarah mencekik leher Dina sekuat tenaga dirinya.


Namun karena ia masih membutuhkan wanita itu, pada saat itulah ia melepaskan tangannya yang mencekik leher Dina.

__ADS_1


“Dasar wanita tidak tahu di untung.”


Plak ....


Satu tamparan dilayangkan oleh Sarah pada pipi kiri Dina, membuat Dina yang terengah-engah karena hampir saja kehilangan nafas langsung berucap.


“Apa kamu tidak sadar, bahwa dirimu wanita yang tidak tahu di untung.”


Sarah tertawa saat Dina mulai berucap menghina dirinya.


“ akhirnya kamu mengeluarkan suara indahmu itu,” ucap Sarah menatap tajam kearah Dina, ia mulai mencengkram kedua pipi Dina.


“Apa mau kamu, cepat lepaskan aku,” balas Dina, mencoba mengerakkan kepalanya agar terlepas dari cekaman tangan Sarah.


“Hey, tenanglah dulu. Sebenarnya aku ingin melepaskanmu, asal kamu mau menuruti perintahku,” ucap Sarah, perlahan melepaskan tangan yang mencekram kedua pipi Dina.


“Apa maksud kamu, aku tidak mengenal kamu dan tidak punya urusan denganmu,” pekik Dina. Yang tak tahu siapa wanita di hadapnya. Karna baru kali ini ia melihat wanita itu.


“Oh, memang benar kamu tak mengenalku. Begitu pun dengan aku yang tak mengenalmu. Urusanku hanya simpel saja,” balas lembut Sarah.


“Cepat jelaskan, atau aku akan berteriak,” Hardik Dina. Yang tak suka mendengar basa basi dari wanita yang di hadapannya.


Sarah tertawa dengan lantang seraya berucap,” Apa kamu tidak bisa tenang saat aku menjelaskan.”


“Oh karna itu.”


Sarah mulai menyuruh para suruhannya untuk melepaskan tali yang mengikat erat pada tangan dan juga kaki Dina.


Kini Dina bisa berdiri saat ikatan tali pada kaki dan tangannya sudah terbuka.


“ aku sudah menuruti apa kemauan kamu, Jadi kamu mau mengikuti keinginan ku?”


Sarah kini menarik nafasnya secara perlahan mengeluarkan dengan rasa sesak pada dada nya.


“Sebenarnya kamu siapa? Dan apa keinginan kamu? sampai kamu menangkapku.”


Sarah mulai berjalan perlahan mendekat kearah Dina, ia membisikkan sesuatu nama pada telinga Dina, membuat kedua mata Dina seketika membulat.


Apa yang ia minta bukanlah hal yang masuk akal.


“Kenapa kamu menginginkannya?”


Pertanyaan Dina membuat Sarah tersenyum kecut.


“Apa aku harus menjelaskan semuanya?”

__ADS_1


Dina terdiam saat Sarah berkata seperti itu.


“Sudah jangan banyak tanya, kalau kamu mau menuruti keinginanku, aku akan menuruti apa keinginanmu,” ucap Sarah melipatkan kedua tangannya.


Dina memikirkan apa yang dikatakan wanita itu, jika Dina mengikuti keinginannya apapun yang ia inginkan akan terpenuhi. Termasuk memiliki Alan sepenuhnya, Dina bisa memiliki Alan sepenuhnya melalui wanita, dimana wanita itu mempunyai banyak suruhan, untuk bisa menyingkirkan istri Alan pada saat itu juga.


Tapi apa Dina bisa mempercayai wanita yang baru ia kenal, sedangkan wanita itu tak meyakinkan dirinya sama sekali.


“Kenapa?” tanya Sarah. Melihat Dina terus menyelidiki dirinya.


Dina memalingkan wajah dan berkata,” aku tidak mempercayaimu, karna kita belum kenal.”


Sarah mengangkatkan kedua alisnya, menyodorkan tangan kanannya dan berkata,” kenalkan namaku Sarah.”


Sodoran tangan Sarah membuat Dina langsung meraih tangan itu dan bersalaman,” aku Dina.”


“Jadi apa yang kamu inginkan, agar kamu percaya padaku?” Tanya Sarah.


Dina langsung di tawari apa yang menjadi keinginannya. Dalam hatinya ia ingin melenyapkan istri Alan saat ini juga. Agar bisa memiliki Alan sepenuhnya.


“Ayo katakanlah, Dina. Apa pun ke inginkanmu akan aku turuti,” ucap Sarah meyakinkan Dina.


“Apa benar itu, Sarah,” balas Dina. Penuh keraguan.


Saat itulah Sarah mulai menyuruh suruhannya, datang menghadap ke arahnya.


“Apa perlu aku membunuh dia di hadapanmu agar kamu percaya,” ucap Sarah. Mendekatkan pistol pada kepala suruhannya.


Suruhannya hanya bisa pasrah dan menelan ludah.


“Coba kamu lakukan,” ucap Dina.


Suruhan itu melambaikan tangan, memohon agar tidak meminta keinginan yang membuat dirinya mati.


Apakah suruhan Sarah akan mati.


@@@@@


Alan dan yang lainnya, kini berusaha mencari keberadaan Dina, mereka sangat menghawatirkan Dina pada saat itu.


Riri yang awalnya kesal pada Dina, kini dirinya merasa kasihan hatinya tersentak sadar. Bagaimana tidak Ia adalah seorang sahabat yang selalu menemaninya di dalam pesawat. Dalam suka mau pun duka, dan sekarang Mana mungkin Riri harus membuat Dina menderita.


bayangan wajah Dina kini terlintas pada pikiran Riri, ia tak Tak sabar ingin segera menemui Dina dan menyelamatkannya saat itu juga.


tapi apakah Dina bisa tidak terpengaruh oleh Sarah dan kembali kepada dirinya yang selalu baik pada setiap orang?

__ADS_1


__ADS_2