Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 96


__ADS_3

" Apa kalian bisa merubah anakku menjadi anak yang baik," ucap Bu Ira. Wanita tua itu sudah bingung dengan kelakuan anaknya yang memang akhir-akhir ini, berkelakuan tidak menyenangkan terhadap orang lain.


Apalagi terhadap Sisi dan juga Arpan.


" sebenarnya anak Ibu kenapa bisa jadi seperti itu?" Tanya Sisi kepada wanita tua yang ada di hadapannya. Karena tidak mungkin Arsyla bisa menjadi wanita yang bersifar jahat kepada orang lain tanpa sebab.


Bu Ira menceritakan semuanya nya, karena sebenarnya arsyla kesal dengan Arfan dari dulu, di mana kesalah pahaman itu terjadi arsyla yang menyangka bahwa Arfanm penyebab terbunuhnya nya sang ayah. Menyebabkan Arsyla menjadi dendam.


" Ibu sudah menjelaskan semuanya kepada anak ibu, Tapi entah kenapa arsyla tidak mempercayai perkataan Ibu padahal yang sebenarnya membunuh ayahnya bukanlah orangtua Arpan. Melainkan orang lain yang tidak suka kedekatan antara ayah Arsyla dengan kedua orang tua Arpan," ucap Bu Ira.


Matanya begitu Sayu ketika menjelaskan semua yang terjadi dimasa lalu.


" Bu, jangan kuatir kami akan berusaha membantu. Agar anak ibu tidak salah paham lagi tentang siapa yang telah membunuh suami ibu!" Jawab Sisi pada Bu Ira. Sisi berusaha menenangkan semua kegundahan pada diri Bu Ira.


Setelah mengatakan semuanya hati Bu Ira terasa sangat lega ia berpamitan untuk pergi. Kepada Arpan dan juga Sisi, air mata tak terasa mengalir keluar dari pelipis mata wanita tua itu.


Tiba-tiba gadis berhidung mancung Itu, datang menghampiri sang ibu yang tengah berjalan menuju kamar tidur.


" loh, Ibu. Sudah dari mana? Tumben jam segini belum tidur?" Tanya gadis berhidung mancung Itu, mendekat kearah sang ibunda yang menundukkan pandangan, wanita tua itu seakan enggan menatap Arsyla.


Bu Ira mengabaikan ucapan anaknya, menatap pun Bu Ira seakan enggan ia terus berjalan menuju kamar tidur Arsyla yang melihatnya sungguh heran "kenapa dengan ibu?"


Karena ketidak peduliannya kepada wanita tua yang menjadi ibu, Arsyla pergi ke kamarnya kembali untuk menikmati pizza yang telah diberikan Sisi.


"Emh, jujur saja aku merasa muak kesal karena Sisi yang meninggalkanku di rumah. Tapi aku juga merasa senang karena dia telah memberikan perhiasan baju dan makanan."


Sisi menyandarkan punggungnya di atas ranjang tidur dia melihat pada langit-langit begitu banyak kebencian di hatinya kepada Arpan.


Sampai detik ini arsyla belum membalaskan dendamnya terhadap Arpan setiap yang dia lakukan selalu gagal dan gagal lagi.


Gadis berhidung mancung Itu terus memikirkan, Bagaimana cara menghancurkan Arpan sedangkan di sisinya ada wanita yang terus mendampinginya wanita itu. Ialah Sisi, wanita berambut panjang berbulu mata lentik berbibir tipis. Yang mempunyai sifat cerdik yang selalu bisa menggagalkan setiap rencana yang disusun oleh Arsyla.

__ADS_1


" huh, sebaiknya aku tidur sekarang biarkan besok otak ku lebih jernih. Bisa memikirkan Bagaimana cara untuk menghancurkan keluarga Arpan. Rasanya tak sabar menunggu hari esok, bersiaplah Sisi untuk rencana ku besok. Aku harap rencanku besok akan berhasil."


Arsyla menutup kedua mata untuk mencoba tidur dan bermimpi indah.


Saat itu Arpan dan Sisi Masih memikirkan,


Bagaimana cara untuk bisa merubah sifat Arsyla dan membuat gadis berhidung mancung Itu. Mengerti apa arti masa lalu Siapa sebenarnya yang bersalah, atas kasus pembunuhan ayahnya.


Arpan mencoba menuntaskan semua kesalahpahaman di masa lalu karena bagaimanapun orang tuanya tidak bersalah.


" kita harus punya bukti yang kuat pah, kalau ingin membuat Arsyla mempercayai pada omongan kita," ucap Sisi. Yang dari tadi bulak balik kesana kemari mencari solusi.


" Papa juga merasa begitu kita harus mencari bukti yang kuat agar, Arsyla mempercayai Siapa yang membunuh ayahnya saat itu," jawab sang suami kepada istrinya.


Sisi sempat terpikirkan oleh Delia dimana dia adalah seorang detektif yang bisa menuntaskan semua masalah. Tentang pembunuhan. Tapi sayangnya dia tengah mengandung, jadi .Mana mungkin Sisi meminta bantuan pada Delia.


Arpan sempat terpikirkan oleh Rudi dimana lelaki yang menjadi suami Ami bisa membantu dirinya.


" Aku tak yakin Pah!" Jawab sisi.


" Coba saja kita minta bantuan kepada dia Siapa tahu dia bisa membantu kita."


Karena permintaan sang suami Akhirnya sisi mencoba menelpon Rudi besok pagi.


Saat itulah mereka merebahkan tubuh di atas kasur, mencoba menutup kedua mata.


Berbeda dengan Sisi ada rasa gelisah yang dihadapinya saat ini. Bagaimana tidak kasus ini mengingatkan dia tentang pembunuhan suaminya yaitu Andi dimana ia yang menjadi tersangka dan tega membunuh Sang suami.


Kasusnya pun tertutup rapi tidak ada satu orang pun yang tahu hanya Delia saja yang tahu, kalaupun semua orang tahu Sisi pasti akan dimasukkan ke dalam penjara.


Sisi berusaha menutup matanya menghilangkan kegundahan yang ada pada pikiran dan hatinya.

__ADS_1


Tiba-tiba pelukan datang dari arah sampingnya ternyata Arpan mencoba memeluk untuk menenangkan sang istri.


" Aku tahu kamu pasti tegangkan? Sudah Jangan dipikirkan!"


" Entahlah!"


Arpan mencoba memeluk sang istri begitu erat. Membuat Sisi terlelap sampai ia tertidur.


" Selamat malam Bidadariku."


************


di dalam kamar Bu Ira menangis menatap foto sang suami tercinta, tiba-tiba foto itu Iya robek hingga menjadi beberapa pecahan. Wanita tua itu berjalan menghampiri cermin yang berada di depannya. ia tersenyum menyeringai.


melihat pada cermin raut wajah yang sudah terlihat tua banyak kerutan bertebaran dimana-mana. membuat wanita tua itu meremas kedua pipinya, Bu Ira seakan tak menerima tentang perubahan fisik nya.


Wanita tua itu meraih buku yang terdapat beberapa lembar foto. Ia mencoba merai bulpoin berwarna merah dan mencorot satu persatu poto yang menempel di buku yang ia pegang.


" Buku ini akan menjadi kenangan!"


Bu Ira membuka laci. terdapat di laci itu beberapa benda tajam seperti pisau.


Bu Ira mencoba mengambil benda tajam itu.


Iya Mencoba benda tajam itu pada cermin membuat suara cermin itu terdengar begitu ngilu.


Bu Ira merasa senang dengan suara ngilu itu suara yang selalu ia nantikan. rasanya ia sudah tak sabar ingin sekali menanjabkan satu beda tajam pada dada seseorang. Yang membuat dirinya senang dan bahagia.


Di saat Sisi terbangun, ia melihat pintu kamar Bu Ira terbuka sedikit. Melihat Bu Ira tengah memaikan benda tajam kearah cermin membuat dirinya. Kaget bukan main.


Jantung Sisi berdetak ketakutan, tangannya bergetar hebat, ia berusaha bersikap santai dan kembali lagi ke kamar menemui sang suami.

__ADS_1


Baru beberapa langkah Bu Ira tiba-tiba keluar mambuat Sisi tersentak kaget. Kedua mata Bu Ira telihat memerah membuat Sisi jatuh pingsan.


__ADS_2