Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 198 Falsblack Ami dan Sarah 2


__ADS_3

Flasblack Ami dan Sarah.


 


Sarah berusaha memendam rasa sakitnya, ia melanjutkan perjalanan menuju pulang ke rumah.


 


“Ami aku tak menyangka kamu seperti itu?” Gerutu Sarah.


@@@@


Pagi hari.


 Sarah terbangun dari tidurnya, ia mengusap kasar wajahnya yang terlihat berjerawat. Penampilan yang benar-benar terlihat tidak terawat membuat dia selalu minder dari sahabat kantornya. Terkecuali Ami.


 


Ami adalah sosok wanita yang selalu menyapa dirinya dan mau berteman dengannya, tapi sekarang Sarah sudah salah menilai Ami, Sarah tak mau lagi terlalu berteman dengan Ami lagi.


 


Ia bergegas untuk segera mandi dan membasuh badan, memakai baju kantor yang sederhana dan terlihat sedikit lusuh.


 


Sarah, mulai menaiki angkutan umum, karna dirinya wanita sederhana tak mempunyai seorang ibu yang harus ia biayai dan dua adik kembar yang masih kecil . Dengan terpaksa harus bekerja keras sendiri, pengganti sang ayah yang tega menceraikan ibunya karna perempuan lain.


 


Sarah tetap semangat dengan hidup yang ia jalani, walau terasa sulit tapi ia yakin keajaiban akan datang. Dimana ia bisa menjadi wanita yang sukses, suatu saat nanti


 


Setelah sampai di kantor, banyak para lelaki yang mengantre untuk melamar kerja  di tempat Sarah bekerja. Membuat ia harus melewati kepadatan kantor, Sarah lupa jika hari ini ada penerimaan karyawan baru.


 


Ami datang, menghampiri Sarah, sedangkan Sarah hanya terdiam. Seakan mengabaikan Ami yang menyapa dirinya.


 


“Kenapa dengan Sarah ya, kok tumben dia begitu?” tanya Ami dalam hati.


 


Sisi datang mendekat ke arah Ami dan bertanya?” Kenapa Am, kok melamun gitu. Mending ikut yuk, sekarang ada pemilihan karyawan baru.”


 


“Iya.”


 


Ami menatap ke arah, Sarah. Namun Sarah tetap fokus berjalan mengabaikan dirinya.


Ami mulai melihat ke ruangan, orang-orang yang akan melamar kerja. Betapa senangnya Ami melihat sang suami yang tak lain ialah Rudi sudah berdiri dengan baju yang  begitu rapi.


 


Rudi melambaikan tangan, menyapa sang istri tercinta. Saat itulah Ami, berusaha memasukkan Rudi pada tempat ia bekerja. Dengan berusaha meyakinkan sang om Hendra.


 


Sisi mulai menyenggol bahu Ami dan berkata,” cie. Lakinya ada.”


 


Ami tersenyum sedikit tak senang, karna jika sang suami bekerja. Dirinya akan mengundurkan diri karna dalam perut Ami ada janin yang tengah di kandung oleh dirinya.


 


Setelah lulus, Rudi mulai menghampiri Ami dan bertanya.


“Gimana penampilanku, sayang.”

__ADS_1


 


Ami mengusap rambut Rudi dengan pelan dan berkata,” tampan.”


 


Tanpa di sadari, kemesraan mereka terlihat oleh Sarah. Membuat Sarah tiba-tiba kesal.


“Lelaki itu. Kenapa bisa bersama Ami?”


 


Sisi yang  melihat Sarah mengintip langsung memberi tahu pada Sarah.


“Sarah kamu ngapain di sini. Ngintip orang lagi mesraan.” Ucap Sisi. Sedikit berniat buruk pada Sarah.


 


“Kamu,” balas Sarah kaget.


 


“Oh, apa kamu naksir sama tuh cowok,” ucap Sisi yang asal tebak.


 


“Maksud kamu?” balas Sarah terlihat gugup.


 


Sisi tersenyum kecut, ia menyadari jika Sarah sudah naksir pada Rudi. Suami Ami. Terlihat sekali wajah gugupnya.


 


“Huh, kamu ini naksir si Rudi,” sindir Sisi. Mulai membuat suatu fitnah agar Sarah semakin membenci Ami.


 


“Kenapa kamu bisa tahu, nama dia?” tanya Sarah.


 


 


“ Jadi Ami bukan siapa-siapa Rudi, hanya saja Ami mengincar Rudi. Bukan begitu maksud kamu?” tanya Sarah.


 


Sisi tertawa dalam hati, ia menyebut Sarah bodoh dan tolol. Percaya dengan omongan orang lain, tanpa bertanya yang sesungguhnya.


 


“Iya begitu!” jawab Sisi.


 


Terlihat wajah Sarah yang memerah menahan Amarah, membuat Sisi senang.


“Hah, dasar si Sarah ini. Bisa saja aku tipu.” Gumam hati Sisi.


 


“Eh, Sarah. Kamu tahu enggak, si Ami pernah bilang sama aku,” ucap Sisi.


 


“Bilang apa?” tanya Sarah yang penasaran.


 


“Tapi, kamu jangan marah ya. Aku enggak tega bilangnya, soalnya aku menghargai kamu sebagai sahabatku,” ungkap Sisi. Menampilkan wajah sedihnya, agar Sarah sedikit percaya.


 


“Cerita saja. Aku tak akan marah padamu, dan tak akan memberi tahu si Ami, wanita licik itu,” balas Sarah. Dengan nada sedikit meninggi.

__ADS_1


 


Sisi langsung mendekat ke arah telinga Sarah membisikan di mana Sisi membuat fitnah. Jika Ami menghina fisik Sarah terang-terangan pada dirinya.


 


“Apa.”


 


Sarah terlihat kesal sekali, ia pergi melewati tubuh Sisi dengan amarah yang menggebu-gebu. Sedangkan Sisi tersenyum penuh kemenangan.


 


“Akhirnya bisa menyingkirkan,  gadis cupu itu.”


Saat itu Ami dan Rudi mulai berpamitan, mereka saling melambaikan tangan satu sama lain.


Sisi yang melihat Ami sendirian langsung menghampirinya.


"Kenapa wajah kamu sedih gitu Ami?" tanya Sisi.


"Aku sebentar lagi akan mengundurkan diri di kantor ini, oh ya aku ingin memberi tahu Sarah. Rasanya seakan kehilangan dia untuk 1 bulan terakhir ini!" jawab Ami.


Sisi yang sudah membuat sati fitnahan, kini meraih tangan Ami dan mengatakan jika Sarah tidak mau diganggu.


Sisi berpura-pura jika Sarah sedikit berbeda akhir-akhir ini.


"Oh jadi begitu ya."


Mau tidak mau, Ami mengikuti ucapan Sisi pada saat itu.


Sarah yang di tugaskan untuk membimbing Rudi kini menghampiri lelaki berbadan kekar itu.


Sarah mencoba mendekat dan menjelaskan apa yang akan di kerjakan Rudi di kantor.


Tapi kini penampilan Sarah tak biasa, ia mendekati Rudi dengan tampilan yang sedikit telihat seksi membuat Rudi risih.


Sisi yang merubah penampilan Sarah tersenyum senang, rencananya berhasil. Sisi akan membuat Sarah keluar dari kantor.


"Maaf bisa sedikit menyingkir." Ucap Rudi pada Sarah.


Ami yang baru menyadari semua itu, kini mendekat ke arah Sarah dan bertanya." ada apa ini?"


"Dia lagi." Gerutu hati Sarah.


"Sarah, sebaiknya kamu ke luar. Biar saya yang menjelaskan pekerjaan di sini. Dan baju kamu, kenapa baju kamu seperti itu?"


Perkataan Ami membuat Sarah langsung mendelik kesal, ia pergi tanpa sepatah kata pun. Ami yang melihat perubahan Sarah mulai merasa heran.


"Ada apa dengan Sarah, aku harus bertanya pada dia?"


sore hari setelah jam kantor, Ami mulai mengejar Sarah. Tapi tertahan oleh Rudi.


"Ayo. kita pulang bareng."


"Tapi."


"Sudah ayo."


Sarah yang melihat semua itu, langsung menggerutu kesal.


"Tuh, kan kamu lihat sendiri. Betapa licik ya Ami." Ucap Sisi mendekat ke arah Sarah, yang menatap tajam pada Ami. Saat di tarik paksa oleh Rudi masuk ke dalam mobil.


"Kenapa sih dengan si Ami itu," gerutu Sarah.


"Makanya jangan salah saing sama dia," balas Sisi.


Ami menatap ke arah Sarah. Terlihat wajah Sarah di penuhi kebencian. Tidak ada kesempatan untuk Ami bercerita atau bertanya pada Sarah sedikit pun.


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2