
saat pintu ruangan dibuka, betapa kagetnya Tama melihat Pak Andre yang berdiri tersenyum menatap kearah Tama.
"Apa kabar, Tama?" Tanya Pak Andre.
"Sial, tua bangka itu." Gerutu hati Tama.
Betapa kagetnya Tama melihat Rudi sudah berada di belakang punggung Pak Andre. membuat ia merasa heran dan berkata," Rudi."
Rudi menundukkan Pandangan saat Tama menyebut namanya, Pak Andre tertawa terbahak-bahak, menghampiri Tama menepuk punggungnya dan berkata," sahabatmu ini sudah menjadi bagian dariku."
Deg ....
Hati Tama begitu kaget saat mendengar Pak Andre berkata seperti itu.
"Tama ... Tama, kenapa? Kamu kaget?"
Tama langsung menatap tajam kearah Rudi, saat itulah ia mendekat dan mencekram baju Rudi." aku tak menyangka ternyata kamu tak jauh berbeda dengan pernghianat."
Rudi hanya diam saja, saat Tama berkata seperti itu.
Pak Andre melihat Rudi dan Tama saling menatap satu sama lain, membuat Rudi tiba- tiba saja mendorong tubuh Tama begitu saja.
Melihat semua itu, Pak Andre menjadi yakin akan kerja sama dengan Rudi. "Rudi benar benar lelaki bodoh." Gumam hati Pak Andre.
"Kamu lihat, Tama. Orang yang kamu percaya menghianatimu juga."
Ucap Pak Andre.
"Diam kamu, tua bangka," balas Tama.
"Kamu marah, Tama. Percis sekali dengan papahmu," cetus Pak Andre.
" Kenapa kamu, membuat kami menderita seperti ini. Apa salah kami Pak Andre?" tanya Tama.
Pak Andre malah tertawa terbahak bahak mendengar Tama berkata seperti itu.
Lelaki tua itu malah menyuruh para penjaganya untuk membawa Tama keruangan yang berbeda, Pak Andre tak mau Tama seruangan dengan Syakira dan juga Sarah.
"Lepaskan aku." Teriak Tama. kedua mata Tama berkaca kaca. begitupun dengan Sarah, dia tak mau melihat Tamq di tangan Pak Andre.
pada saat itulah Sarah mulai mendekat kearah Rudi," Rudi aku mohon bertindaklah sesuatu, jangan sampai Pak Andre membawa Tama."
permintaan Sarah tak digubris oleh Rudi, ia malah diam dan mengabaikan Sarah. Pak Andre mulai mencuil dagu Sarah dan berkata." Sudahlah ngapain kamu membela dia, dia itu hanya lelaki lemah."
__ADS_1
Sarah menatap tajam kearah Pak Andre dan berkata," kamu lelaki gila. Bisa bisanya menyiksa orang yang tak bersalah."
Palkkk ....
satu tamparan di layangan Pak Andre untuk Sarah, yang di mana Rudi sangatlah kaget. Tangannya ingin membantu, tapi ia mencona mengurungkan niatnya. Jika membantu Pak Andre akan mencurigainya.
" Aku harus tahan." ucap hati Rudi.
Tama di sered paksa di bawa ke dalam ruangan yang pengap.
Kini Pak Andre menyuruh Rudi ikut dengannya lagi.
"Ayo, Rud. Kamu ikut denganku," ucap Pak Andre.
"Baik, pak!" balas Rudi.
Rudi mengikuti apa perkataan Pak Andre, ia menunjuk tempat di mana Tama di ikat paksa.
Tak tega, tapi ini yang harus Rudi lihat. Di mana Tama di cambuk beberapa kali oleh suruhan Pak Andre.
"Rudi, kamu mau mencobanya," ucap Pak Andre menyodorkan sebuah cambukkan panjang pada Rudi.
Melihat Tama di cambuk orang lain rasanya tak tega, apalagi Rudi yang mencambuknya sendiri.
"Apa yang harus aku lakukan," ucap Rudi dalam hati.
Tama yang berdiri, terikat dengan tali. Menatap tajam ke arah Rudi dengan tatapan kebencian. Menggeramkan gigi dan berkata," lakukan saja, Rudi."
Pak Andre yang mendengar Tama berkata seperti itu membuat dirinya berucap kembali pada Rudi," kamu dengarkan. Dia juga berkata sedemikian. Maka tunggu apa lagi, ayo cambuk."
tangan Rudi mulai meraih cambuk yang berada pada telepak tangan Pak Andre. memegang erat cambuk itu, pada saat itulah Rudi mengurungkan niatnya mengasihani Tama.
Beberapa kali Rudi layangkan cambukkan untuk Tama, yang di mana Tama terlihat menahan kesakitan.
"Maafkan aku Tama, tidak ada cara lain seperti ini." Gumam hati Rudi.
"Bagus, Rudi. Aku suka sekali cara kamu mencambuk Tama," ucap Pak Andre.
Rudi hanya menampilkan senyum palsunya.
"Ayo Rudi, kita pergi dari sini," ucap Pak Andre.
Rudi tak henti, mengigat jalan dan juga ruangan di bawah tanah itu. Ia mengigat semua, sampai di mana Pak Andre pergi ke ruangan rahasianya.
__ADS_1
Hanya saja Rudi di tahan di luar, oleh para penjaga. Karna tidak ada yang boleh masuk ke ruangan rahasia itu keculi Pak Andre.
Rudi, di suruh oleh Pak Andre untuk menginap di dalam rumahnya, Tapi Rudi menolak dengan beralasan istrinya menunggu di rumah.
Untung saja Pak Andre mengizinkannya. Membuat Rudi sedikit senang.
" Kamu harus ingat Rudi kamu tidak boleh berkhianat denganku, perjanjian dan kerjasama tetaplah harus dijalani. kalau tidak temanmu itu semua akan mati di tanganku saat ini juga." Ancam Pak Andre.
Rudi mulai mengerti apa yang di katakan Pak Andre." Pak Andre Tenang saja aku akan berusaha menjaga kerjasama kita berdua."
"Bagus kalau begitu," ucap Pak Andre.
Sudah saatnya Rudi pulang. Ada rasa sesal pada hatinya, karena dirinya tidak bisa membawa pulang Tama dan juga Sarah.
.Di dalam mobil.
"Ini belum berakhir, aku harus cari cara lain untuk menyelamatkan Tama. Sial, ternyata tua bangka itu lebih hebat dari pada yang aku bayangkan. Di mengetahui rencanaku yang terus beberapa kali di ubah."
Gerutu Rudi.
"Tapi. Bagaimana caranya, agar aku bisa kembali lagi membebaskan Tama, sedangkan diriku sekarang sudah terjerat dengan Pak Andre." Gumam hati Rudi.
sebenarnya Rudi sangatlah malas bekerja sama dengan lelaki jahat seperti Pak Andre, namun Rudi tak ada pilihan lain. karena jika dia menolak kerjasama bersama Pak Andre, otomatis dirinya juga akan disiksa seperti Tama. dan dikurung paksa seperti Sarah dan Syakira. Jika semua itu terjadi, Rudi dan yang lainnya akan mati sia-sia di rumah pak Andre.
Dan tidak ada kesempatan untuk bertahan hidup.
@@@@
Sedangkan di dalam rumah, Ami begitu mengkhawatirkan sang suami. Yang tak kunjung kembali, padahal waktu sudah begitu malam, membuat rasa kekuatirannya memuncak.
"Ke mana suamiku, kenapa jam segini belum pulang juga. Aku kuatir sekali. bagaimana nanti jika terjadi apa-apa dengan Mas Rudi."
Jam menujukan pukul 11 malam.
Pada saat itulah, suara klakson berbunyi di depan rumah. membuat Ami langsung bergegas membuka pintu depan rumah dan melihat siapa yang datang.
betapa senangnya hati Ami saat itu, melihat Rudi sudah kembali dalam ke adaan yang baik. tanpa luka pukulan sedikitpun, Ami sangat bersyukur Rudi kembali.
Hanya saja ada yang kurang saat Rudi kembali. Ami mencari keberadaan Tama dan Sarah, karna bukanya niat suaminya itu membantu Sarah. Tapi kenapa Sarah dan Tama tak terlihat.
"Sarah ke mana?" tanya Ami.
Rudi terdiam, ia langsung pergi begitu saja, saa Ami bertanya.
__ADS_1
"Kenapa dengan Mas Rudi?".