
Yes, akhirnya semua berpihak padaku.
Semua tertuju pada si tua bangka itu. Bagaimana pun wanita itu selalu benar.
"Sisi, tunggu."
Dokter Alan, untuk apa dia memanggilku.
Seketika langkah kaki ini terhenti karna panggilan dari dokter itu
"Ada apa dok?" tanyaku pada lelaki yang berdiri di depan mataku.
"Aku harap kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan papahku."
Apa, gila dia berbicara seperti itu. Hubungan apa jelas-jelas papahnya yang kurang ajar.
"Harusnya kamu yang suruh bapak kamu, berhenti menggoda saya!" ucapku mencabik bibir kesal dengan perkataannya yang seakan menuduhku.
Dengan hati yang teramat kesal, aku segera pergi dari hadapannya.
Sesaat di parkiran mobil ...
"Sekarang kamu bisa menang Sisi, tapi suatu saat kou akan kalah."
Tua bangka itu lagi ada apa dia menemuiku lagi.
"Bapak harusnya sadar, sudah tua. Masih saja ngicar saya."
"Sombong sekali kamu Sisi."
Ku abaikan perkataanya yang dari tadi mengancam. Seketika naik ke dalam mobil dan melaju dengan cepat.
Kalau begini terus, bisa-bisa tua bangka itu membeberkan vidio itu. Bisa gawat kalau semua terbongkar.
Bisa hancur rencanaku untuk menikah dengan Rudi.
Sesaat telepon berbunyi.
"Hallo bu, ada apa?" tanyaku ketika mengangkat satu panggilan yang bernamakan Mertua Ami.
"Sisi, kamu dimana," ucap wanita tua itu dalam panggilan telepon.
"Lagi di jalan bu, ada apa." jawabku sedikit keheranan. Ada apa tumben wanita tua itu nelepon.
"Ami sekarang sembuh, ini kesempatan bagus agar kamu bisa mengemis pada Ami.
Benar juga perkataan wanita tua itu, selagi Ami sembuh. Aku bisa mengatur rencana.
Kebetulan kan penglihatanya, belum sempurna sepenuhnya.
Ami maafkan aku.
"Si, apa kamu sudah menyusun rencananya?" Seketika lamunan ku terhenti ketika ibu memanggil namaku.
Karna terlalu senang aku sempat lupa pada ibu mertua Ami.
"Iyah bu tenang ajah, Rencana sudah aku susun."
Sekarang aku harus menyingkirkan si tua bangka itu dulu.
__ADS_1
***************
Pov Dokter Alan.
Rudi dia lebih mengandalkan emosi dari pada akal pikiran, aku heran dengan lelaki semacam dia, kenapa Mba Ami begitu mencintainya, apa yang patut Mba Ami banggakan dari dirinya.
Setelah selesai menjalankan oprasi, pembedahan tumor otak, aku sempat lupa memberitahu Rudi, bahwa sementara penglihatan Mba Ami, akan rabun sementara waktu.
Dan tidak akan lama karna Mba Ami harus menjalankan Radioterapi.
Radioterapi biasanya dilakukan setelah Mba Ami menjalani oprasi.
Radioterapi bertujuan untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa, serta memperlambat pertumbuhan sel kanker yang tidak bisa di angkat dalam tindakan bedah.
Seandainya kamu tau Mba Ami, aku sangat menyayangimu melebihi apapun, andai waktu bisa di ulang aku akan menemanimu Mba Ami.
Aku bisa menjadi sekarang karna berkatmu, dan orang tuamu, mereka berjasa kepada keluargaku, hingga aku dan papah bisa sukses saat ini.
Aku heran dengan kelakuan papah, akhir-akhir ini, bisa-bisanya papah berkelakuan layaknya anak kecil.
Dia menyered tubuh Sisi memasuki mobil, layaknya papah seperti orang jahat, sebenarnya ada hubungan apa, papah dan wanita berpipi cambi itu.
Kenapa papah sebegitu agresip ketika bersama Sisi.
Rekaman itu sudah menunjukan bahwa yang bersalah sepenuhnya adalah papah.
Kalau mamah tau papah seperti itu, apa jadinya mamah wanita keras dan kasar, papah pun masih kalah dengan amukan mamah.
Ahhh.
Kejadian ini membuat aku malu setengah mati. Waktu sudah menunjukan pukul 15:35, dimana aku harus segera pulang.
Baru kaki ini melangkah, ke arah parkiran mobil, aku melihat Sisi dan papah sedang berbincang begitu serius.
Segera ku dekati mobil bercorak merah yang dimana, mobil itu bersebelahan dengan mereka.
Semakin dekat dan semakin dekat, aku mengendap-ngendap seperti orang yang akan melakukan kejahatan.
Setelah jarak mendekati mereka, dengan sengaja aku mendengar percakapan mereka.
"Semua sudah jelas, aku tak bisa di kalahkan, harusnya bapak menyingkir saja dari kehidupanku, biarkan aku bahagia bersama Rudi."
Bahagia bersama Rudi, apa maksud perkataan wanita itu, aku masih di buat bingung dengan pernyataannya.
"Tidak semudah itu Sisi, saya akan menghalangi semua kebusukanmu."
"Hey ... Hey .. Apa bapak tidak sadar diri"
"Maksud kamu apa?"
"Ami akan jelas percaya padaku, dia tidak akan mengusirku dari kehidupannya."
"Omong kosong, ingat yah Si, urusan kita belum selesai, vidio ini masih ada di tanganku."
Aku melihat Papah begitu marah dan menujuk-nujuk Sisi, seakan ada rahasia yang mereka sembunyikan.
"Dok, sedang apa."
sontak aku kaget di kala orang menyapaku
__ADS_1
"Acep,"
"Dokter lagi apa? Ko ngumpet disini." tanya acep membuat nyaliku menciut.
"Aduh cep, tadi dompet saya jatuh, untung ketemu." aku mengalihkan pembicaraan dengan berbohong.
Saat ku lirik ke tempat dimana papah dan Sisi sedang berbincang, ternyata mereka sudah tidak ada di tempat.
Karna keingin tauhan tentang vidio itu, dan apa yang di sembunyikan oleh mereka, aku segera bergegas pulang.
Mencari tau tentang vidio itu.
**************
Setelah sampai di rumah, ternyata papah sudah pulang, aku kira dia masih bersama wanita itu.
Saat malam hari rasa curigaku semakin bertambah, aku ingin mengecek Hp papah, dan melihat ada vidio apa di dalam sana.
Tanpa berpikir panjang aku menemui papah dengan berdalil, menanyakan apa papah sudah memberitahu bahwa kita bukan keluarga seutuhnya melainkan orang lain yang di angkat menjadi keluarga oleh almarhum orang tua Ami.
Saat kudapati papah sedang bersantai sambil menonton televisi, dengan sigap ku hampiri lelaki tua itu.
"Asik nih pah, nonton sendirian, ngomong-ngomong mamah kemana." tanyaku membuat obrolan agar tidak terasa canggung.
"Mamahmu sudah tidur, mungkin dia kecapean habis arisan ibu-ibu komplek." jawab papah sembari memperhatikan tontonannya.
Aku melihat Hp papah di atas meja, terpapang nyata di depanku, rasanya ingin segera ku ambil.
Namun, aku takut papah curiga dengan gelagatku, biasa aku tak pernah mengobrol dengan dia.
Segera langkah kaki ini berjalan menuju pintu kamar mengurungi niat mengambil Hp papah sementara.
Saat setengah langkah ku dapati, suara bel berbunyi. Aku melihat papah yang pergi menghampiri suara bel itu.
Kesempatan.
Segera ku ambil Hp papah, mungpung papah lagi buka pintu depan.
Sial, layar terkunci.
Dengan ilmu yang ku punya, akhirnya kunci di layar Hp papah bisa ku buka.
Dan benar saja ku dapati vidio mesum papah dengan Sisi tesimpan jelas, dan poto-poto yang tak layak mamah lihat.
Papah jadi sekarang tega menghianati mamah.
Ku beri perhitungan untukmu Sisi.
Esok hari dimana aku harus pergi bekerja di rumah sakit, mengecek keadaan Mba Ami.
Dari hari ke hari keadaan Mba Ami semakin membaik, setelah menjalani Radioterapi.
Tinggal menjalankan kemoterapi.
Kemoterapi dilakukan dengan pemberian obat-obatan anti kanker pada pasien, baik dalam bentuk tablet atau suntikan. Tujuan untuk menghancurkan sel kanker yang bersarang di otak. Agar hasil kemoterafi efektip, pemberian obat harus di lakukan dengan bersekala.
Aku mengijinkan Mba Ami pulang karna sudah lama ia ingin sekali bertemu dengan anaknya Dodi.
Selama masi di rumah sakit, Ami tidak bisa melihat anaknya sama sekali, makanya aku mengijinkan Mba Ami pulang dengan sarat.
__ADS_1
Sering kontrol ke rumah sakit, selama seminggu sekali.
Mba Ami setuju dengan perkataanku.