
“ Maafkan saya pak, saya tidak bisa menangani istri bapak.” Balas Iyem.
Raut wajah Pak Andre kini penuh dengan amarah, ia mencoba menahan setiap amarahnya agar tidak melukai fisik Iyem pembantunya itu.
Tangan Iyem bergetar ketakutan, ia hanya bisa menundukkan pandangan.
“Ya, sudah cepat kamu pergi. Biar saya saja yang mengurus wanita ini.” Tegas Pak Andre.
“Baik, tuan.”
Kini Iyem pergi dari ruangan itu, sedangkan Pak Andre langsung meraih rambut wanita bermata sipit itu. Mencekram dengan sekuat tenaga dan menyeret paksa.
“Ahhkkk, Sakit Mas.”
“Ke sini kamu.”
Ternyata Darah itu ke luar dari kepala wanita bermata sipit itu, yang dimana Itulah perbuatan dirinya sendiri. setiap kali wanita itu merasakan kesakitan dan rasa kesal ia selalu melukai dirinya sendiri.
Pak Andre langsung melepaskan kepala wanita itu mendorongnya hingga wanita itu menangis histeris.
“Kamu keterlaluan.”
Teriakan wanita itu membuat Sarah yang mengintip di balik tembok, sangatlah ketakutan, dia tak menyangka jika Pak Andre menyembunyikan seorang wanita yang masih terlihat muda.
“Siapa wanita itu, apa dia istrinya.” Gumam hati Sarah.
Sarah terus memperhatikan Pak Andre dan juga wanita itu, terlihat Pak Andre Tengah menunjuk-nunjuk wanita itu dengan mencaci maki dan juga menghina.
Plak ..... Plak .....
Tamparan Pak Andre layangkan pada wanita itu, membuat Sarah yang melihatnya langsung membalikkan badan dan mulai pergi. Iya tak sanggup lagi melihat pemandangan itu.
Namun saat ia mulai pergi, tanpa sengaja dirinya menendang sebuah vas bunga. Membuat suara pecahan vas bunga itu terdengar oleh Pak Andre.
__ADS_1
Pak Andre langsung mencari tahu sumber suara itu.
Sarah yang benar-benar ketakutan, langsung berlari. Ia tak menyadari jika kakinya menginjak pecahan Vas bunga. Membuat darah bercucuran ke mana- mana.
Pak Andre langsung menundukkan wajah, menatap vas bunga yang sudah berserakan dan terdapat darah berceceran.
“Sepertinya ada yang mengintipku.”
Dengan perlahan Pak Andre berdiri tegak, berjalan mengikuti percikan darah yang terus menujukan arah jalan orang yang sengaja mengintipnya.
Sarah langsung pergi masuk ke dalam kamar tidur, ia mengunci kamar tidurnya sendiri.
Rasa takut, menghantui Sarah saat ini.
“Sepertinya aku dalam bahaya sekarang. Bagaimana ini.” Gumam hati Sarah.
Pak Andre kini berhenti di pintu kamar Sarah, yang di mana darah itu berhenti di kamar Sarah.
Tok .... Tok ... Tok.
TOK .... TOK ....
Ketukan pintu yang di layangan Pak Andre semakin keras, membuat Sarah semakin ketakutan. Iya menangis menitikkan Air Mata Di dalam selimut yang menutupi tubuhnya.
“Aku kira aku akan menemukan kesenangan di rumah ini, tapi ternyata ....”
Pak Andre yang kesal karena Sarah tak membuka pintu kamarnya, kini mulai berteriak Memanggil nama wanita itu.
“Sarah, buka.”
“Sarah, buka.”
Sarah berpura-pura tuli akan teriakan pak Andre kepadanya dirinya, dia berusaha mengamankan dirinya pada saat itu. Setelah situasi aman dia akan kabur dari rumah lelaki tua yang sudah membebaskannya dalam penjara.
“Ya Tuhan, selamatkan aku.” Sarah terus berdoa dalam hatinya, Iya berharap dirinya akan selamat dan tidak mengalami nasib seperti wanita yang terlihat oleh kedua matanya, disiksa oleh Pak Andre di dalam sebuah ruangan kosong. Yang di mana ruangan itu tak ada barang satupun yang ada hanya sebuah ranjang besar berceceran darah.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian. Hening, tak ada teriakan pak Andre dan juga ketukan pintu pada kamar Sarah.
“Sepertinya pak Andre, sudah pergi.” Gumam hati Sarah.
Wanita itu mulai membuka perlahan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, dirinya mulai turun dari ranjang tempat tidurnya.
Kakinya perlahan berjalan, membuka sedikit pintu kamarnya. Mengintip. Apakah Pak Andre masih berada di balik pintu kamar Sarah?
Menatap kesana-kemari tak ada Pak Andre berdiri di balik pintu kamar Sarah, membuat Sarah bernafas lega.
Iya mulai membuka pintu kamarnya. Berencana untuk segera pergi dari rumah Pak Andre Saat itu juga.
“Aku harus bergegas pergi dari sini.” Ucap Sarah.
Sarah mulai berjalan perlahan, ia menutup pintu kamarnya dengan pelan. di mana saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Sarah sudah mengemasi barang dan juga uang yang ia curi di dalam dompet Pak Andre Saat lelaki tua itu Tengah lengah.
suasana malam itu tampak sepi, para pelayan sudah tertidur di jam 8 malam. Karna Pak Andre yang suka begadang dan tidak suka keramaian membuat suatu peraturan di rumahnya sendiri. pelayan di rumahnya harus cepat tidur di jam 8 malam.
lampu sudah mulai di matikan di rumah Pak Andre, pada saat itulah waktunya Sarah pergi dari rumah itu dengan terburu-buru.
beberapa ruangan sudah ia lalui, dari kamar tidur lelaki tua itu dan juga para pelayan. Sarah semakin lega karena pintu untuk keluar rumah sudah mulai dekat di depan matanya.
"Aku harus cepat."
karena Ia berpikir jika semua orang di dalam rumah itu sudah pada tidur, pada saat itulah ia mulai berlari untuk sampai di pintu keluar.
namun tiba-tiba saja ia menabrak tubuh seseorang yang berada di hadapannya, membuat Sarah terjatuh dan meringis kesakitan. belinya langsung terduduk di atas lantai.
"Kamu mau ke mana Sarah?"
Deg ....
hati Sarah benar-benar tak karuan, saat mendengar suara lelaki yang berada di hadapannya saat itu. lelaki yang sengaja ia tabrak Karena terburu-buru untuk pergi dari rumah itu.
Iya tak berani melihat ke arah lelaki yang bertanya padanya. dia hanya menundukkan pandangan, menjawab beberapa kata," aku hanya ingin menghirup udara pada malam hari."
jawaban Sarah membuat lelaki itu tersenyum, lelaki itu langsung terduduk dan memegang dagu Sarah, agar Sarah menatap ke arah wajahnya.
"Apa kamu lupa dengan peraturan di rumah ini?"
tanya lelaki itu. Membuat Sarah menelan ludah dengan hati yang sangatlah takut.
"Hey, kenapa kamu diam saja."
Sarah mencoba menahan tangan lelaki yang berada di hadapnnya. Agar wajahnya tetap menunduk.
"Kenapa kamu tidak mau melihat wajahku, Sarah?" tanya lelaki itu.
"Maafkan atas kesalahanku!" jawab Sarah, menampilkan wajah rasa bersalahnya.
Perlahan ia mulai mengangkat wajahnya menghadap ke arah wajah lelaki yang berada di hadapnnya. Bibirnya bergetar hebat ketakutam, lelaki itu malah tersenyum kecut.
"Pak Andre, aku bisa menjelaskan semuanya."
lelaki tua itu langsung melepaskan dagu Sarah, ia kembali berdiri. kedua tangannya merogok saku celana.
"Apa kamu berniat kabur dari rumah ini? Setelah aku membebaskan mu dari penjara? Apa kamu tidam mau berbalas budi padaku, Sarah?"
__ADS_1
Deg .....
Pertanyaan itu membuat Sarah keluh, seakan tak bisa menjawab.